<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765</id><updated>2011-07-07T16:27:26.523-07:00</updated><category term='musim hujan'/><title type='text'>Al-Islam Al-Barokah</title><subtitle type='html'>alamat :
dusun karasak RT 04 RW 03 Desa Sukarapih Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang Jawa Barat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>116</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-4670560859956655209</id><published>2010-01-31T04:13:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T04:13:47.622-08:00</updated><title type='text'>Hukum Merayakan VALENTINEs DAY bagi ummat Islam</title><content type='html'>Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa 'kasih sayang', walau pun pada hakikatnya bukan kasih sayang melainkan hari 'making love'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah Valentine&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah dan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah, "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS. Al-Kafirun: 1-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Valentine Berasal dari Budaya Syirik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan panah)” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Semangat valentine adalah Semangat Berzina&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isra’: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana, udah pada tau kan hukumnya merayakan valentine days? Naa.. sekarang saatnya mereformasi diri. Klo dulu masih ikut-ikutan merayakan atau cuma meramekan, sekarang jangan sampe deh. Hiii... Naudzubillahi mindzaliik...Gimana klo generasi muda yang kurang paham agama ikut-ikutan. Dosa kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw bersabda klo kita mengikuti suatu kaum, maka kita akan sama dengan kaum itu. Orang kafir, meskipun kita tidak masuk ke agama mereka, akan senang jika kita mengikuti kebiasaan mereka. Bagi mereka itu juga cukup. So, kita harus menyelamatkan generasi muda dari kebiasaan bervalentine days yang nyata-nyata dosa. Klo ada teman, saudara &amp;amp; handai tolan yang ikut-ikutan, dikasih tahu deh. Sayang kan buang-buang uang untuk berbuat dosa, mending uangnya ditabungin atau di infak aja, malah dapet pahala tuh. Gimana, setujuu...?. Mulai hari ini, kita kasih tahu saudara-saudara kita dan kita selamatkan generasi muda Indonesia. Satu lagi, jangan sampe karena urusan duniawi kita ga sempet cari ilmu buat bekal akhirat nanti. Ya...? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-4670560859956655209?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/4670560859956655209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=4670560859956655209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/4670560859956655209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/4670560859956655209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2010/01/hukum-merayakan-valentines-day-bagi.html' title='Hukum Merayakan VALENTINEs DAY bagi ummat Islam'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-7641798555172035999</id><published>2010-01-01T15:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T15:30:46.006-08:00</updated><title type='text'>Mentalqin Mayit</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dalam kitab &lt;span style="font-size: small;"&gt;مخنى المحتاج&lt;/span&gt;&amp;nbsp; juz I, disebutkan bahwa menurut Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Ibnu Hanbal, hukum membaca Talqin bagi mayit yang sudah mukallaf setelah selesai dikubur itu hukumnya disunahkan. Orang yang membaca talqin itu duduk di arah kepala kuburan mayit, kemudian berkata kepada mayit:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: medium;"&gt;ياَعَبْدَاللهِ ابْنَ أَمَةِ اللهِ اُذْكُرْمَا خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدَّارالدُنْياَ شَهَادَةَ اَنْ&amp;nbsp; لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَنَّ ُمحَمَّدًارَسُوْلُ اللهِ وَاَنَّ اْلجَنَّةَ حَقٌّ وَاَنَّ النَّارَ حَقٌّ وَاَنَّ اْلبَعْثَ حَقٌّ وَاَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ&amp;nbsp; لاَرَيْبَ فِيْهَا وَاَنَّ اللهَ َيبْعَثُ مَنْ فِى اْلقُبُوْرِ وَاَنَّكَ رَضِيْتَ بِاللهِ رَبًّا وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنَا وَِبمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَبِالقُرْآنِ اِمَامً وَبِالْكَعْبَةِ قِبْلَةً وَبِاْلمُؤْمِنِينَ اِخْوَاناً. رواه الطبر انى فى الكبير&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Ya Abdullah bin Amatillah; ingatlah apa yang kamu keluar atasnya dari dunia ini: Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah, sesungguhnya surga itu benar, neraka itu benar, kebangkitan itu benar dan hari qiyamat pasti datang tidak diragukan lagi, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan manusia dari kubur dan sesungguhnya engkau telah ridla bahwa Allah sebagai Tuhanmu dan Islam agamamu dan Muhammad Nabimu dan Al-Qur’an panutanmu dan Ka’bah kiblatmu dan orang-orang mu’min saudaramu&lt;/em&gt;”. (Hadits diriwayatkan Thobroni).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Menurut Imam Nawawi, walaupun hadits ini dha’if, tetapi dikuatkan oleh beberapa hadits lain yang shahih dan firman Allah;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: medium;"&gt;وَذَكِّرْ فَاِءنَّ الذِكْرَ تَنْفَعُ اْلمُؤْمِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Dan berilah peringatan sesungguhnya peringatan itu bermanfa’at bagi orang-orang yang beriman&lt;/em&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Selanjutnya, dapat dilihat juga dalam kitab Nailul Awthar juz. IV, sebagai berikut;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: medium;"&gt;رَوِيَ عَنْ رَاشِدِبْنِ سَعْدٍ وَضَمْرَةَ بْنِ حَبِيْبٍ وَحَكِيْمِ بْنِ عَمِيرٍ قَالُوْااِذَا سَوَى عَلَى اْلمَيِّتِ وَانْصَرَفَ النَّاسَ عَنْهُ كَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ اَنْ يُقَالَ لِلْمَيِّتِ عِنْدَ قَبْرِهِ يَافُلاَنُ قُلْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ يَافُلاَنُ رَبِّىَ اللهُ وَدِيْنِ اْلإِسْلاَمُ وَنَبِيّىِ ُمحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.&amp;nbsp; رواه سعيد &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Diriwayatkan dari Rasyid bin Sa’ad dan Dlamrah bin Habib dan Hakim bin Umair mereka berkata: Apabila telah diratakan kuburan atas mayyit dan orang-orang telah pergi mereka mensunnahkan untuk dikatakan kepada mayyit di atas kuburnya; Yaa Fulan, katakan! Tidak ada Tuhan kecuali Allah tiga kali; Yaa Fulan, katakan! Tuhanku Allah agamaku Islam, Nabiku Muhammad&amp;nbsp;SAW kemudian pergilah&lt;/em&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dalam kitab &lt;span style="font-size: small;"&gt;الحاوى للفتاوى&lt;/span&gt;&amp;nbsp; juz. II, karya Al-Imam Sayuthi mengungkapkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: medium;"&gt;مَارُوِيَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى الله عليه وسلم اَنَّهُ لمَاَّ دُفِنَ وَلَدُهُ اِبْرَاهِيْمُ وَقَفَ عَلَى قَبْرِهِ فَقَالَ يَا بُنَيَّ اْلقَلْبُ َيحْزَنُ وَاْلعَيْنُ تَدْمَعُ وَلاَ نَقُوْلُ مَايُسْخِطُ الرَّبَّ. اِنَّاِللهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ يَاُبَنَيَّ قُلِ اللهُ رَبِّى وَالإِسْلاَمُ دِيْنِى وَرَسُوْلُ اللهِ أَبِى فَبَكَتِ الصَّحَابَةُ وَبَكَى عُمَرُبْنُ اْلَخطَّابِ بُكَاًء اِرْتَفَعَ لَهُ صَوْ تُهُ فَاْلتَفَتَ النَبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَى عُمَرَ يَبْكِى وَالصَّحَابَةُ مَعَهُ فَقَالَ يَاعُمَرُ مَا يُبْكِيْكَ ؟ فَقَالَ يَارَسُوْلَ اللهِ هَذَا وَلَدُكَ وَمَابَلَغَ اْلحُلُمَ وَلاَ جَرَى عَلَيْهِ اْلقَلَمُ وَيَحْتَاجُ اِلىَ مُلَقِّنٍ مِثْلِكَ يُلَقِّنُهُ التَّوْحِيْدَفىِ مِثْلِ هَذَااْلوَقْتِ. قَمَا حَالُ عُمَرَ وَقَدْ بَلَغَ اْلحُلُمَ وَجَرَى عَلَيْهِ اْلقَلَمُ وَلَيْسَ لَهُ مُلَقِّنٌ مِثْلُكَ, اَىُّ شَىْءٍ تَكُوْنُ صُوْرَتُهُ فِى مِثْلِ هَذِهِ اْلحَالَةِ فَبَكَى النَّبِىُّ صَلَّى الله عليه وسلم وَبَكَتِ الصَّحَاَبةُ مَعَهُ وَنَزَلَ جِبْرِيْلُ وَسَأَلَ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ سَبَبَ بُكَاِئِهمْ فَذَكَرَالنَّبِىَّ صَلَّى الله عليه وسلم مَاقَالَهُ عُمَرُ وَمَاوَرَدَ عَلَيْهِمْ مِنْ قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَعِدَ جَبْرِيْلُ وَنَزَلَ وَقَالَ رَبُّكَ يُقْرِئُكَ السَّلاَمَ وَيَقُوْلُ يُثَبِّتُ اللهُ اَّلذِيْنَ ءَامَنُوْابِاْلقَوْلِ الثَاِبتِ فىِ اْلحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى اْلآخِرَةِ يُرِيْدُ بِذَلِكَ وَقْتَ اْلمَوْتِ وَعِنْدَ السَّؤَالِ فِى اْلقَبْرِ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Diriwayatkan dari Nabi SAW bahwasannya tatkala putranya Ibrahim telah dikubur, Rasulullah berdiri di atas kuburnya; kemudian beliau bersabda: Wahai anakku, hati berduka cita dan air mata mengalir. Dan kami tidak mengatakan sesuatu yang membuat Allah jadi murka. Sesungguhnya kami dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Wahai anakku katakanlah! Allah Tuhanku dan Islam agamaku, dan Rasulullah ayahku, maka menangislah para sahabat dan menangis pula pula sayyidina Umar Ibnul Khattab dengan tangisan yang nyaring, maka menoleh Rasulullah dan melihat Umar menangis bersama para sahabat lainnya, Rasulullah SAW bersabda; ya Umar mengapa engkau menangis? Umar menjawab: Ini putramu belum baligh dan belum ditulis dosanya, masih menghajatkan kepada orang yang mentalqin seperti engkau, yang mentalqin tauhid pada saat seperti ini, maka bagaimana keadaan Umar yang telah baligh dan telah ditulis dosanya tidak mempunyai orang yang akan menalqin seperti engkau, dan apa gambaran yang akan terjadi di dalam keadaan yang seperti itu, maka menangislah Nabi SAW dan para sahabat bersamanya; kemudian Jibril turun dan bertanya kepada Nabi sebab menangisnya mereka, kemudian Nabi menyebutkan apa yang dikatakan Umar dan apa yang datang kepada mereka dari perkataan Nabi SAW. kemudian Jibril naik dan turun kembali serta berkata : Allah menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang tetap di dunia dan di akherat, yang dimaksud di waktu mati dan di waktu pertanyaan di kubur.&lt;/em&gt;”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kepada yang masih hidup,&amp;nbsp;talqin itu mempunyai mashlahat yang sangat besar, karena dengan mendengarnya mereka dapat mengingat dan menyiapkan diri pada kematian dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;KH Nuril Huda&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-7641798555172035999?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/7641798555172035999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=7641798555172035999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7641798555172035999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7641798555172035999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2010/01/mentalqin-mayit.html' title='Mentalqin Mayit'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-7860680583670635424</id><published>2010-01-01T15:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T15:11:17.708-08:00</updated><title type='text'>Hal Kesaksian Kepada Jenazah</title><content type='html'>&lt;span style="color: teal; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div id="contentBerita"&gt; Warga NU sudah tidak berbeda pendapat dalam memahami hadits tentang &lt;em&gt;isyhad &lt;/em&gt;atau minta kesaksian agar yang hadir diajak bersaksi bahwa, “Almarhum ini orang baik”. Hanya teknis penyampaian &lt;em&gt;isyhad &lt;/em&gt;itu yang sering mengundang kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ada pak kiai yang mamberi sambutan dalam rangka memamitkan jenasah dengan mengatakan: “&lt;em&gt;Meniko jenasah sae nopo awon para rawuh&lt;/em&gt;?” (jenasah ini baik apa jelak hadirin?) Otomatis para hadirin serempak menjawab “sae” (baik)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya bahkan diulang sampai 3 kali. Persaksian semacam ini masih sering kita dengar di kalangan masyarakat kita. Bagi yang kurang sependapat dengan kebiasaan semacam ini, mungkin akan bilang: “Minta persaksian kok dipaksa!” Artinya, teknis persaksian di atas dipandang ada unsur pemaksaan. Akan tetapi, orang-orang NU punya alasan: Bagaimana tidak menjawab “sae” (baik) kalau kita sedang berada di muka umum!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tampak terasa lebih halus bila memilih redaksi bernada “saran”, misalnya: “Hadirin, marilah kita bersama bersaksi bahwa jenazah ini jenasah yang baik…” atau mungkin redaksi lain yang mirip dengan itu, sebab kita hidup dalam budaya timur, dan kita tidak hidup di tahun 40-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Isyhad yang kita bicarakan ini tentu ada dasar hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Fathul Wahab, Juz I disebutkan bahwa nunnah hukumnya menyebut kebaikan si mayit bila mengtahuinya. Tujuannya tiada lain untuk mendorong agar lebih banyak yang memintakan rahmat dan berdoa untuknya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ibnu Hibban dan Hakim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;اذكروا محاسن موتاكم وكفوا عن مساويهم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sebutlah kebaikan seorang yang meninggal dunia dan hindari membuka aibnya&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim, dari Abi Bakrah Nafi’ bin Harits, Rasulullah bersabda: M&lt;em&gt;aukah kalian aku beri tahu tentang dosa yang besar?&lt;/em&gt; (Rasulullah mengulang sampai 3 kali). Para sahabat menjawab: Bersedia, wahai Rasulullah. Nabi lalu bersabda lagi: &lt;em&gt;Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua &lt;/em&gt;(nabi sedang berdiri sambil bersandar, lantas duduk, dan bersabda lagi): &lt;em&gt;Hindarilah kata-kata keji/ bohong dan beraksi dengan kata-kata itu&lt;/em&gt;. (Nabi mengulang-ulang perkataan itu sampai kamu berharab dia diam). Saya (Imam an-Nawawi) berkata: hadits-hadits dalam bab ini banyak sekali, tetapi cukuplah apa yang sudah saya sebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil ketiga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda: &lt;em&gt;Setiap muslim yang disaksikan sebagai orang baik oleh 4 orang, Allah akan memasukkan ke surga.&lt;/em&gt; Kami (para sahabat) bertanya: Kalau disaksikan 3 orang? Nabi menjawab: &lt;em&gt;Kalau disaksikan 3 orang juga masuk surga&lt;/em&gt;. Kalau disaksikan 2 orang? Nabi menjawab: &lt;em&gt;Dua orang juga&lt;/em&gt;. Kami tak menanyakan lagi bagaimana kalau hanya dipersaksikan oleh satu orang. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;KH Munawir Abdul Fattah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pengasuk Pondok Pesantren Kerapyak, Yogyakarta&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-7860680583670635424?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/7860680583670635424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=7860680583670635424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7860680583670635424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7860680583670635424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2010/01/hal-kesaksian-kepada-jenazah.html' title='Hal Kesaksian Kepada Jenazah'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-7701421656348430110</id><published>2010-01-01T15:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T15:12:45.134-08:00</updated><title type='text'>Tawassul Apakah Bukan Termasuk Syirik?</title><content type='html'>ada santri yang bertanya. "Apakah bertawasul/berdo'a dengan perantaraan orang yang sudah mati hukumnya haram atau termasuk syirik karena sudah meminta kepada sang mati (lewat perantaraan)? Saya gelisah, karena amalan ini banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Apalagi dilakukan sebelum bulan Ramadhan dengan mengunjungi makam-makam wali dan lain-lain sehingga untuk mendo'akan orang tua kita yang sudah meninggal pun seakan terlupakan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kami jelaskan kembali bahwa tawassul secara bahasa artinya perantara dan mendekatkan diri. Disebutkan dalam firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;يآأَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya&lt;/i&gt;, " (Al-Maidah:35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian tawassul sebagaimana yang dipahami oleh umat muslim selama ini bahwa tawassul adalah berdoa kepada Allah SWT melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah SWT. Jadi tawassul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju Allah SWT. Tawassul merupakan salah satu cara dalam berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali cara untuk berdoa agar dikabulkan oleh Allah SWT, seperti berdoa di sepertiga malam terakhir, berdoa di Maqam Multazam, berdoa dengan didahului bacaan &lt;i&gt;alhamdulillah &lt;/i&gt;dan shalawat dan meminta doa kepada orang sholeh. Demikian juga tawassul adalah salah satu usaha agar doa yang kita panjatkan diterima dan dikabulkan Allah SWT . Dengan demikian, tawasul adalah alternatif dalam berdoa dan bukan merupakan keharusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sepakat memperbolehkan tawassul kepada Allah SWT dengan perantaraan amal sholeh, sebagaimana orang melaksanakan sholat, puasa dan membaca Al-Qur’an. Seperti hadis yang sangat populer diriwayatkan dalam hadits sahih yang menceritakan tentang tiga orang yang terperangkap di dalam gua, yang pertama bertawassul kepada Allah SWT atas amal baiknya terhadap kedua orang tuanya; yang kedua bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang selalu menjahui perbuatan tercela walaupun ada kesempatan untuk melakukannya; dan yang ketiga bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya&amp;nbsp; yang mampu menjaga amanat terhadap harta orang lain dan mengembalikannya dengan utuh, maka Allah SWT memberikan jalan keluar bagi mereka bertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang menjadi perbedaan di kalangan ulama adalah bagaimana hukumnya bertawassul tidak dengan amalnya sendiri melainkan dengan seseorang yang dianggap sholeh dan mempunyai martabat dan derajat tinggi di mata Allah SWT. Sebagaimana ketika seseorang mengatakan: “Ya Allah SWT aku bertawassul kepada-Mu melalui nabi-Mu Muhammmad SAW atau Abu Bakar atau Umar dll”. Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat mayoritas ulama mengatakan boleh, namun beberapa ulama mengatakan tidak boleh. Akan tetapi kalau dikaji secara lebih detail dan mendalam, perbedaan tersebut hanyalah sebatas perbedaan lahiriyah bukan perbedaan yang mendasar karena pada dasarnya tawassul kepada dzat (entitas seseorang), adalah tawassul pada amal perbuatannya, sehingga masuk dalam kategori tawassul yang diperbolehkan oleh ulama’. Pendapat ini berargumen dengan prilaku (atsar) sahabat Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ إِنَّ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ كَانَ إِذَا قَحَطُوْا اسْتَسْقَى بِالعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ المُطَلِّبِ فَقَالَ&amp;nbsp; اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إَلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتُسْقِيْنَا وَإِنَّا نَنَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَافَيَسْقُوْنَ. أخرجه الإمام البخارى فى صحيحه ج: 1 ص:137&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang, mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib, lalu Umar berkata: "Ya Allah, kami telah bertawassul dengan Nabi kami SAW dan Engkau beri kami hujan, maka kini kami bertawassul dengan Paman Nabi kita SAW, maka turunkanlah hujan..”. maka hujanpun turun.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syaukani mengatakan bahwa tawassul kepada Nabi Muhammad SAW&amp;nbsp; ataupun kepada yang lain (orang shaleh), baik pada masa hidupnya&amp;nbsp; maupun&amp;nbsp; setelah meninggal adalah merupakan ijma’ para sahabat. "Ketahuilah bahwa tawassul bukanlah meminta kekuatan orang mati atau yang hidup, tetapi berperantara kepada keshalihan seseorang, atau kedekatan derajatnya kepada Allah SWT, sesekali bukanlah manfaat dari manusia, tetapi dari Allah SWT yang telah memilih orang tersebut hingga ia menjadi hamba yang shalih, hidup atau mati tak membedakan atau membatasi kekuasaan Allah SWT, karena ketakwaan mereka dan kedekatan mereka kepada Allah SWT tetap abadi walau mereka telah wafat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertawassul dalam berdoa kepada Allah SWT menjadikan perantaraan berupa sesuatu yang dicintai-Nya dan dengan berkeyakinan bahwa Allah SWT juga mencintai perantaraan tersebut. Orang yang bertawassul tidak boleh berkeyakinan bahwa perantaranya kepada Allah SWT bisa memberi manfaat dan madlarat kepadanya. Jika ia berkeyakinan bahwa sesuatu yang dijadikan perantaraan menuju Allah SWT itu bisa memberi manfaat dan madlarat, maka dia telah melakukan perbuatan syirik, karena yang bisa memberi manfaat dan madlarat sesungguhnya hanyalah Allah SWT semata. &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Jadi kami tegaskan kembali bahwa sejatinya tawassul adalah berdoa kepada Allah SWT melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah SWT. Tawassul hanyalah merupakan pintu dan perantara dalam berdoa untuk menuju Allah SWT. Maka tawassul bukanlah termasuk syirik karena orang yang bertawasul meyakini bahwa hanya Allah-lah yang akan mengabulkan semua doa. &lt;i&gt;Wallahu a’lam bi al-shawab&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan dari :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;H M. Cholil Nafis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBN&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-7701421656348430110?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/7701421656348430110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=7701421656348430110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7701421656348430110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7701421656348430110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2010/01/tawassul-apakah-bukan-termasuk-syirik.html' title='Tawassul Apakah Bukan Termasuk Syirik?'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-7646543669145293267</id><published>2009-12-22T11:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T11:00:50.642-08:00</updated><title type='text'>Bukti Foto-foto Rumah Nabi Saw dan Sayyidah Khadijah Yang Telah Dihancurkan Wahabi-Salafy</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em class="info"&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="post-509 post hentry category-about-wahabism-salafism category-artikel"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;Pada waktu yang lalu, saya telah mem-post-kan sebuah artikel yang membahas tentang ‘Penghacuran Situs-situs Sejarah Oleh Wahabi-Salafy’. Nah, pada kesempatan ini saya akan membeberkan beberapa foto yang membuktikan tentang kebejatan kaum Wahabi-Salafy yang telah dengan brutal menghancurkan Rumah Nabi Saw dan istri tercintanya, Sayyidah Khadijah as, yang merupakan peninggalan bersejarah, yang semestinya dirawat dan dijaga dengan baik. Peninggalan-peninggalan seperti ini merupakan situs-situs penting yang bisa menjadi pelajaran yang baik bagi orang-orang terkemudian.&lt;span id="more-509"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/rumah-nabi-sayyidah-khadijah-tempat-mereka-berdua-tinggal-selama-25-tahun-pun-dibongkar.jpg" title="rumah-nabi-sayyidah-khadijah-tempat-mereka-berdua-tinggal-selama-25-tahun-pun-dibongkar.jpg"&gt;&lt;img alt="rumah-nabi-sayyidah-khadijah-tempat-mereka-berdua-tinggal-selama-25-tahun-pun-dibongkar.jpg" src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/rumah-nabi-sayyidah-khadijah-tempat-mereka-berdua-tinggal-selama-25-tahun-pun-dibongkar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah foto Rumah Nabi Saw dan Sayyidah Khadijah as, tempat mereka berdua tinggal selama 28 tahun. Inilah bukti penghancuran yang dilakukan oleh Wahabi-Salafy terhadap situs-situs sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/reruntuhan-rumah-khadijah_o.jpg" title="reruntuhan-rumah-khadijah_o.jpg"&gt;&lt;img alt="reruntuhan-rumah-khadijah_o.jpg" src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/reruntuhan-rumah-khadijah_o.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di atas ini foto sisa reruntuhan rumah Nabi Saw &amp;amp; Sayyidah Khadijah as yang dilihat lebih dekat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/pintu-masuk-kmr-rasul-di-rmh-khadijah_o.jpg" title="pintu-masuk-kmr-rasul-di-rmh-khadijah_o.jpg"&gt;&lt;img alt="pintu-masuk-kmr-rasul-di-rmh-khadijah_o.jpg" src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/pintu-masuk-kmr-rasul-di-rmh-khadijah_o.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto di atas ini adalah reruntuhan pintu masuk ke kamar Rasul Saw di rumah Sayyidah Khadijah as.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/kamara-nabi-sayyidah-khadijah.jpg" title="kamara-nabi-sayyidah-khadijah.jpg"&gt;&lt;img alt="kamara-nabi-sayyidah-khadijah.jpg" src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/kamara-nabi-sayyidah-khadijah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto di atas adalah sisa reruntuhan kamar Rasul Saw dan Sayyidah Khadijah as.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/tempat-ketika-sayyidah-fathimah-zahra-dilahrirkan_o.jpg" title="tempat-ketika-sayyidah-fathimah-zahra-dilahrirkan_o.jpg"&gt;&lt;img alt="tempat-ketika-sayyidah-fathimah-zahra-dilahrirkan_o.jpg" src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/tempat-ketika-sayyidah-fathimah-zahra-dilahrirkan_o.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di atas ini adalah foto reruntuhan tempat Sayyidah Fatimah as, putri kesayangan Rasulullah Saw dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/mihrab-tempat-rasulullah-biasa-shalat-di-rmh-khadijah_o.jpg" title="mihrab-tempat-rasulullah-biasa-shalat-di-rmh-khadijah_o.jpg"&gt;&lt;img alt="mihrab-tempat-rasulullah-biasa-shalat-di-rmh-khadijah_o.jpg" src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/mihrab-tempat-rasulullah-biasa-shalat-di-rmh-khadijah_o.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di atas ini adalah foto reruntuhan mihrab tempat Rasulullah saw biasa melakukan shalat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/kuburan-sayyidah-khadijah-al-kubra-putranya-qasim-di-pojok_o.jpg" title="kuburan-sayyidah-khadijah-al-kubra-putranya-qasim-di-pojok_o.jpg"&gt;&lt;img alt="kuburan-sayyidah-khadijah-al-kubra-putranya-qasim-di-pojok_o.jpg" src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/12/kuburan-sayyidah-khadijah-al-kubra-putranya-qasim-di-pojok_o.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto di atas ini adalah makam Sayyidah Khadijah as (yang besar) dan putranya, Qasim (yang kecil) di sudut.&lt;br /&gt;Pada postingan selanjutnya, saya akan memaparkan foto-foto makam-makam ahlul bayt, para sahabat, dan istri-istri serta kerabat dekat Rasulullah Saw yang dibiarkan terlantar oleh Wahabi-Salafy. Insya Allah.&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Sebagian besar foto-foto tersebut saya peroleh dari kitab : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ummul Mu’minin, Khadijah binti Khuwaylid, Sayyidah Fie Qalby al-Mushtafa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; karya DR. Muhammad Abduh Yamani yang telah diterjemahkan oleh penerbit Pustaka IIMaN dengan judul :  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Khadijah Drama Cinta Abadi sang Nabi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Penulis adalah mantan Menteri Penerangan  Kerajaan Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-7646543669145293267?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/7646543669145293267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=7646543669145293267' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7646543669145293267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7646543669145293267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/12/bukti-foto-foto-rumah-nabi-saw-dan.html' title='Bukti Foto-foto Rumah Nabi Saw dan Sayyidah Khadijah Yang Telah Dihancurkan Wahabi-Salafy'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-7586037670033287494</id><published>2009-12-22T10:55:00.002-08:00</published><updated>2009-12-22T10:55:15.295-08:00</updated><title type='text'>Jangan Pernah Meremehkan Sholat</title><content type='html'>&lt;div class="post-3614 post hentry category-artikel category-bilik-renungan category-tasawwuf"&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a href="http://qitori.wordpress.com/2009/10/21/meremehkan-shalat-menurut-muthahhari/" title="Permalink for : Meremehkan Shalat Menurut Muthahhari"&gt;Meremehkan Shalat Menurut&amp;nbsp;Muthahhari&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em class="info"&gt;&lt;/em&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;a href="http://qitori.wordpress.com/2009/10/21/meremehkan-shalat-menurut-muthahhari/1348_blog-2/" rel="attachment wp-att-3616"&gt;&lt;img alt="1348_blog" class="alignleft size-full wp-image-3616" height="187" src="http://qitori.files.wordpress.com/2009/10/1348_blog1.jpg?w=300&amp;amp;h=187" title="1348_blog" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ummu Hamidah bercerita kepada Abu Bashir bahwa menjelang wafat, Imam al-Shadiq as memanggil keluarga dan kerabatnya. Setelah semua berkumpul dan duduk di sisinya, Imam membuka mata, memandangi mereka, lalu berkata, &lt;strong&gt;“Syafaat kami  tidak akan pernah sampai kepada orang yang meremehkan shalat.”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Imam menghadap Kekasih Agung. Imam tidak mengatakan, “Syafaatku tidak akan sampai kepada orang yang meninggalkan shalat.” &lt;span id="more-3614"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu menyadari apa maksud dan tujuan wasiatnya itu. Jadi, apa maksud meremehkan shalat dan siapakah orang yang disebut meremehkan shalat?&lt;br /&gt;Orang disebut meremehkan shalat ketika ia punya waktu cukup untuk mengerjakan shalat dengan baik dan tumakninah tetapi la tidak mengerjakannya. Dia tidak shalat Zuhur atau Asar kecuali setelah matahari hampir terbenam, lalu buru-buru berwudu dan tergesa-gesa shalat, tidak mengerjakan sunah-sunah shalat, tidak tumakninah, terlebih lagi khusyuk. Apakah shalatnya layak disebut shalat? Shalat seperti ini jelas sangat tidak memadai.&lt;br /&gt;Orang yang mau shalat dengan sungguh-sungguh, ia akan bersiap-siap menyambut kedatangannya. Setelah masuk waktu zuhur, misalnya, la berwudu dengan tenang sesuai aturan, lalu berdiri di tempat shalat, lalu azan dan iqamah dengan tenang dan khusyuk. Lalu, ia memulai shalat dengan tumakninah dan menjaganya hingga salam. Setelah itu, la tidak langsung berdiri tetapi berdiam di tempat, membaca wirid, dan berzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;Uraian di atas menegaskan nilai penting shalat, terlebih lagi jika dilakukan di rumah bersama keluarga. Sebab, berdasarkan pengalaman, anak-anak tidak akan shalat jika orang dewasa yang tinggal serumah meremehkan shalat. Misalnya, shalat Subuh baru dikerjakan setelah matahari terbit, shalat Asar menjelang Magrib, Isya molor hingga empat jam. Tak hanya molor, ia pun mengerjakannya secara tergesa-gesa.&lt;br /&gt;Oleh Karena itu, kita tidak boleh meremehkan atau menyepelekan urusan shalat, atau merasa cukup hanya mengerjakan wajib shalat, lalu mencari dalih untuk meninggalkan sunah dengan meminta fatwa bagaimana hukum tasbih yang empat, apakah tidak cukup tiga ataukah cukup satu saja.&lt;br /&gt;Dan, orang yang dimintai fatwa pasti akan menjawab, satu pun cukup, tetapi untuk lebih hati-hati, mestinya dibaca tiga kali. Setelah itu, ia membaca tasbih hanya satu kali seraya mengatakan bahwa perbuatannya itu didukung oleh fatwa yang didasarkan atas sumber yang dapat dipercaya.&lt;br /&gt;Sikap seperti ini berarti ‘lari’ dari shalat. Kita harus berpikir lebih bijak. jika mufti mengatakan satu saja cukup, dan selebihnya sunah, kita tetap harus mengerjakan yang sunah jika masih ada waktu. *)&lt;br /&gt;___________________&lt;br /&gt;*) Murtadha Muthahhari, Thaharat al-Ruh,  Mu’assasat al-Tarikh al-‘Arabi.Energi Salat, hlm. 105-107, Penerbit Serambi,  2007.&lt;br /&gt;Sudahkah kita shalat seperti apa yang gambarkan di atas oleh  al-Syahid Murtadha Muthahhari?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,” &lt;/em&gt;(QS al-Baqarah :45)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang (shalatnya) ingin dilihat orang, dan enggan (memberikan) barang berguna .”&lt;/em&gt; (QS al-Ma’un [107]:4-7)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-7586037670033287494?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/7586037670033287494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=7586037670033287494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7586037670033287494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7586037670033287494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/12/jangan-pernah-meremehkan-sholat.html' title='Jangan Pernah Meremehkan Sholat'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-5808305513685398152</id><published>2009-12-22T10:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T10:47:43.126-08:00</updated><title type='text'>Siapa Ali Akbar bin Husain bin Ali?</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://qitori.wordpress.com/2009/12/21/siapa-ali-akbar-bin-husain-bin-ali/" title="Permalink for : Siapa Ali Akbar bin Husain bin Ali?"&gt;Siapa Ali Akbar bin Husain bin&amp;nbsp;Ali?&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/h2&gt;&lt;em class="info"&gt;      &lt;/em&gt;        &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2009/12/ali-akbar3.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3696" height="175" src="http://qitori.files.wordpress.com/2009/12/ali-akbar3.jpg?w=250&amp;amp;h=175" title="Ali Akbar3" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh &lt;strong&gt;Imam Musa Shadr&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Untuk seorang pemuda beriman, pemberani, pembawa cahaya, dan pejuang Islam, Ali Akbar bin Husain bin Ali as : &lt;em&gt;“Para malaikat masuk mengunjungi mereka dari semua pintu, seraya mengucapkan : “Salamun ‘alaikum bima shabartum – Salam atas kesabaran kalian “. Alangkah bagusnya tempat kesudahan itu.&lt;/em&gt;” (QS 13:23-24)&lt;span id="more-3695"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ali Akbar adalah putra Imam Husain bin Ali as. Nama ibunya adalah &lt;strong&gt;Laila binti Abu Murrah &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;bin Urwah&lt;/strong&gt;. la mempunyai badan yang lebih be­sar dibandingan kakaknya, &lt;strong&gt;Ali Zainal Abidin bin &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Husain&lt;/strong&gt;. Oleh karena itu, ia digelari Ali Akbar (Ali yang berbadan besar).&lt;br /&gt;Ali Akbar dibesarkan oleh seorang ayah yang menjadi cucu kesayangan Rasulullah Saw, dan seorang ibu yang berakhlak mulia. la meneguk keimanan dan menyerap ilmu dan ma’rifat dari ayahandanya. Maka tumbuhlah Ali Akbar men­jadi seorang pemuda saleh, pemberani, cinta per­juangan, dan berani berkorban. Tidak sedikit pun kelemahan terpancar dari jiwanya. la seorang pemuda yang tangkas mengendarai kuda. Para ahli sejarah menganggapnya sebagai pemuda Ba­ni Hasyim yang mahir mengendarai kuda.&lt;br /&gt;Sejak kecil sudah tampak keistimewaan yang dimiliki Ali Akbar yaitu sangat cermat dan berpandangan luas. Sifat-sifat inilah yang sangat dikenal musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;Apabila para pejuang Karbala kita bariskan, maka akan kita dapati Ali Akbar berada di shaff (baris) terdepan. Begitu pula dalam kecerdikan, keberanian, dan perjuangannya, ia selalu tampil terdepan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesetiaan dan Perjuangannya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ali Akbar didampingi Ayahanda dan saudaranya beserta pasukan yang menyertainya bergerak menuju medan pertempuran. Mereka menyadari bahwa berbagai rintangan sudah siap menghadang. Namun tanpa gentar sedikit pun mereka terus bergerak sambil mengibarkan panji-panji perlawanan kaum tertindas.&lt;br /&gt;Ali Akbar berjuang bahu-membahu bersama mereka untuk menegakkan kebenaran. Jumlah musuh yang begitu banyak tidak membuatnya gentar. Itulah sifat dan akhlaknya yang memang sesuai dengan kedudukannya. Bagaimana tidak, Ali Akbar adalah putra Imam Husain as, pemuka para syuhada, putra suci nubuwah, dan cucu kesayangan Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, Imam Husain as. mendapat berita tentang syahidnya Muslim bin Aqil dan Hani bin Urwah. Beliau memahami bahwa penduduk Kufah telah MENGINGKARI JANJI SETIANYA.&lt;br /&gt;Ia lalu menyampaikan berita ini kepada para pengikutnya. Setelah tahu apa yang telah terjadi, sebagian pengikutnya yang mempunyai iman dan jiwa yang lemah, Serta merta berlarian meninggalkan Imam Husain as. Hanya sebagian kecil sahabatnya yang masih setia menyertai.&lt;br /&gt;Kejadian ini disaksikan sendiri oleh Ali Akbar. Sungguh kecewa hatinya melihat orang-orang yang menyia-nyiakan kesempatan emas untuk meraih SYAHADAH ini. Namun hal itu tidak melemahkan jiwanya sedikit pun. Ketegarannya bertambah ketika melihat keimanan dan kesabaran yang dimiliki oleh saudara-saudaranya, yang dengan tulus menyertai perjuangan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendamping Ayahnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kafilah Imam Husain as. meneruskan perjalanannya hingga sampai di suatu tempat bernama Dzu Hasmin. Di sana, tentara Ibnu Ziyad yang dipimpin oleh Al-Hurr bin Yazid Ar-Riyahi, siap menyongsong kedatangan mereka. Menghadapi situasi seperti ini, dengan gagahnya, Ali Akbar berdiri di antara ayahnya dan pasukan Al-Hurr.&lt;br /&gt;Ia melayangkan pandangannya ke arah pasukan musuh yang menghadangnya. Dengan ruh kakeknya, Imam Ali as, ia siap menghadapi musuh dan menyongsong syahadah. Di bawah komando ayahnya, Ali Akbar menggerakkan para pejuang Karbala.&lt;br /&gt;Allah berfirman, &lt;em&gt;“Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhannya maka Kami menambah petunjuk kepada mereka.”&lt;/em&gt; (QS Al-Kahfi: 13)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Awal Pertempuran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cahaya fajar hari Asyura menyinari para pejuang Islam yang sudah siap tempur melawan pasukan Umawiyah. Motif perjuangan mereka hanya satu yaitu berjuang di jalan Allah. Mereka siap menghadapi pasukan musuh yang dipimpin A’wan bin Sa’ad. Darah-darah mereka siap dicurahkan untuk membela kebenaran.&lt;br /&gt;Pertempuran hebat sudah dimulai. Para sahabat Imam Husain as. mulai berguguran. Dalam keadaan seperti ini, dengan sabar Imam Husain as. menyeru musuh-musuhnya agar kembali kepada kebenaran dan keadilan.&lt;br /&gt;Dadanya terbakar oleh api kecewa atas ulah mereka. Sesungguhnya Imam Husain as. tidak memberontak atas kepemimpinan Yazid. Namun, melihat kebrutalan yang dilakukan Yazid, Imam ingin melindungi dan membela orang-orang tertindas. Imam ingin menolong agama Allah yang diinjak-injak Yazid. la tidak takut dan tidak akan tunduk kecuali kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;Dalam kecamuk pertempuran, Imam Husain as. tidak henti-hentinya memberi peringatan dan ajakan kepada musuh-musuhnya agar kembali kepada kebenaran. Namun karena kehidupan mereka sudah diliputi CINTA DUNIA dan KEJUMUDAN, sehingga sedikit pun mereka tidak terdorong untuk taat kepada Allah dan beramal untuk meraih ridha-Nya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keteguhannya di Medan Pertempuran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika pasukan Ibnu Ziyad mengepung dan menyerang para pengikut Imam Husain as, Ali Akbarlah yang pertama kali menyambut serangan mereka. Jumlah musuh yang begitu banyak dengan persenjataannya yang lengkap, tidak sedikit pun menggetarkan nyali Ali Akbar. Setelah pertempuran yang sangat hebat itu berlalu beberapa saat, sebagian besar para pembela Imam Husain as. berguguran. Jasad-jasad mereka seakan-akan dipeluk mesra oleh tanah Karbala yang sudah basah tersiram darah-darah suci mereka. Pada saat itu, di sekeliling Imam Husain as. Yang tersisa hanya tinggal anggota keluarganya saja.&lt;br /&gt;Pada malam ASYURA, para pemuda Bani Hasyim bertekad mempertaruhkan jiwa mereka sampai titik darah penghabisan. Mereka tidak rela melihat putra Imam Husain r.a. dibantai dihadapan mata kepada mereka sendiri. Keesokan harinya, pada tanggal 10 MUHARRAM, mereka terjun ke medan pertempuran hingga satu persatu berguguran. Semangat dan keberanian dalam kalbu mereka untuk tetap menegakkan kebenaran dan kerinduan meraih syahadah telah menggerakkan mereka untuk maju terus pantang mundur.&lt;br /&gt;Ali Akbar, dengan penuh hormat, meminta izin kepada ayahnya untuk ikut terjun ke medan pertempuran. Dengan penuh haru dan derai air mata, Imam Husain as. mengizinkan putranya ikut bertempur.&lt;br /&gt;Imam memperhatikan putranya lalu menengadah ke langit seraya berujar lirih : &lt;em&gt;“Ya Allah, saksikanlah orang-orang ini. Di antara mereka ada seorang pemuda yang perawakannya, perilaku dan cara bicaranya paling menyerupai Rasulullah. Apabila kami merasa sangat rindu kepada Nabi-Mu,maka kami pandangi wajahnya.Ya Allah Jangan Engkau berikan keberkahan atas bumi ini kepada musuh-musuhnya. Cerai beraikan mereka. Koyakkan dada-dada mereka. Jangan kau ridhai kekuasaan mereka selama-lamanya. Kami telah menyeru dan mengajak mereka kepada kebenaran, namun mereka malah memusuhi dan memerangi kami&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;Dihadapan musuh-musuhnya, Ali Akbar mengumandangkan sebait syair,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Aku Ali bin Husain bin Ali&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kami Ahlul Bait yang dimuliakan Nabi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Akan kutikam kalian dengan lembingku ini&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;hingga kalian terkapar mati&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Akan kutebas kalian dengan pedangku ini&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;untuk melindungi Ayahku Ali&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dengan suatu tebasan pemuda Hasyimi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Demi Allah, diatur oleh anak Ziyad,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;aku tak sudi”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran yang begitu hebat telah membuat jumlah pejuang yang gugur makin bertambah, Ali Akbar yang badannya sudah penuh luka, kembali menghadap ayahnya sambil berkata, &lt;em&gt;“Ayah rasa haus telah membuatku lelah; berat pedang ini telah menguras tenagaku. Adakah air yang bisa kuteguk?”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Imam Husain as. menangis melihat penderitaan putranya, lalu ia berkata, &lt;em&gt;“Wahai anakku, kembalilah ke medan pertempuran. Aku berharap sebelum masuk sore hari kakekmu (Rasulullah Saw.) akan memberimu minum dari gelas yang bening, yang tidak akan membuatmu haus untuk selama-lamanya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat lembut yang meluncur dari ayahnya membuat hati Ali Akbar bagaikan disirami tetesan air yang menyejukkan. la pun kembali ke medan pertempuran dengan gagahnya. Orang-orang Kufah yang hendak membunuhnya merasa takut berhadapan dengan Ali Akbar, karena Ali Akbar sangat menyerupai Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syahadah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Sa’ad memerintahkan anak buahnya mengepung Ali Akbar, setelah ia sendiri merasa tidak mampu menaklukannya. Munqidz bin Murrah dari kabilah Abdul Qais, secara tiba-tiba membokong Ali Akbar dengan menebas punggungnya. Ali Akbar tampak terkulai di atas leher kudanya.&lt;br /&gt;Melihat hal itu, musuh-musuhnya yang tadi mengepungnya serta merta mengibas-ibaskan pedang-pedang mereka ke arah Ali Akbar. Ketika akan meninggalkan jasadnya, Ali Akbar berteriak kegirangan,&lt;br /&gt;“Wahai Ayah, kakek (Rasulullah) memberiku minum dari gelasnya yang bening. la memberiku minuman yang tidak akan membuatku haus selamanya, beliau berkata kepadaku, “Segeralah, segeralah…”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat-saat Terakhir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan garangnya Imam Husain as. mencerai-beraikan pasukan musuh yang sedang mengoyak-ngoyak jasad putranya. Diangkatlah kepala putranya itu kemudian diletakkan di pangkuannya. Darah dan tanah yang melumuri wajahnya, beliau bersihkan dengan lembut.&lt;br /&gt;Sambil menangis Imam Husain as. berteriak, “Semoga Allah membinasakan orang-orang yang telah membunuhmu. Betapa durhakanya mereka kepada Allah dan Rasul-Nya,” lalu ia Derkata lagi, “Tidak ada artinya dunia ini setelah Kepergianmu, Nak!”&lt;br /&gt;Imam Husain as. memerintahkan para pemuda Bani Hasyim untuk membawa jenazah putranya ke dalam kemah. Melihat keponakannya terbunuh, Zainab al-Kubra as. keluar dari kemahnya sambil berteriak-teriak mengutuk para pembunuhnya. la meratapi kepergian Ali Akbar sambil berkata sendu, &lt;em&gt;“Duhai kekasihku, duhai mata hatiku, duhai cahaya mataku, duhai anak saudaraku,”&lt;/em&gt; kemudian ia menjatuhkan badannya di atas jenazah suci Ali Akbar sehingga air matanya membasahi wajah keponakannya.&lt;br /&gt;Imam Husain as. kemudian menghentikan tangisannya dan mengembalikan Zainab as. ke kemahnya .&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran Yang Disampaikan Ali Akbar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para syuhada Karbala yang gugur dalam perjuangan, ternyata telah memberikan pelajaran yang teramat penting bagi manusia tentang hakikat kehidupan ini: Bagaimana mengutamakan orang lain, dan membela kebenaran. Salah satu dari mereka adalah Ali Akbar. la membawa cahaya hidayah untuk menerangi jiwa-jiwa manusia dengan syahadah dan darahnya bagi kebangkitan Islam di Karbala.&lt;br /&gt;la pun telah meraih ridha Ilahi dengan memenuhi seruan Al-Quran agar menjual dirinya kepada Allah dan menempuh jalan para syuhada pendahulunya. la memilih syahid di jalan Allah dalam memerangi manusia¬manusia durhaka.&lt;br /&gt;Ali Akbar memberi pelajaran kepada kita dengan peristiwa Karbala ini tentang kebenaran, keadilan, dan kesucian. Kita pun mendapat pela¬jaran dari para pejuang Karbala tentang keperwiraan dan kejantanan. Maka sudah sepantasnya kita memelihara apa-apa yang sudah mereka persembahkan melalui curahan darahnya. Semoga kesejahteraan dan keselamatan dicurahkan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Revolusi Terbesar dalam Sejarah Umat Manusia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepantasnya bagi kaum Muslim dan Mukmin menyadari bahwa darah Imam Husain as, putra-putranya, dan darah para pembelanya yang tercurah di bumi Karbala pada hari Asyura, akan terus bergejolak menerangi jiwa-jiwa manusia sepanjang zaman. Ketika alam telah diselimuti malam yang pekat, dan ketika awan tebal menghalangi jalannya cahaya, maka pada saat seperti inilah, kita harus menempuh jalan yang telah dirintis Imam Husain as. bersama para putra dan pembelanya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya api revolusi dan darah suci para syuhada akan menyinari kegelapan, menyingkap berbagai penghalang sehingga kebenaran dan keadilan tampak. &lt;strong&gt;Sungguh Revolusi Karbala akan berdiri tegak menghalau para penindas dan para penguasa. Sesungguhnya gerakan para pejuang Karbala dan kesyahidan mereka, telah mengangkat Dinul Islam mencapai kemuliannya sehingga terketullah telinga-telinga kemanusiaan. Seruan mereka di Karbala adalah seruan berjuta-juta orang yang tertindas dan yang dirampas haknya: seruan agar perbuatan aniaya yang menghisap darah manusia segera dihentikan; seruan yang menyongsong kemenangan untuk membela Islam.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah memilih jalan ini untuk melawan para penindas demi tegaknya kebenaran dan keimanan. &lt;strong&gt;Cahaya Revolusi Karbala akan tetap bersinar selama-lamanya apinya akan tetap menyala di hati orang-orang yang jiwanya merdeka baik laki-laki ataupun wanita, sesungguhnya nyala api Karbala adalah nyala api berupa cahaya, yang akan membakar setan-setan bersama para pengikutnya. Itulah cahaya harapan dan kebahagiaan untuk melepaskan dan memerdekakan manusia dari belenggu perbudakan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Selesai)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-5808305513685398152?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/5808305513685398152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=5808305513685398152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/5808305513685398152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/5808305513685398152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/12/siapa-ali-akbar-bin-husain-bin-ali.html' title='Siapa Ali Akbar bin Husain bin Ali?'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-1096803166440999791</id><published>2009-12-22T10:43:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T10:43:49.719-08:00</updated><title type='text'>Ternyata kulit kita Bisa Mendengar</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt;     &lt;/em&gt;        &lt;br /&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2009/11/kulit.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3676" height="225" src="http://qitori.files.wordpress.com/2009/11/kulit.jpg?w=298&amp;amp;h=225" title="kulit" width="298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Tak hanya dengan telinga, menurut penelitian terbaru, kita ternyata&amp;nbsp;juga bisa mendengarkan lewat kulit. Berdasarkan percobaan dimana&amp;nbsp;para sukarelawan&amp;nbsp;mendengarkan suku kata-suku kata tertentu sementara udara dihembuskan pada kulit mereka,&amp;nbsp;terbukti bahwa otak&amp;nbsp;manusia menerima dan menyatukan informasi dari berbagai indra untuk membentuk gambaran daerah sekitar.&lt;span id="more-3677"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disandingkan dengan penelitian-penelitian baru lainnya, penemuan ini menyentil pandangan tradisional tentang cara kita mengamati sekeliling kita.&lt;br /&gt;“Penemuan ini jauh berbeda dari pendapat-pendapat tradisional yang mengatakan bahwa karena kita punya mata maka kita pikir kita melihat informasi visual, dan karena punya telinga maka kita mendengar informasi audio. Pendapat ini agak menyesatkan,” kata peneliti Bryan Gick dari Universitas British Columbia, Vancouver.&lt;br /&gt;“Penjelasan yang lebih tepat adalah karena kita punya otak maka kita bisa mengamati, bukan karena kita punya mata dan telinga untuk melihat dan mendengar.”&lt;br /&gt;Dengan kemampuan seperti ini, Gick memandang manusia sebagai ‘alat pengamat dengan seluruh tubuh’.&lt;br /&gt;Penelitian ini, yang dibiayai oleh Natural Sciences, Dewan Ilmu Teknik Kanada dan Institut Nasional Kesehatan (Kanada), dijabarkan dalam jurnal Nature edisi 26 November.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara pengamatan kita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hasil kerja Gick berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kita bisa melihat suara dan mendengar cahaya, walaupun kita tak menyadarinya. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa bila kita mengamati bibir orang lain bergerak dan kita menyangka orang itu berbicara, maka daerah pendengaran otak kita menjadi aktif, kata Gick.&lt;br /&gt;Para ilmuwan menjelaskan kemampuan pengindraaan seperti itu sebagai hasil dari pengalaman, karena kita sering melihat dan mendengar orang berbicara maka selayaknya kita belajar menyatukan apa yang terlihat dengan yang terdengar.&lt;br /&gt;Penjelasan alternatifnya ialah adanya suatu kemampuan tersembunyi. Maka Gick dan koleganya, Donald Derrick, yang juga dari Universitas British Columbia, mempelajari dua indra yang biasanya tidak disandingkan, yaitu pendengaran dan peraba, untuk melihat dasar dari persepsi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana kulit mendengar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tim penelitian berfokus pada suara-suara yang mengeluarkan hembusan nafas ketika diucapkan, seperti “pa” dan “ta”, dan juga suara-suara tanpa hembusan, seperti “ba” dan “da”.&lt;br /&gt;Para partisipan yang ditutup matanya mendengarkan suara pria yang mengucapkan keempat suku kata itu dan harus menekan tombol untuk menjawab apakah suara yang mereka dengar itu pa, ta, ba atau da. Para partisipan terbagi tiga kelompok, masing-masing 22 orang, dimana grup pertama mendengarkan semua suku kata itu sementara udara dihembuskan ke tangan mereka, grup kedua dengan hembusan ke leher, dan grup ketiga tanpa hembusan sama sekali.&lt;br /&gt;Sekitar 10 persen dari total kejadian adalah ketika udara dihembuskan ke kulit, para partisipan salah menebak suku kata yang mustinya tidak berhembusan sebagai yang berhembusan. Jadi ketika diucapkan “ba”, partisipan yang dihembukan udara mengira mereka mendengar “pa”. Grup pengendali tidak menunjukkan terjadinya salah tangkap seperti itu.&lt;br /&gt;Penelitian lanjutan, dimana para partisipan disentuh kulitnya daripada dihembuskan udara, menunjukkan bahwa tak terjadi kesalahan antara suara yang memiliki hembusan atau tidak.&lt;br /&gt;Selanjutnya Gick sedang bekerja dengan sejumah ilmuwan dari Universitas California, San Fransisco, utuk menemukan bagaimana otak bisa menyatukan berbagai indra.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-1096803166440999791?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/1096803166440999791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=1096803166440999791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/1096803166440999791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/1096803166440999791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/12/ternyata-kulit-kita-bisa-mendengar.html' title='Ternyata kulit kita Bisa Mendengar'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-8260145946996924887</id><published>2009-12-22T10:40:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T10:40:28.667-08:00</updated><title type='text'>Islam Radikal atau Wahabisme Menyusup Ke SMU-SMU</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt;      &lt;/em&gt;        Beberapa hasil penelitian menemukan fakta lapangan bahwa gerakan dan jaringan radikalisme Islam telah lama menyusup ke sekolah umum, yaitu SMU. Siswa-siswi yang masih sangat awam soal pemahaman agama dan secara psikologis tengah mencari identitas diri ini menjadi lahan yang diincar oleh pendukung ideology radikalisme. Targetnya bahkan menguasai organisasi siswa intra sekolah (OSIS), paling tidak bagian rohani Islam (ROHIS).&lt;span id="more-3687"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya jaringan ini telah mengakar dan menyebar di berbagai sekolah, sehingga perlu dikaji dan diresponi secara serius, baik oleh pihak sekolah, pemerintah dan orangtua. Kita tentu senang anak-anak itu belajar agama. Tetapi yang mesti diwaspadai adalah ketika ada penyebar ideology radikal yang kemudian memanfaatkan symbol, sentimen dan baju Islam untuk melakukan cuci otak (brainwash) pada mereka yang masih pemula belajar agama untuk tujuan yang justeru merusak agama dan menimbulkan konflik.&lt;br /&gt;Ada beberapa ciri dari gerakan ini yang perlu diperhatikan oleh guru dan orangtua. Pertama, para tutor penyebar ideologi kekerasan itu selalu menanamkan kebencian terhadap negara dan pemerintahan. Bahwa pemerintahan Indonesia itu pemeritahan taghut, syaitan, karena tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai dasarnya. Pemerintahan manapun dan siapapun yang tidak berpegang pada Al-Qur’an berarti melawan Tuhan dan mereka mesti dijauhi, atau bahkan dilawan.&lt;br /&gt;Kedua, para siswa yang sudah masuk pada jaringan ini menolak menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, terlebih lagi upacara hormat bendera. Kalaupun melakukan, itu semata hanya untuk mencari selamat, tetapi hatinya mengumpat. Mereka tidak mau tahu bahwa sebagai warga negara mesti mengikuti dan menghargai tradisi, budaya dan etika berbangsa dan bernegara, dibedakan dari ritual beragama.&lt;br /&gt;Ketiga, ikatan emosional pada ustadz, senior dan kelompoknya lebih kuat dari ikatan keluarga dan almamaternya. Keempat, kegiatan yang mereka lakukan dalam melakukan pengajian dan kaderisasi bersifat tertutup dengan menggunakan lorong dan sudut-sudut sekolah sehingga terkesan sedang studi kelompok. Lebih jauh lagi untuk pendalamannya mereka mengadakan outbond atau mereka sebut rihlah, dengan agenda utamanya renungan dan baiat.&lt;br /&gt;Kelima, bagi mereka yang sudah masuk anggota jamaah dikenakan membayar uang sebagai pembersihan jiwa dari dosa-dosa yang mereka lalukan. Jika merasa besar dosanya, maka semakin besar pula uang penebusannya.&lt;br /&gt;Keenam, ada di antara mereka yang mengenakan pakaian secara khas yang katanya sesuai dengan ajaran Islam serta bersikap sinis terhadap yang lain.&lt;br /&gt;Ke tujuh, umat Islam di luar kelompoknya dianggap fasiq dan kafir sebelum melakukan hjrah bergabung dengan mereka.&lt;br /&gt;Ke delapan, mereka enggan dan menolak mendengarkan ceramah keagamaan di luar kelompoknya. Meskipun pengetahuan mereka tentang Al-Qur’an masih dangkal, namun mereka merasa paling benar keyakinan agamanya sehingga meremehkan dan bahkan membenci ustad di luar kelompoknya.&lt;br /&gt;Kesembilan, di antara mereka itu ada yang kemudian keluar setelah banyak bergaul, diskusi secara kritis dengan ustadz dan intelektual di luar kelompoknya, namun ada juga yang kemudian bersikukuh dengan keyakinannya sampai masuk ke perguruan tinggi.&lt;br /&gt;JUGA MENYUSUP KE KAMPUS-KAMPUS&lt;br /&gt;Mengingat jaringan Islam yang tergolong garis keras (hardliners) menyebar di berbagai SMU di kota-kota Indonesia, maka sangat logis kalau pada urutannya mereka juga masuk ke ranah perguruan tinggi. Bahkan, menurut beberapa sumber, alumni yang sudah duduk sebagai mahasiswa selalu aktif berkunjung ke almamaternya untuk membina adik-adiknya yang masih di SMU. Ketika adik-adiknya masuk ke Perguruan Tinggi, para seniornya inilah yang membantu beradabtasi di kampus sambil memperluas jaringannya.&lt;br /&gt;Beberapa sumber menyebutkan, kampus adalah tempat yang strategis dan leluasa untuk menyebarkan gagasan radikalisme ini dengan alasan di kampuslah kebebasan berpendapat, berdiskusi dan berkelompok dijamin. Kalau di tingkat SMU pihak sekolah dan guru sesungguhnya masih mudah intervensi, tidaklah demikian halnya di kampus. Mahasiswa memiliki kebebasan karena jauh dari orangtua dan dosen pun tidak akan mencampuri urusan pribadinya.&lt;br /&gt;Namun karena interaksi intelektual berlangsung intensif, deradikalisasi di kampus lebih mudah dilakukan dengan menerapkan materi dan metode yang tepat. Penguatan mata kuliah Civic Education dan Pengantar Studi Islam secara konprehensif dan kritis oleh Professor ahli mestinya dapat mencairkan faham keislaman yang ekslusif dan sempit serta merasa paling benar.&lt;br /&gt;Sejauh ini kelompok-kelompok radikal mengindikasikan adanya hubungan famili dan persahabatan yang terbina di luar wilayah sekolah dan kampus. Yang patut diselidiki juga menyangkut dana. Para aktivis radikalis itu tidak saja bersedia mengurbankan tenaga dan pikiran, namun rela tanpa di bayar untuk memberikan ceramah keliling. Lalu kalau berbagai kegiatan itu memerlukan dana, diri mana sumbernya? Ini juga suatu teka-teki.&lt;br /&gt;Disinyalir memang ada beberapa organisasi keagamaan yang secara aspiratif dekat atau memiliki titik singgung dengan gerakan garis keras ini. Mereka bertemu dalam hal tidak setia membela NKRI dan Pancasila sebagai ideologi serta pemersatu bangsa. Mereka tidak bisa menghayati dan menghargai bahwa Islam memiliki surplus kemerdekaan dan kebebasan di negeri ini. Di Indonesia ini ada Parpol Islam, Bank Syariah, UU Zakat dan Haji dan sekian fasilitas yang diberikan pemerintah untuk pengembangan agama. Kalau pun umat Islam tidak maju atau merasa kalah, lakukanlah kritik diri, tetapi jangan rumah bangsa ini dimusuhi dan dihancurkan karena penghuni terbanyak yang akan merugi juga umat Islam.&lt;br /&gt;Kita berharap baik Mendiknas maupun Menag menaruh perhaian serius terhadap gerakan radikalisasi keagamaan di kalangan pelajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-8260145946996924887?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/8260145946996924887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=8260145946996924887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/8260145946996924887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/8260145946996924887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/12/islam-radikal-atau-wahabisme-menyusup.html' title='Islam Radikal atau Wahabisme Menyusup Ke SMU-SMU'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-2059753123616536551</id><published>2009-12-18T15:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T15:24:42.726-08:00</updated><title type='text'>Mencintai</title><content type='html'>Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika mencintai dunia niscaya kita akan binasa, Jika mencintai Allah niscaya dunia akan melayani kita" (Aa Gym)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-2059753123616536551?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/2059753123616536551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=2059753123616536551' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/2059753123616536551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/2059753123616536551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/12/mencintai.html' title='Mencintai'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-6003566652654898610</id><published>2009-11-23T05:56:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T05:56:07.736-08:00</updated><title type='text'>Abu Hurairah R.A</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Masa_muda"&gt;Masa muda&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Abu Hurairah berasal dari kabilah Bani Daus dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yaman" title="Yaman"&gt;Yaman&lt;/a&gt;. Ia diperkirakan lahir 21 tahun sebelum &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijrah" title="Hijrah"&gt;hijrah&lt;/a&gt;, dan sejak kecil sudah menjadi yatim. Nama aslinya pada masa jahiliyah adalah &lt;i&gt;Abdus-Syams&lt;/i&gt; (hamba matahari) dan ia dipanggil sebagai &lt;i&gt;Abu Hurairah&lt;/i&gt; (ayah/pemilik kucing) karena suka merawat dan memelihara kucing. Ketika mudanya ia bekerja pada Basrah binti Ghazawan, yang kemudian setelah masuk Islam dinikahinya.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Menjadi_muslim"&gt;Menjadi muslim&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thufail_bin_Amr&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Thufail bin Amr (halaman belum tersedia)"&gt;Thufail bin Amr&lt;/a&gt;, seorang pemimpin Bani Daus, kembali ke kampungnya setelah bertemu dengan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad" title="Nabi Muhammad"&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt; dan menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim" title="Muslim"&gt;muslim&lt;/a&gt;. Ia menyerukan untuk masuk Islam, dan Abu Hurairah segera menyatakan ketertarikannya meskipun sebagian besar kaumnya saat itu menolak. Ketika Abu Hurairah pergi bersama Thufail bin Amr ke &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makkah" title="Makkah"&gt;Makkah&lt;/a&gt;, Nabi Muhammad mengubah nama Abu Hurairah menjadi &lt;i&gt;Abdurrahman&lt;/i&gt; (hamba Maha Pengasih). Ia tinggal bersama kaumnya beberapa tahun setelah menjadi muslim, sebelum bergabung dengan kaum &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhajirin" title="Muhajirin"&gt;muhajirin&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah" title="Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt; tahun 629. Abu Hurairah pernah meminta Nabi untuk mendoakan agar ibunya masuk Islam, yang akhirnya terjadi. Ia selalu menyertai Nabi Muhammad sampai dengan wafatnya Nabi tahun 632 di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Peran_politik"&gt;Peran politik&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab" title="Umar bin Khattab"&gt;Umar bin Khattab&lt;/a&gt; pernah mengangkat Abu Hurairah menjadi gubernur wilayah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahrain" title="Bahrain"&gt;Bahrain&lt;/a&gt; untuk masa tertentu. Saat Umar bermaksud mengangkatnya lagi untuk yang kedua kalinya, ia menolak.&lt;br /&gt;Ketika perselisihan terjadi antara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib" title="Ali bin Abi Thalib"&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muawiyah_bin_Abu_Sufyan" title="Muawiyah bin Abu Sufyan"&gt;Muawiyah bin Abu Sufyan&lt;/a&gt;, ia tidak berpihak kepada salah satu diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Periwayat_hadits"&gt;Periwayat hadits&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad, yaitu sebanyak 5.374 hadits. Diantara yang meriwayatkan hadist darinya adalah &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Abbas" title="Ibnu Abbas"&gt;Ibnu Abbas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_bin_Umar" title="Abdullah bin Umar"&gt;Ibnu Umar&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anas_bin_Malik" title="Anas bin Malik"&gt;Anas bin Malik&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jabir_bin_Abdullah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Jabir bin Abdullah (halaman belum tersedia)"&gt;Jabir bin Abdullah&lt;/a&gt;, dan lain-lain. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari" title="Imam Bukhari"&gt;Imam Bukhari&lt;/a&gt; pernah berkata: "Tercatat lebih dari 800 orang perawi hadits dari kalangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Nabi" title="Sahabat Nabi"&gt;sahabat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabi%27in" title="Tabi'in"&gt;tabi'in&lt;/a&gt; yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah".&lt;br /&gt;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marwan_bin_Hakam" title="Marwan bin Hakam"&gt;Marwan bin Hakam&lt;/a&gt; pernah menguji tingkat hafalan Abu Hurairah terhadap hadits Nabi. Marwan memintanya untuk menyebutkan beberapa hadits, dan sekretaris Marwan mencatatnya. Setahun kemudian, Marwan memanggilnya lagi dan Abu Hurairah pun menyebutkan semua hadits yang pernah ia sampaikan tahun sebelumnya, tanpa tertinggal satu huruf.&lt;br /&gt;Salah satu kumpulan fatwa-fatwa Abu Hurairah pernah dihimpun oleh Syaikh As-Subki dengan judul &lt;i&gt;Fatawa' Abi Hurairah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Keturunan"&gt;Keturunan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Abu Hurairah termasuk salah satu di antara kaum fakir muhajirin yang tidak memiliki keluarga dan harta kekayaan, yang disebut &lt;i&gt;Ahlush Shuffah&lt;/i&gt;, yaitu tempat tinggal mereka di depan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Nabawi" title="Masjid Nabawi"&gt;Masjid Nabawi&lt;/a&gt;. Abu Hurairah mempunyai seorang anak perempuan yang menikah dengan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Said_bin_Musayyib&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Said bin Musayyib (halaman belum tersedia)"&gt;Said bin Musayyib&lt;/a&gt;, yaitu salah seorang tokoh tabi'in terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Wafat"&gt;Wafat&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Pada tahun 678 atau tahun 59 H, Abu Hurairah jatuh sakit, meninggal di Madinah, dan dimakamkan di Baqi'.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-6003566652654898610?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/6003566652654898610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=6003566652654898610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/6003566652654898610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/6003566652654898610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/abu-hurairah-ra.html' title='Abu Hurairah R.A'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-950281990357978474</id><published>2009-11-19T11:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T11:58:05.680-08:00</updated><title type='text'>Imam MAHDI</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;img height="34" src="http://fdawj.atspace.org/images/bismillah.gif" width="104" /&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="i3judul"&gt;&lt;a href="" name="sub1"&gt;Imam Mahdi, antara Ifrath dan Tafrith&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dalam menanggapi berita-berita tentang munculnya Imam Mahdi, manusia terpecah menjadi tiga golongan. Pertama, golongan &lt;i&gt;tafrith&lt;/i&gt; (pengingkar) seperti mu'tazilah dan para rasionalis. Kedua, golongan &lt;i&gt;ifrath&lt;/i&gt; (berlebihan) yang &lt;i&gt;muta'ashib&lt;/i&gt; dan mengaku-aku bahwa Imam Mahdi dari golongan mereka seperti Syi'ah dan sejenisnya. Sedangkan ketiga adalah yang tengah-tengah antara keduanya yaitu ahlus sunnah yang menyatakan sesuai dengan riwayat-riwayat yang shahih tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Golongan Tafrith&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Golongan yang mengingkari akan munculnya Imam Mahdi sebagian besar mereka karena terpengaruh ucapan Ibnu Khaldun yang mendlaifkan hadits tentangnya. Padahal dia sama sekali bukanlah pakar ilmu hadits. Ia berkata: "Hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para imam tentang Imam Mahdi akan keluar pada akhir zaman tidak lepas dari kritikan-kritikan, kecuali sedikit atau lebih sedikit lagi." (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Muqaddimah Tarikh&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Ibnu Khaldun, jilid I, hal. 574)&lt;br /&gt;Ucapan Ibnu Khaldun ini menunjukkan bahwa dia mengakui bahwa di antara hadits tersebut ada yang selamat dari kritikan, namun sedikit sekali. Kita katakan meskipun hanya ada satu hadits yang selamat dari kritikan tersebut, maka cukup itu sebagai dalil tentang akan muncul Imam mahdi di akhir zaman. &lt;br /&gt;Termasuk pengingkar adanya berita ini adalah Muhammad Rasyid Ridla dan yang sejenisnya. Ia berkata: "Adapun pertentangan antara hadits-hadits tentang Imam Mahdi sangat jelas dan kuat. Dan untuk menjamakkannya sangat sulit, sementara pengingkarnya sangat banyak dan kerancuannya sangat tampak. Oleh karena itu dua Syaikh (Bukhari dan Muslim) tidak memasukkannya dalam kitab-kitab mereka." (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tafsir al-Manaar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, juz 9, hal. 499).&lt;br /&gt;Kemudian Rasyid Ridla mencontohkan pertentangan tentang Imam Mahdi antara sunni, Syi'ah dan kelompok-kelompok lainnya, seraya berkata: "Sesungguhnya ta'ashub golongan yang terjadi pada Alawiyah, Abasiyah dan Farisiyah memiliki peranan yang besar dalam pemalsuan hadits-hadits tentang Imam Mahdi. Masing-masing kelompok mengaku kalau Imam Mahdi dari kelompoknya ... dan seterusnya." (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tafsir al-Manaar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, juz 9, hal. 499).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bantahan terhadap Golongan Tafrith&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ucapan-ucapan di atas telah dibantah oleh para ulama ahlus sunnah dari beberapa sisi:&lt;br /&gt;1. Adapun ucapan Rasyid Ridla tentang pertentangan antara hadits-hadits, maka itu terjadi pada hadits-hadits yang dlaif dan palsu. Adapun pada hadits yang shahih tidak ada pertentangannya. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;2. Perselisihan sunni dengan syi'ah tidak dapat dianggap sebagai ikhtilaf dan pertentangan, karena kesesatan Syi'ah telah nyata hingga oleh para ulama tidak diperhitungkan lagi.&lt;br /&gt;3. Sedangkan pemalsuan hadits dan &lt;i&gt;ta'ashub&lt;/i&gt;nya beberapa golongan, telah diketahui dan dipisahkan oleh pakar-pakar ahlu hadits.&lt;br /&gt;4. Lagi pula apakah dengan adanya hadits-hadits dlaif dan palsu tentang Imam Mahdi ini, membuat kita harus meninggalkan hadits-hadits yang shahih?&lt;br /&gt;5. Pakar-pakar ahlu hadits telah menyatakan bahwa hadits-hadits ini shahih bahkan mutawatir.&lt;br /&gt;6. Adapun jika Bukhari dan Muslim tidak memasukkan dalam Shahih-nya, bukan berarti haditsnya dlaif. Karena Imam Bukhari sendiri telah menshahihkan beberapa hadits di luar kitab &lt;b&gt;&lt;i&gt;Shahih&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-nya. &lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir: "Sesungguhnya Bukhari dan Muslim tidak memasukkan seluruh hadits-hadits shahih dalam kitabnya. Bahkan beliau berdua telah menshahihkan hadits-hadits yang bukan di dalam kitab Shahih-nya sebagaimana dinukil oleh Tirmidzi dan lainnya bahwa Bukhari telah menshahihkan hadits-hadits di luar kitabnya, seperti dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sunan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan lainnya. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;al-Ba'itsul Hatsis&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hal. 25) (Diringkas dari &lt;b&gt;&lt;i&gt;Asyrathu as-Sa'ah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hal. 269-270)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Golongan Ifrath&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kaum Syi'ah mengaku-aku Imam Mahdi yang akan muncul pada akhir zaman adalah dari golongannya. Mereka mengatakan bahwa ia sudah lahir, namanya Muhammad bin al-Hasan al-Askari al-Muntadhar dari turunan Al Husain dan masuk ke gua Saamirra ketika berumur lima tahun. Kemudian mereka menunggunya setiap saat dengan memanggil-manggil namanya di depan gua tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ucapan para ulama tentang pendapat Syi'ah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qoyyim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam kitabnya &lt;b&gt;&lt;i&gt;al-Manarul Munif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ketika berbicara tentang Imam Mahdi, berkata: "Beliau adalah seorang dari kalangan ahlul bait Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dari turunan Hasan bin Ali &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;, akan keluar di akhir zaman ketika dunia telah dipenuhi oleh kejahatan dan kedhaliman, kemudian ia memenuhinya dengan kebaikan dan keadilan. Mayoritas hadits-hadits menunjukkan yang demikian..." Kemudian beliau berkata: "Adapun Rafidhah Imamiyyah memiliki ucapan lain, yaitu: Al Mahdi adalah Muhammad bin Al Hasan Al-Askari Al Muntadhar dari turunan Husain bin Ali &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; dan turunan Al Hasan. Yang hadir di semua negeri tetapi ghaib dari pandangan mata, masuk ke gua Saamirra ketika masih kecil, lima ratus tahun yang lalu lebih. Setelah itu tidak pernah terlihat lagi oleh mata dan tidak pernah bisa diraba berita atau jejaknya. Setiap hari mereka menunggunya, mereka berdiri dengan membawa kuda tunggangan di pintu gua dan menjerit-jerit memanggil Imam Mahdi keluar menemui mereka: "Keluarlah wahai maulana! Keluarlah wahai maulana! Kemudian mereka pulang dengan kegagalan. Demikianlah tingkah mereka setiap hari."&lt;br /&gt;Setelah itu Ibnul Qayyim berkata: "Sungguh mereka telah menjadikan diri mereka bahan tertawaan manusia, dan menjadi cemoohan orang yang berakal." (&lt;b&gt;&lt;i&gt;al-Manarul Munif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Ibnul Qayyim, hal. 151-152)&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kitabul Fitan Wal Malahim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; berkata: "Pasal, tentang Al-Mahdi yang akan muncul di akhir zaman, yang merupakan salah seorang dari khalifah-khalifah yang lurus dan imam-imam yang mendapatkan petunjuk. Dia bukanlah Al-Muntadhar yang diyakini kaum Syi'ah dan diharapkan -oleh mereka- munculnya dari gua Saamirra. Karena semua itu kenyataannya tidak ada, tidak terlihat wujudnya tidak ada pula tanda-tandanya. Mereka menganggap imam Mahdi itu adalah Muhammad bin al-Hasan al-Askari yang masuk ke gua."&lt;br /&gt;Kemudian beliau berkata juga: "Al-Mahdi akan keluar dari arah Masyriq, bukan dari gua Samirra seperti anggapan orang-orang bodoh dari kalangan Rafidhah, yang menganggapnya sudah ada sekarang dan mereka terus menunggu keluarnya di akhir zaman. Sungguh ini adalah sebuah igauan dan kerendahan yang dilemparkan oleh setan. Karena tidak ada dalil, tidak ada bukti, tidak dari kitab Al-Qur'an, tidak dari As-Sunnah, tidak dari akal yang sehat dan tidak pula dari Istihsan." (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Fitan Wal Malahim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, 1/29). &lt;br /&gt;Al-Imam As-Safarini berkata dalam kitabnya &lt;b&gt;&lt;i&gt;Lawami'ul Anwar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; setelah menerangkan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah tentang Imam Mahdi sebagai berikut: "Adapun anggapan syi'ah yang mengatakan bahwa namanya Muhammad bin Al-Hasan, yakni Muhammad bin Al-Hasan Al-Askari maka itu hanyalah igauan karena Muhammad bin Al-Hasan telah mati dan warisan bapaknya telah diambil oleh pamannya Ja'far." (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Lawami'ul Anwar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, juz II hal. 84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendapat Ahlus Sunnah tentang Imam Mahdi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah meyakini akan datangnya Imam al-Mahdi di akhir zaman, namun bukan seperti Al-Mahdi yang digambarkan oleh syi'ah. Ahlus sunnah meyakini apa yang dikabarkan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; sebagaimana apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; bahwa Beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;لاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى تَمْلِكَ الْعَرَبُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي، وَاسْمُ أَبِيْهِ اسْم أَبِي، يَمَْلأُ اْلأَرْضُ عَدْلاً وَقَسْطً كَمَا مَلَئَتْ جِوَارًا وَظُلْمًا. (رواه أبو داود والترمذي، وحسنه الألالباني في مشكاة المصابيح)&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Tidak akan hilang dunia hingga arab dikuasai oleh seorang dari Ahli Baitku, namanya mencocoki namaku dan nama bapaknya mencocoki nama bapakku. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedzaliman dan kejahatan."&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;HR. Abu Dawud&lt;/b&gt; dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kitabul Mahdi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; 4/473, Tirmidzi dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kitabul Fitan bab Maa Jaa`a fil Mahdi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; 4505 dan beliau berkata hadits ini hasan shahih. Berkata Syaikh al-Albani: sanadnya hasan. Lihat &lt;b&gt;&lt;i&gt;Misykatul Mashabih&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; 3/1501 hadits 5425).&lt;br /&gt;Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan bahwa Imam Mahdi akan muncul di akhir zaman dan namanya mencocoki nama Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan nama bapaknya. Berarti Imam Mahdi adalah seorang yang dilahirkan seperti manusia pada umumnya yaitu dari seorang bapak yang bernama Abdullah, sehingga beliau dipanggil dengan nama Muhammad bin Abdillah, bukan Muhammad bin al-Hasan al-Asykari.&lt;br /&gt;Nasehat untuk seluruh kaum muslimin Kita kaum muslimin semestinya berjalan di atas jalan tengah, tidak berlebihan dan tidak pula berkurang-kurangan. Tidak ekstrim, melampaui batas yang telah digariskan dan tidak pula &lt;i&gt;ta'ashub&lt;/i&gt; mengikuti hawa nafsu hingga menolak hadits-hadits yang shahih. Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya."&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;al-Hasyr&lt;/b&gt;: 7)&lt;br /&gt;Maka jika apa yang dibawa oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; kepada kita berupa perintah, terimalah sebagai perintah yang harus kita amalkan. &lt;br /&gt;Apa yang dibawa oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dalam bentuk larangan, maka terimalah sebagai larangan yang harus kita taati dengan meninggalkan apa yang dilarangnya. Demikian pula apa yang dibawanya dari berita-berita, maka harus kita terima sebagai berita yang jujur terpercaya dan harus kita imani. Seperti berita-berita dari Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tentang Imam Mahdi, Turunnya Isa &lt;i&gt;'alaihis salam&lt;/i&gt;, Dajjal dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;Allah mengancam orang-orang yang menyelisihi sunnah Rasul-Nya dengan ancaman-ancaman yang berat, seperti dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali."&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;an-Nisaa`&lt;/b&gt;: 115)&lt;br /&gt;Maka orang-orang yang diancam dalam ayat ini adalah orang yang menolak dan menentang ucapan Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; setelah jelas baginya keshahihan hadits tersebut.&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"... maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih."&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;an-Nuur&lt;/b&gt;: 63)&lt;br /&gt;Bahkan Allah menafikan keimanan dari mereka yang tidak mau tunduk kepada ucapan-ucapan dan keputusan-keputusan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya."&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;an-Nisaa`&lt;/b&gt;: 65)&lt;br /&gt;Maka yang terancam dengan ayat-ayat di atas adalah orang-orang yang tidak mau tunduk dengan sunnah-sunnah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, apakah dengan menolaknya atau dengan menambahinya. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari risalah dakwah &lt;b&gt;Manhaj Salaf&lt;/b&gt;, Edisi: 67/Th. II, tanggal 17 Jumadi Awwal 1426 H/24 Juni 2005 M, penulis Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-950281990357978474?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/950281990357978474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=950281990357978474' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/950281990357978474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/950281990357978474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/imam-mahdi.html' title='Imam MAHDI'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-233806684867443564</id><published>2009-11-19T11:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T11:48:11.037-08:00</updated><title type='text'>Shirotol Mustaqim</title><content type='html'>&lt;b&gt;Al-Sirath/Al-Sirath al-Mustaqim&lt;/b&gt; (&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab" title="Bahasa Arab"&gt;Arab&lt;/a&gt;: &lt;b&gt;الصراط&lt;/b&gt;) adalah jambatan/titian yang terbentang di atas permukaan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Neraka" title="Neraka"&gt;neraka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Jahannam" title="Jahannam"&gt;jahannam&lt;/a&gt; yang sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri. Setelah melepasi masa di &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Padang_Mahsyar" title="Padang Mahsyar"&gt;Padang Mahsyar&lt;/a&gt;, kaum Muslim akan dibentangkan sirath bagi mereka di atas neraka jahannam sehingga mereka melintasi di atasnya dengan kecepatan sesuai berdasarkan kadar keimanan mereka. Orang yang pertama kali melintasi titian Sirath itu adalah &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad" title="Nabi Muhammad"&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt;, kemudian Nabi Muhammad SAW berdiri di tepi sirath seraya berdoa, “Rabbi, selamatkan, selamatkan!”&amp;nbsp; Jika ada umat-Nya yang pernah menyekutukan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt; dengan kesyirikan besar dan belum bertaubat sebelum kematiannya, akan mengakibatkan kekekalan di dalam neraka.&lt;br /&gt;Adapun orang-orang &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kafir" title="Kafir"&gt;kafir&lt;/a&gt; dengan berbagai jenisnya, musyrikin, penyembah &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Berhala&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Berhala (tidak wujud)"&gt;berhala&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Atheis" title="Atheis"&gt;atheis&lt;/a&gt; dan yang lainnya, mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dibukakan ketujuh pintu neraka jahannam bagi mereka. Sesuai dengan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Surah_Az-Zumar" title="Surah Az-Zumar"&gt;Surah Az-Zumar&lt;/a&gt;: 71,&lt;br /&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;&lt;i&gt;Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya.&lt;/i&gt;(&lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Templat:Quran-s&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Templat:Quran-s (tidak wujud)"&gt;Templat:Quran-s&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;dan Surah &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Templat:Quran-s&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Templat:Quran-s (tidak wujud)"&gt;Templat:Quran-s&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;&lt;i&gt;Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.&lt;/i&gt;(&lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Templat:Quran-s&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Templat:Quran-s (tidak wujud)"&gt;Templat:Quran-s&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class="toc" id="toc"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;//&lt;![CDATA[if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tunjuk"; var tocHideText = "sorok"; showTocToggle(); } //]]&gt;&lt;/script&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Etimologi"&gt;Etimologi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Kata sirath secara akar bahasa memiliki erti 'tertelan'. Penamaan jambatan ini disebut sebagai jambatan Sirath adalah berdasarkan kedua &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hadis" title="Hadis"&gt;hadis&lt;/a&gt; sahih berikut iaitu, "Maka dibuatlah As-Sirath di atas jahannam .... "Dan diutus amanah dan kekerabatan, maka keduanya berdiri di kedua tepi As-Sirath ...."&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Wujud_Shirath"&gt;Wujud Shirath&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Jambatan yang menghubungkan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Padang_Mahsyar" title="Padang Mahsyar"&gt;Padang Mahsyar&lt;/a&gt; dengan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Syurga" title="Syurga"&gt;Syurga&lt;/a&gt;, menurut keterangan sahabat &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Abu_Said&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Abu Said (tidak wujud)"&gt;Abu Said&lt;/a&gt;, "Jambatan ini lebih kecil dari &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Rambut" title="Rambut"&gt;rambut&lt;/a&gt; dan lebih tajam dari &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Pedang" title="Pedang"&gt;pedang&lt;/a&gt;."&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Sesungguhnya &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt; telah menciptakan Sirath yang berada diatas neraka, iaitu jambatan yang terletak ditengah-tengah neraka &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Jahannam" title="Jahannam"&gt;jahannam&lt;/a&gt; yang sangat licin dan dapat menggelincirkan. Jembatan ini mempunyai 7 gardu (pos), yang setiap gardu jaraknya sama dengan perjalanan 3000 tahun, seribu tahun berupa tanjakan yang tinggi, seribu tahun berupa dataran, dan seribu tahun berupa lereng yang curam. Ia lebih kecil dan lembut dari pada rambut, lebih tajam dari pada pedang, dan lebih gelap dibandingkan malam yang pekat. Setiap gardu mempunyai 7 cabang, setiap cabang bentuknya bagai &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Panah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Panah (tidak wujud)"&gt;panah&lt;/a&gt; yang ujungnya tajam. Duduklah setiap hamba diatas setiap gardu tersebut dan ditanyakan kepadanya tentang perintah-perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Pertanyaan_di_setiap_pos"&gt;Pertanyaan di setiap pos&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Selama perjalanan di shirath, setiap seorang hamba akan ditanyakan tentang apa saja yang telah ia kerjakan selama hidupnya. Pertanyaan disetiap pos adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pos pertama &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Iman" title="Iman"&gt;iman&lt;/a&gt;,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pos kedua &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Solat" title="Solat"&gt;solat&lt;/a&gt;,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pos ketiga &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Zakat" title="Zakat"&gt;zakat&lt;/a&gt;,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pos keempat &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Puasa" title="Puasa"&gt;puasa&lt;/a&gt;,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pos kelima &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Haji" title="Haji"&gt;haji&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Umrah" title="Umrah"&gt;umrah&lt;/a&gt;,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pos keenam &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wuduk" title="Wuduk"&gt;wuduk&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Mandi_wajib" title="Mandi wajib"&gt;mandi wajib&lt;/a&gt;,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pos ketujuh tentang sikap terhadap kedua &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Orang_tua&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Orang tua (tidak wujud)"&gt;orang tua&lt;/a&gt;, menyambung tali persaudaraan dan penganiayaan terhadap sesama &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Makhluk&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Makhluk (tidak wujud)"&gt;makhluk&lt;/a&gt; hidup.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Jika seorang hamba meloloskan dari semua pertanyaan-pertanyaan ini, maka tetaplah ia pada pos dan jika tidak, maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka.&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat diceritakan: Sesungguhnya ketika &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt; melewati jambatan, maka &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Api" title="Api"&gt;api&lt;/a&gt; neraka berada di bawah telapak kaki mereka, ada yang berada diatas kepala mereka, ada yang berada di sebelah kanan dan kiri mereka, serta ada yang berada di belakang dan di depan mereka. Allah berfirman dalam &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Surah_Maryam" title="Surah Maryam"&gt;Surah Maryam&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;&lt;i&gt;Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu, hal itu bagi Tuhanmu adalah kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim didalam neraka dalam keadaan berlutut." (&lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Templat:Quran-s&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Templat:Quran-s (tidak wujud)"&gt;Templat:Quran-s&lt;/a&gt;).&lt;/i&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sedangkan api neraka itu selalu memakan tubuhnya, mulai dari &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kulit" title="Kulit"&gt;kulit&lt;/a&gt; sampai &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Daging" title="Daging"&gt;dagingnya&lt;/a&gt;, sehingga orang yang lewat diatas jambatan itu bagaikan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Arang" title="Arang"&gt;arang&lt;/a&gt; yang hitam, kecuali orang-orang yang selamat dari api neraka. Sebagian mereka ada yang melewati neraka tanpa disertai rasa takut terhadap apapun dari kesulitan dan tidak pula merasakan panasnya, hingga ia berkata pada akhir perjalanannya: "Dimanakah jembatan itu&amp;nbsp;?" Lalu dikatakan kepadanya: "Telah engkau lalui jembatan itu tanpa kesusasahan berkat rahmat Allah."&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sepuluh_kumpulan_manusia_di_Sirath"&gt;Sepuluh kumpulan manusia di Sirath&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Manusia yang pertama kali menginjakkan kakinya di Sirath adalah &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Muhammad" title="Muhammad"&gt;Muhammad&lt;/a&gt;, dia akan memimpin kumpulan-kumpulan umatnya. Kumpulannya terbagi menjadi 10 bagian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kumpulan pertama berjaya melintasi seperti &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kilat" title="Kilat"&gt;kilat&lt;/a&gt; yang memancar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumpulan kedua melintasi seperti &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Angin" title="Angin"&gt;angin&lt;/a&gt; yang kencang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumpulan ketiga melintasi seperti &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kuda" title="Kuda"&gt;kuda&lt;/a&gt; yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumpulan yang keempat seperti &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Burung" title="Burung"&gt;burung&lt;/a&gt; yang pantas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumpulan yang kelima berlari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumpulan keenam berjalan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk karena mereka dahaga dan penat. Dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka. Muhammad berhenti di atas Shirath. Setiap kali, Muhammad melihat seorang dari umatnya bergelayut di atas Shirath, kemudian ia akan menarik tangannya dan membangunkan dia kembali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumpulan kedelapan menarik muka-muka mereka dengan rantai kerana terlalu banyak kesalahan dan dosa mereka. Bagi yang buruk, mereka akan menyeru: "Wahai Muhammad!" Muhammad kemudian berkata: "Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan! Selamatkan mereka"!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumpulan kesembilan dan kesepuluh tertinggal di atas Shirath, mereka tidak diizinkan untuk menyeberang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dikatakan bahwa, di pintu syurga, ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira hanya Allah saja yang mengetahui. Di atasnya ada anak-anak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka belum baligh (dewasa). Apabila mereka melihat orang tua mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki surga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-233806684867443564?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/233806684867443564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=233806684867443564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/233806684867443564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/233806684867443564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/shirotol-mustaqim.html' title='Shirotol Mustaqim'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-8645776458086157244</id><published>2009-11-19T11:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T11:30:29.744-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Hari Kiamat&lt;/b&gt; merupakan hari yang digambarkan sebagai musnahnya seluruh alam dan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;bumi&lt;/a&gt; dan kebangkitan semula. &lt;i&gt;Kiamat&lt;/i&gt; berasal dari perkataan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab" title="Bahasa Arab"&gt;bahasa Arab&lt;/a&gt; iaitu &lt;b&gt;قيام&lt;/b&gt; yang bermaksud bangkit atau bangun. Ia merupakan satu kepercayaan dalam &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Agama_Ibrahim" title="Agama Ibrahim"&gt;agama Ibrahim&lt;/a&gt;, termasuk &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Yahudi" title="Yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kristian" title="Kristian"&gt;Kristian&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;.&lt;b&gt;Tanda-tanda Kiamat&lt;/b&gt; menurut agama &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; merupakan suatu petunjuk atau isyarat yang sudah hampirnya &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hari_Kiamat" title="Hari Kiamat"&gt;Hari Kiamat&lt;/a&gt;. Bermula dengan tanda-tanda kecil dan kemudian disusuli dengan tanda-tanda besar.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Tanda-tanda_besar"&gt;Tanda-tanda besar&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keluar sejenis binatang dari perut bumi yang digelar Dabbatul Ardhi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lahirnya &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Dajjal" title="Dajjal"&gt;Dajjal&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keluar asap tebal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Turunnya &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Isa_a.s." title="Nabi Isa a.s."&gt;Nabi Isa a.s.&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemunculan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Imam_Mahdi" title="Imam Mahdi"&gt;Imam Mahdi&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matahari terbit dari ufuk barat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keluarnya suku &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Yakjuj_dan_Makjuj" title="Yakjuj dan Makjuj"&gt;Yakjuj dan Makjuj&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diangkat al-Quran dan perkara-perkara yang baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Runtuhnya Ka'abah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdengar tiupan sangkakala pertama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada azan tak di jawab&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat, dan yang ketiga di Semenanjung Arab.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Tanda-tanda_kecil"&gt;Tanda-tanda kecil&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Didapati kini bahawa seluruh tanda-tanda kecil telah muncul dan terbukti seperti yang dinyatakan dalam &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hadis" title="Hadis"&gt;hadis&lt;/a&gt;. Kebanyakan hadis-hadis ini dapat ditemukan di dalam &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sahih_Muslim" title="Sahih Muslim"&gt;Sahih Muslim&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Sahih_Bukhari&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Sahih Bukhari (tidak wujud)"&gt;Sahih Bukhari&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Riwayat_Tarmizi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Riwayat Tarmizi (tidak wujud)"&gt;Riwayat Tarmizi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penaklukan Baitulmuqaddis&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Dari Auf b. Malik r.a., katanya, "Rasulullah s. a. w. telah bersabda:"Aku menghitung enam perkara menjelang &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hari_kiamat" title="Hari kiamat"&gt;hari kiamat&lt;/a&gt;." Baginda menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis." - Sahih Bukhari&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Zina bermaharajalela&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;"Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." - Sahih Muslim&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemimpin yang terdiri dari orang yang jahil dan fasik&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bermaharajalela alat muzik&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka."Ada yang bertanya kepada Rasulullah; "Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?" Baginda menjawab; "Apabila telah bermaharajalela bunyi-bunyian (muzik) dan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Penyanyi" title="Penyanyi"&gt;penyanyi-penyanyi&lt;/a&gt; wanita" - Ibnu Majah&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menghias masjid dan membanggakannya&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid" - Riwayat Nasai.&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Munculnya kekejian, memutuskan kerabat dan hubungan dengan tetangga tidak baik&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga." - Riwayat Ahmad dan Hakim&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ramai orang menuntut ilmu kerana pangkat dan kedudukan&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ramai orang soleh meninggal dunia&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimuka &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;bumi&lt;/a&gt;, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran - Riwayat Ahmad&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Orang hina mendapat kedudukan terhormat&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka' bin Luka'(orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia" - Riwayat Thabrani&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;"Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja." - Riwayat Ahmad&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang&amp;nbsp;&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.&lt;br /&gt;"Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang."&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bulan sabit kelihatan besar&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bulan" title="Bulan"&gt;bulan&lt;/a&gt; sabit." - Riwayat Thabrani&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapa-bapa kamu sebelumnya, kerana itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu" - Sahih Muslim&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyak saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar" - Riwayat Ahmad&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Negara Arab menjadi padang rumput dan sungai&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai." - Sahih Muslim&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyaknya sifat bohong dan ia menjadi perkata biasa&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;[&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt;perlu rujukan&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jarak-jarak antara pasar menjadi dekat (menunjukkan banyaknya kegiatan perdagangan)&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;[&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt;perlu rujukan&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Banyaknya sifat bohong, pendeknya waktu, dekatnya jarak-jarak antara pasar-pasar." - Riwayat Bukhari&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Manusia mewarnai rambut di kepalanya dengan warna hitam supaya kelihatan muda&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;[&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt;perlu rujukan&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang mencelupi rambut mereka dengan warna hitam seperti 'bulu merpati' yang mereka itu tidak akan mencium bau syurga." - Sahih Abu Daud &amp;amp; Nasai&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kekayaan umum dikuasai segelintir orang tanpa kebenaran dan tanpa rasa takut, termasuk rasuah dan mengambil harta secara tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;small&gt; &lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Akan terdapat banya pengkritik, pembawa-cerita, penikam-belakang dan pengejek dalam masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Orang akan mendirikan hubungan dengan orang tak dikenali dan memutuskan hubungan dengan yang rapat dan disayangi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Orang akan melakukan homoseksual.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Akan terdapat ramai anak luar nikah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;- Abdullah Ibn Mas'ood (R.A.)&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berkurangnya sifat amanah&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Terasa berat untuk menjalankan syariah (zakat dijadikan hutang)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lelaki mentaati isterinya tetapi menderhakai ibunya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;small&gt; &lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lelaki berkasar dengan bapanya tetapi beramah dengan rakannya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Suara manusia meninggi (menjerit dan berteriak) di masjid-masjid&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;small&gt; &lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemimpin suatu kaum adalah keji dan pemimpin suatu suku adalah fasik&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;small&gt; &lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lelaki dihormati bukan kerana budi dan kebaikan tetapi kerana takut akan kejahatannya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Dari Ali dan Abu Hurairah r.a.: "Apabila harta rampasan perang (milik umum) dikuasai segelintir orang sahaja, barang amanah menjadi rampasan, harta &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Zakat" title="Zakat"&gt;zakat&lt;/a&gt; menjadi hutang, seorang lelaki mentaati isterinya dan menderhakai ibunya, berbuat baik kepada temannya dan berbuat kasar kepada bapanya, suara-suara tinggi di masjid-masjid, yang menjadi pemimpin suatu kaum (bangsa) adalah orang yang hina (berkelakuan/bersifat keji) di antara mereka dan orang yang menjadi ketua suatu suku (kabilah) adalah orang fasik di antara mereka, seorang lelaki dihormati kerana takut jahatnya, arak biasa diminum, sutera biasa dipakai (oleh lelaki), munculnya &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Penyanyi" title="Penyanyi"&gt;penyanyi&lt;/a&gt; perempuan dan alat-alat &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Muzik" title="Muzik"&gt;muzik&lt;/a&gt;, orang yang di kalangan umat terkemudian akan melaknat (mengutuk) umat terdahulu, maka ketika itu hendaklah mereka menunggu kedatangan angin merah atau pembalikan bumi atau keburukan bentuk-bentuk atau tanda-tanda yang beriringan seperti tali yang putus maka jatuhlah biji secara berterusan". - Riwayat Tarmizi&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Anggota polis semakin ramai yang menunjukkan semakin banyak kerosakan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;small&gt;-hadis bawah-&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mendahulukan lelaki menjadi imam bukan kerana ilmu tetapi kerana suara...&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;small&gt;-hadis bawah-&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penjualan jawatan atau kepemimpinan (politik wang)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;small&gt;-hadis bawah-&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memandang rendah kepada darah&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Rasulullah bersabda: "Bersegeralah untuk melakukan amal soleh apabila telah muncul enam perkara: perlantikan pemimpin yang boodoh, ramainya bilangan anggota polis, penjualan kepemimpinan, tiada penghargaan terhadap darah, pemutusan silaturrahim, orang mabuk menjadikan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al-Quran" title="Al-Quran"&gt;al-Quran&lt;/a&gt; sebagai alat nyanyi yang mereka mendahulukan seseorang antara mereka menjadi imam agar dapat menyanyikannya walaupun orang tersebut paling sedikit ilmunya." - Sahih Riwayat Tabrani &amp;amp; Ahmad&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Seorang isteri bekerja dalam satu syarikat dengan suaminya. (Malah isteri berpangkat lebih besar)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Dari riwayat Ibnu Masud: "Di pintu gerbang (dekatnya) &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hari_kiamat" title="Hari kiamat"&gt;hari kiamat&lt;/a&gt;: Salam hanya kepada orang yang khusus (sudah dikenalinya), tersebar dan berkembangnya perdagangan sehingga seorang isteri membantu suaminya berdagang" - Sahih Lighairihi Riwayat Ahmad&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Munculnya gaya hidup mewah dan manja di kalangan umat Islam&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Apabila umatku berjalan dengan sombong dan yang melayan mereka adalah putera-puteri raja, putera-puteri &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Parsi" title="Parsi"&gt;Parsi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Rom" title="Rom"&gt;Rom&lt;/a&gt;, maka orang yang paling buruk akan berkuasa terhadap orang yang paling baik (pilihannya)." - Riwayat Tarmizi, Sahih Abdullah ibnu Umar r.a.&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Orang fasik dimuliakan sedangkan orang mulia dan terhormat direndahkan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Sungguh hebat dia, sunggu jarang orang seperti dia dan sungguh pintar dia sedangkan di dalamnya tidak ada iman sedikitpun" - Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, Tarmizi, Ibnu Majah&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;sup class="noprint" title="Teks ini perlu petikan"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sumber_petikan" title="Wikipedia:Sumber petikan"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyak orang berharap untuk mati kerana banyaknya kekacauan ataupun kesengsaraan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;"Tidak akan berlaku kiamat sehingga apabila seorang lelaki melalui sebuah kubur maka ia akan berkata: 'Aduhai seandainya aku juga berada ditempatnya.'" - Riwayat Bukhari&lt;sup class="reference" id="cite_ref-2198Bukhari_1-0"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Tanda-tanda_kiamat_kecil#cite_note-2198Bukhari-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; dan Muslim&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyaknya berlaku &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi" title="Gempa bumi"&gt;gempa bumi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyaknya berlaku huru-hara yang menyebarkan kejahatan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyaknya berlaku pergaduhan dan pembunuhan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;"Kiamat tidak akan berlaku kecuali apabila ilmu telah diangkat, banyaknya berlaku &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi" title="Gempa bumi"&gt;gempa bumi&lt;/a&gt;, timbulnya huru-hara dan banyak pergaduhan iaitu pembunuhan - Sahih Bukhari&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Munculnya mati mendadak atau mati secara tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;small&gt;-hadis bawah-&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masjid dijadikan jalan iaitu seseorang muslim melalui masjid tanpa melakukan solat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table align="center" class="cquote" style="background-color: transparent; border-collapse: collapse; border-style: none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 35px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;“&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;Masjid dijadikan sebagai jalan-jalan dan timbulnya mati mendadak" - Hasan At-Tayalisy.&lt;/td&gt; &lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;”&lt;/td&gt;&lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style="color: #b2b7f2; font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 36px; font-weight: bold; padding: 10px; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-8645776458086157244?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/8645776458086157244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=8645776458086157244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/8645776458086157244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/8645776458086157244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/hari-kiamat-merupakan-hari-yang.html' title=''/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-3400107232656170853</id><published>2009-11-19T11:12:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T11:12:36.175-08:00</updated><title type='text'>siapakah DAJJAL ?</title><content type='html'>Dalam ajaran &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;, &lt;b&gt;Dajal&lt;/b&gt; (&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab" title="Bahasa Arab"&gt;b. Arab&lt;/a&gt;: الدّجّال &lt;i&gt;al-dajjāl&lt;/i&gt; "pembohong, penyamar") ialah suatu makhluk jahat yang akan muncul sebelum &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hari_Kiamat" title="Hari Kiamat"&gt;Hari Kiamat&lt;/a&gt;. Dalam ajaran &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kristian" title="Kristian"&gt;Kristian&lt;/a&gt;, Dajal dikenali sebagai &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Antichrist&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Antichrist (tidak wujud)"&gt;Antichrist&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;"Dajal" adalah kata Arab lazim, digunakan dalam kata "nabi palsu". Tetapi "Al-Dajal", dengan rencana pasti, merujuk kepada "Si Penyamar", satu pembohong spesifik akhir-masa. Ia adalah layak untuk nota yakni istilah Al-Masih Ad-Dajal (Bahasa Arab untuk "Si Masih Palsu") adalah terjemahan berkait dari istilah &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Suryani" title="Bahasa Suryani"&gt;Suryani&lt;/a&gt; "Meshiha Deghala", dimana telah menjadi kosa kata lazim dari Timur Tengah selama lebih 400 tahun sebelum penurunan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al-Quran" title="Al-Quran"&gt;al-Quran&lt;/a&gt;, melalui &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Peshitta&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Peshitta (tidak wujud)"&gt;Peshitta&lt;/a&gt; (dimana menggunakan istilah ini sebalik dari Greek "antichristos").&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Sifat-sifat"&gt;Sifat-sifat&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;strong class="selflink"&gt;Dajal&lt;/strong&gt; tidak disebut dalam al-Quran, tetapi pelbagai &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hadis" title="Hadis"&gt;hadis&lt;/a&gt; &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sunah" title="Sunah"&gt;Sunah&lt;/a&gt; menghuraikan sifat-sifat Dajal, seperti berikut (dimana lazimnya dipercayai oleh Muslim):&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dia (Dajal) adalah seorang pemuda yang rambutnya keriting, matanya menyembul keluar, menurut Rasulullah s.a.w. seperti Abdul Uzza bin Qathan. "Hendaknya diantara kamu bertemu dengannya,hendaklah membaca permulaan surat Al-Kahfi"(Sabda Rasulullah s.a.w). Sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak kemudian merusak kanan kirinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia akan fizikalnya berbentuk cacat, dan akan buta pada mata kirinya. Mata kanannya akan berkini tetapi ia akan jadi gelap (hitam). Dalam sebilangan hadith dia dirujuk sebagai satu-mata. Dia akan menunggang keldai putih dimana setiap langkah akan dibentang sebatu, akan makan api dan menghembus asap, terbang atas tanah dan menyeberang laut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia akan menipu para imam, mengajar mereka bahawa &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Syurga" title="Syurga"&gt;Syurga&lt;/a&gt; ialah &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Neraka" title="Neraka"&gt;Neraka&lt;/a&gt; dan sebaliknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Huruf Arab &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kaf" title="Kaf"&gt;kaf&lt;/a&gt;-&lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Fa_%28huruf_Arab%29" title="Fa (huruf Arab)"&gt;fa&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Ra_%28huruf_Arab%29" title="Ra (huruf Arab)"&gt;ra&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;kafara&lt;/i&gt;, bermaksud "&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kafir" title="Kafir"&gt;kafir&lt;/a&gt;") akan muncul pada dahinya dan akan dibaca oleh Muslim sebenar samada mereka boleh baca ataupun tidak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dia boleh melihat dan mendengar pelbagai benda di banyak tempat pada masa yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia mempunyai kuasa untuk mengelirukan manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia akan cuba meletakkan manusia pada takhta Tuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suatu hari pada musim kemarau, dia bakal menanya; adakah kau mahu api atau air? Jika anda memilih air itu bermakna yang anda minta adalah api, manakala jika anda minta api yang diberikan ialah air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia akan mendakwa diri sebagai Tuhan dan akan menipu manusia dalam berfikir yakni dia telah bangun dari kematian. Salah satu orang khusus akan dia bunuh dan kemudian dia akan kini menghidupkan dia, sesudah itu Allah akan menghidupkan dia. Dia takkan mempunyai kuasa ini lagi. Pada sumber lain (menurut kepada siri Akhirat oleh &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Anwar_al-Awlaki&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Anwar al-Awlaki (tidak wujud)"&gt;Anwar al-Awlaki&lt;/a&gt;), seorang lelaki beriman akan datang dari &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Madinah" title="Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt; terus ke Dajal, berdiri pada atas &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Uhud&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Uhud (tidak wujud)"&gt;Uhud&lt;/a&gt;, dan dengan beraninya mendakwa Dajal adalah Dajal. Dajal kemudian akan menyoalnya: "Adakah anda akan percayakan saya (yakni sayalah tuhan) jika saya bunuh anda dan kemudian menghidupkan anda?". Dajal akan melakukan sedemikian dan selepas penghidupannya lelaki beriman akan berkata bahawa dia semakin tidak percayakan kepada ketuhanan Dajal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sesiapa yang menolak dan enggan percaya dengannya akan menderita kemarau dan kebuluran manakala sesiapa yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sesetengah tradisi Islam mengaitkan yakni dia akan muncul pada &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Isfahan_%28bandar%29" title="Isfahan (bandar)"&gt;Isfahan&lt;/a&gt;, dan dia akan membawa &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Yahudi" title="Yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; Isfahan dan ramai bekas Muslim dan bekas Kristian menyokongnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia tidak berupaya memasuki &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Makkah_al-Mukarramah" title="Makkah al-Mukarramah"&gt;Makkah&lt;/a&gt; atau &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Madinah" title="Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Imam_Mahdi" title="Imam Mahdi"&gt;Imam Mahdi&lt;/a&gt; akan menentangnya dengan nama Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia akan dibunuh oleh &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Isa_a.s." title="Nabi Isa a.s."&gt;Nabi Isa a.s.&lt;/a&gt; dekat pagar &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Ludd" title="Ludd"&gt;Ludd&lt;/a&gt;, di mana Israel terdapat kini.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Perlindungan_dari_Dajal"&gt;Perlindungan dari Dajal&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad_s.a.w." title="Nabi Muhammad s.a.w."&gt;Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/a&gt; mengingatkan para pengikutnya untuk membaca sepuluh ayat dari &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Kahfi" title="Surah Al-Kahfi"&gt;Surah Al-Kahfi&lt;/a&gt; sebagai perlindungan dari Dajal. Baginda juga mengingatkan para pengikutnya untuk berdoa, "Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari musibah Dajal." Baginda juga menyatakan terdapat tiada musibah yang lebih hebat daripada Dajal sejak penciptaan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Adam_a.s." title="Nabi Adam a.s."&gt;Nabi Adam a.s.&lt;/a&gt; hingga Hari Kebangkitan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-3400107232656170853?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/3400107232656170853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=3400107232656170853' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3400107232656170853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3400107232656170853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/siapakah-dajjal.html' title='siapakah DAJJAL ?'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-2001359401847937319</id><published>2009-11-17T14:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T14:50:05.021-08:00</updated><title type='text'>Promosi Dajjal Dibalik Film 2012</title><content type='html'>Benarlah Ahmad Thomson ketika di dalam bukunya yang berjudul &lt;i&gt;Dajjal – The AntiChrist&lt;/i&gt; mengatakan bahwa dunia yang sedang kita jalani dewasa ini –terutama sejak hampir satu abad yang lalu- telah menjadi sebuah Sistem Dajjal. Peradaban dunia semenjak raibnya sistem Islam yang bernama Khilafah Islamiyyah telah perlahan namun pasti mengarah dan membentuk diri menjadi sebuah peradaban yang sarat dengan &lt;i&gt;Dajjalic Values&lt;/i&gt;. Kian hari kian nyata bahwa nilai-nilai Ilahi yang suci dan mulia secara sistematis mengalami marginalisasi alias penghapusan. &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sedemikian hegemoniknya sistem Dajjal sehingga menurut Ahmad Thomson bilamana dalam waktu dekat si oknum Dajjal muncul ke tengah umat manusia, maka ia akan segera dinobatkan menjadi pemimpin sistem tersebut. Sebab sistem yang dibangun dengan sebutan &lt;i&gt;Novus Ordo Seclorum&lt;/i&gt; (the New World Order) ini sangat compatible dengan karakteristik oknum Dajjal. Berbagai lini kehidupan telah dirancang dan dibentuk agar cocok dengan &lt;i&gt;the arrival of the AntiChrist&lt;/i&gt; (kedatangan Dajjal). Segenap lini kehidupan manusia yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, pertahanan-keamanan, pendidikan dan hukum dijauhkan dari &lt;i&gt;dienullah&lt;/i&gt; alias nilai-nilai Islam. Bahkan aspek &lt;i&gt;entertainment&lt;/i&gt;-pun diarahkan untuk menyambut kedatangan Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Oleh karenanya saudaraku, waspadailah berbagai filem yang dewasa ini menjadi primadona bentuk hiburan di abad modern. Salah satunya ialah filem box office yang dewasa ini sedang menyedot perhatian sebagian besar penduduk planet bumi, yaitu filem berjudul &lt;i&gt;2012&lt;/i&gt;. Apa sesungguhnya masalah filem ini?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, filem ini ingin mengkondisikan umat manusia untuk meyakini bahwa &lt;i&gt;the end of time&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;apocolypse atau&lt;/i&gt; –katakanlah- hari Kiamat bakal terjadi pada tanggal tertentu yang sudah bisa diprediksi, yaitu tanggal 21 desember tahun 2012. Ini merupakan suatu ramalan yang sangat berbahaya dari sudut pandang aqidah Islam. Mengapa? Karena Islam mengajarkan setiap kita untuk menyadari bahwa hanya Allah saja yang tahu kapan persisnya hari Kiamat bakal terjadi. Bahkan Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; juga tidak tahu kapan persisnya hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;&amp;nbsp;لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;&amp;nbsp;لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;&amp;nbsp;قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS Al-A’raaf ayat 187)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Satu-satunya isyarat soal jadwal hari Kiamat dari Rasulullah &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; hanyalah bahwa ia bakal terjadi pada hari Jumat. Namun jumat tanggal, bulan dan tahun berapa?&amp;nbsp; &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Rasulullah &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Dan tidak akan terjadi hari Kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka barangsiapa yang sesudah maupun sebelum menonton filem ini meyakini bahwa hari &lt;img align="left" alt="" border="2" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:PbZyNcuXLAypGM:http://wearemoviegeeks.com/wp-content/2012b.jpg" /&gt;Kiamat&amp;nbsp; pasti bakal terjadi pada tanggal 21 desember tahun 2012, berarti ia telah mempertaruhkan eksistensi aqidahnya. Sebab seorang muslim senantiasa meyakini bahwa hanya Allah Yang Maha Tahu perkara nyata maupun ghaib. Jika ada fihak selain Allah yang layak memberi tahu kita soal perkara ghaib seperti jadwal Kiamat, maka itu sepatutnya adalah Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; utusan Allah yang seringkali memang diberitahu Allah rahasia-rahasia perkara ghaib. Namun dalam hal ini kita tidak mendapati satu haditspun yang menjelaskan tanggal, bulan dan tahun kejadian hari Kiamat. Sikap mempercayai adanya fihak selain Allah yang mengetahui perkara ghaib bisa mengantarkan seseorang terjatuh kepada dosa &lt;i&gt;syirik&lt;/i&gt;...! Sebab ia rela mengalihkan kepercayaannya dalam perkara ghaib kepada fihak selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, filem 2012 ini ternyata berakhir dengan masih adanya segelintir manusia yang dapat &lt;i&gt;survive&lt;/i&gt; atau bertahan hidup sesudah dahsyatnya peristiwa hari Kiamat. Padahal dalam keimanan Islam, kita diajarkan bahwa pada saat Malaikat Israfil meniup sangkakala pertama kali sebagai tanda Kiamat berlangsung, maka segenap makhluk bernyawa akan dimatikan Allah. Bukti bahwa semua dimatikan ialah bahwa kemudian Malaikat Israfil akan meniup sangkakala kedua kalinya sebagai pertanda berlangsungnya hari Berbangkit, yaitu hari dimana kembalilah roh-roh ke jasadnya masing-masing untuk hidup kembali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;&amp;nbsp;إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Az-Zumar ayat 68)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Artinya, kita dapat menyimpulkan bahwa ide di balik filem ini sungguh mengerikan, karena ia ingin mengajak penonton mengingkari adanya Kiamat dalam pengertian aqidah Islam. Islam mengajarkan bahwa hari Kiamat merupakan &lt;i&gt;the day of total destruction of the whole universe by Allah the Al-Mighty Creator &lt;/i&gt;(hari penghancuran total alam semesta atas kehendak Pencipta Yang Maha Kuasa, Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt;). Hari Kiamat merupakan berakhirnya kehidupan fana dunia untuk selanjutnya akan hadir kehidupan abadi akhirat yang sangat berbeda dengan dunia fana ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sedangkan Kiamat menurut produser filem peradaban Sistem Dajjal hanyalah sebuah proses evolusi perjalanan kehidupan manusia di dunia. Sehingga setelah berlangsungnya &lt;i&gt;apocolypse &lt;/i&gt;masih ada segelintir manusia yang sanggup terus hidup melewati dahsyatnya hari kehancuran tersebut. Lalu tentunya akan ada sejenis kehidupan dan peradaban baru yang muncul di muka bumi. Selanjutnya, siapakah yang bakal memimpin dan berkuasa di dunia sesudah 2012?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, jika kita buka situs &lt;a href="http://www.whowillsurvive2012.com/"&gt;www.whowillsurvive&lt;b&gt;2012&lt;/b&gt;.com&lt;/a&gt; yang merupakan 2012 - Official Movie Site, maka bila Anda klik kotak berjudul ”The Experience”, maka Anda akan temukan salah satu kotak pilihan lagi dengan judul &lt;i&gt;Vote For The Leader of the Post 2012 World&lt;/i&gt; (Pilihlah Pemimpin Dunia Paska 2012). Apakah gerangan maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;img align="left" alt="" border="2" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:mfda53IVxtR20M:http://bp2.blogger.com/_ddrGzYmazjY/RxFVwCsLHbI/AAAAAAAAAW8/Ne0e7tZnAkY/s400/2012%2BDoomsday.jpg" /&gt;Saudaraku, sungguh saya khawatir bahwa gagasan mendasar di balik filem ini ialah keinginan produsernya untuk secara implisit mempromosikan kehadiran Sang Penyelamat Dunia Palsu yaitu Dajjal. Lalu Dajjal akan digambarkan sebagai Pemimpin dan Pelindung para &lt;i&gt;survivors&lt;/i&gt; (orang-orang yang berhasil selamat melewati bencana 2012). Sungguh, mereka benar-benar berharap bahwa umat manusia akan memandang Dajjal sebagai figur pemilik surga dan neraka, alias dialah Tuhan. Barangsiapa mematuhinya dan merasa butuh kepadanya bakal diberikan surga kepadanya. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dan merasa tidak butuh kepadanya bakal dimasukkan ke dalam neraka Dajjal. Sehingga Rasulullah &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنَّ مَعَهُ جَنَّةً وَنَارًا فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Dan sesungguhnya di antara fitnahnya Dajjal memiliki surga dan neraka. Maka nerakanya adalah surga (Allah) dan surganya adalah neraka (Allah).” (HR Ibnu Majah)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka sudah tiba masanya bagi setiap muslim untuk mempersiapkan diri dan keluarganya dari fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah Dajjal. Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; mengajarkan beberapa kiat untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;img alt="" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:npxksgEWfuWE3M:http://theallseeingeye.tv/masonic%2520star.gif" /&gt;Pertama&lt;/i&gt;, bacalah doa permohonan perlindungan Allah pada saat duduk sholat tahiyyat terakhir dalam sebelum salam kanan dan kiri:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari azab jahannam,&amp;nbsp; dari azab kubur,&amp;nbsp; dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;bacalah surat Al-Kahfi di malam Jumat atau hari Jumat sesuai hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة فأدرك&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;&amp;nbsp;الدجال لم يسلط عليه ، - أو قال : لم يضره&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi di hari Jumat, maka Dajjal tidak bisa menguasainya atau memudharatkannya.” &lt;/i&gt;&lt;i&gt;(HR Baihaqi)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Ketiga, &lt;/i&gt;hafalkan sepuluh ayat pertama surat Al-Kahfi sesuai hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal." &lt;/i&gt;&lt;i&gt;(HR Abu Dawud)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Keempat, &lt;/i&gt;menjauh dan tidak berkeinginan mendekati Dajjal pada masa kemunculannya telah tiba sesuai hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ فَوَاللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيهِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يَبْعَثُ بِهِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;&amp;nbsp;مِنْ الشُّبُهَاتِ أَوْ لِمَا يَبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ هَكَذَا قَال&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa mendengar tentang Dajjal, hendaknya ia berupaya menjauh darinya, sebab -demi Allah- sesungguhnya ada seseorang yang mendekatinya (Dajjal) sedang ia mengira bahwa Dajjal tersebut mukmin kemudian ia mengikutinya karena faktor syubhat (tipu daya) yang ditimbulkannya." &amp;nbsp;(HR Abu Dawud)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Kelima, &lt;/i&gt;menetap di Mekkah atau Madinah pada masa Dajjal telah keluar dan berkeliaran dengan segenap fitnah yang ditimbulkannya. Sebagaimana hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ &lt;b&gt;إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ&lt;/b&gt; وَلَيْسَ نَقْبٌ مِنْ أَنْقَابِهَا إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ تَحْرُسُهَا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;"Tidak ada negeri (di dunia) melainkan akan dipijak (dilanda/diintervensi) oleh Dajjal kecuali Mekah dan Madinah kerana setiap jalan dan lereng bukit dijagai oleh barisan Malaikat." &lt;/i&gt;&lt;i&gt;(HR Bukhari-Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-2001359401847937319?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/2001359401847937319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=2001359401847937319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/2001359401847937319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/2001359401847937319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/promosi-dajjal-dibalik-film-2012.html' title='Promosi Dajjal Dibalik Film 2012'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-2286808806364438192</id><published>2009-11-17T14:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T14:31:44.782-08:00</updated><title type='text'>Nabi DAUD AS</title><content type='html'>&lt;b&gt;Nabi Daud a.s&lt;/b&gt; (&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Ibrani" title="Bahasa Ibrani"&gt;Ibrani&lt;/a&gt;: דָּוִד, &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Ibrani#Ibrani_Moden" title="Bahasa Ibrani"&gt;Inggeris&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Davíd&lt;/i&gt; &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Vokalisasi_Tiberia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Vokalisasi Tiberia (tidak wujud)"&gt;Tiberia&lt;/a&gt; &lt;i&gt;&lt;span class="Unicode"&gt;Dāwíð&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab" title="Bahasa Arab"&gt;Arab&lt;/a&gt;: داوود or داود, &lt;i&gt;&lt;span class="Unicode"&gt;Dā'ūd&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;; &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Ge%27ez" title="Bahasa Ge'ez"&gt;Ge'ez&lt;/a&gt;:ዳዊት, &lt;i&gt;Dāwīt&lt;/i&gt;) merupakan seorang &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi" title="Nabi"&gt;nabi dan rasul&lt;/a&gt; dalam agama &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;. Baginda juga dikenali sebagai &lt;b&gt;David&lt;/b&gt; dalam &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Agama_Yahudi" title="Agama Yahudi"&gt;agama Yahudi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kristian" title="Kristian"&gt;Kristian&lt;/a&gt;. Baginda merupakan raja kedua dan yang paling terkenal dalam kerajaan Israel. Nabi Daud menerima kitab &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Zabur" title="Zabur"&gt;Zabur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Daud ialah nabi dan raja &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bani_Israel" title="Bani Israel"&gt;Bani Israel&lt;/a&gt;. Semenjak masih muda telah menyertai tentera Bani Israil di bawah pimpinan Thalut melawan pasukan bangsa Palestin yang dipimpin Jalut (&lt;i&gt;Goliath&lt;/i&gt;). Malahan Nabi Daud yang membunuh Jalut, sehingga dipuji sebagai pahlawan perang. Setelah Raja Thalut meninggal, Nabi Daud menggantikannya sebagai raja. Allah SWT mengangkat Daud sebagai nabi dan rasul-Nya. Kepadanyalah diturunkan kitab &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Zabur" title="Zabur"&gt;Zabur&lt;/a&gt;. Beliau memiliki sejumlah mukjizat, seperti suara yang merdu, kecerdasan akal, mengerti bahasa burung, dan melembutkan besi.&lt;br /&gt;Nabi Daud meninggal dalam usia 100 tahun dan dikebumikan di &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Baitul_Muqaddis" title="Baitul Muqaddis"&gt;Baitul Muqaddis&lt;/a&gt;. Beliau digantikan puteranya Nabi &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sulaiman" title="Sulaiman"&gt;Sulaiman&lt;/a&gt; yang kemudiannya menjadi nabi.&lt;br /&gt;Nabi DAUD adalah anak bungsu dari tiga belas bersaudara. Ayahnya bernama Yisya. Ia adalah generasi ke-13 dari keturunan Nabi Ibrahim. Ia berasal dari keluarga Bani Israil. Mereka bermukim di Betlehem, yang kemudian menjadi kota kelahiran Nabi Isa a.s. Ketika mulai dewasa, Daud dan dua kakaknya ikut berperang melawan pasukan Jalut dari Filistin (Palestina) yang menjajah Bani Israil. Karena berhasil mengalahkan Jalut, Daud dinikahkan oleh Raja Talut dengan Mikyal, putrinya. Mikyal sangat setia kepada Daud. Raja Talut, yang sebelumnya berniat membunuh Daud, akhirnya meninggalkan mahkota kerajaannya. Daud dinobatkan menjadi raja Bani Israil ketika masih berusia di bawah 30 tahun. Ia kemudian menjadikan Baitulmakdis (Yerusalem) ibukota kerajaannya. Ketika berusia 40 tahun, Daud menerima risalah kenabian. Allah Swt. memberinya kitab Zabur (Q.4:163; 17:55) dan beberapa mu'jizat. Nabi Daud a.s. memerintah Bani Israil selama sekitar 40 tahun dan dianugerahi usia 100 tahun 6 bulan. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi DAUD dan TALUT &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Suatu ketika Talut maju ke medan perang bersama pasukannya. Daud yang baru berusia 9 tahun juga ikut mengangkat senjata bersama kedua kakaknya. Di tengah perjalanan, pasukan Talut menghadapi berbagai ujian. Kebanyakan pasukan Talut tidak sanggup menjalani ujian- ujian itu. Pada awalnya, pasukannya berjumlah 80.000 (riwayat lain: 303.313) orang, kemudian menyusut menjadi 319 (riwayat lain: 313). Meskipun demikian, Talut tetap maju melawan Jalut. Kedua pasukan pun bertemu dan terjadilah perang tanding satu lawan satu. Daud juga mendapat giliran. Ia berani melawan Jalut, pemimpin pasukan lawan. Melihat sosok kecil Daud, Jalut meremehkannya dengan menggertak, " Enyahlah kau, aku tidak suka membunuh anak kecil." Tidak mau kalah, Daud menyahut, " Aku suka membunuhmu." Serangan Daud ternyata merepotkan Jalut. Daud mampu mengalahkan, bahkan membunuh Jalut. Dengan demikian, pasukan Talut memetik kemenangan. Keberhasilan Daud ini menjadi buah bibir di kalangan Bani Israil. &lt;br /&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;SAMUEL DAN TALUT &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Suatu ketika Allah Swt. mengutus seorang pemimpin agama, Samuel, ke tengah Bani Israil. Berkat kepemimpinannya, Bani Israil bersatu kembali, namun tidak memiliki seorang pemimpin yang mampu menghimpun kekuatan yang tercerai-berai. Samuel menerima petunjuk dari Allah Swt. untuk memilih Talut menjadi raja dan pemimpin perang Bani Israil, padahal ia belum mengenal Talut. Tiba-tiba Talut menemui Samuel, ketika ia sedang mencari ternaknya yang hilang. Mereka berdua pun menemui bangsa Israil. Di hadapan mereka, Samuel menegaskan bahwa Talut adalah raja dan pemimpin Bani Israil. Semula mereka tidak sepenuhnya patuh kepada Talut karena ia seorang petani dan peternak miskin dari desa. Bangsa Israil tidak menyangka kalau Talut menyimpan tabut di rumahnya. Mereka pun segera menghormati Talut sebagai raja pertama Israil dan memintanya menjadi pemimpin untuk melawan pasukan Jalut dan bangsa Filistin. &lt;br /&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;TABUT &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Sebelum dipimpin Talut, Bani Israil dipimpin oleh para hakim selama 356 tahun, Mereka melupakan ajaran Nabi Musa a.s. dan tidak pernah lagi membuka tabut, yakni peti pemberian Allah Swt. yang berisi kitab Taurat. Bani Israil menjadi lemah karena sering berselisih. &lt;br /&gt;&lt;b style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;i style="background-color: blue;"&gt;MUKJIZAT NABI DAUD AS&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Nabi Daud a.s. dikaruniai suara yang sangat merdu. Ketika mendengar Daud melagukan ayat kitab Zabur, orang dan jin yang sakit menjadi sembuh, burung-burung terbang mendekat, angin menjadi tenang, gunung serta burung pun bertasbih kepada Allah Swt. Daud dikaruniai beberapa mukjizat oleh Allah Swt. Ia diberi kemampuan untuk melunakkan besi dengan tangannya -tanpa api- lalu menenunnya menjadi baju zirah (Q.34:10-11). Daud juga dikaruniai ilmu pengetahuan dan kepandaian untuk menghakimi suatu perkara secara bijaksana (Q.38:18-20).&lt;br /&gt;PELANGGARAN SABAT &lt;br /&gt;&amp;nbsp;Banyak ajaran Nabi Musa a.s. yang harus ditaati oleh Bani Israil. Salah satu di antaranya adalah larangan berdagang dan melaksanakan hal duniawi pada hari Sabat (Sabtu). Nabi Daud a.s. mempertahankan larangan itu bagi seluruh Bani Israil. Daud meminta agar bangsa Israil menyucikan hari Sabat. tapi ada saja yang mengabaikannya. Pada suatu hari Sabat, pasar menjadi sepi. Ikan di laut berenang dengan bebas dan terapung- apung di permukaan air dekat desa Ailat, di tepi Laut Merah. Para nelayan Ailat belum pernah melihat ikan sebanyak itu pada hari lain. Karena itu, mereka menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan menangkap ikan. Melihat itu, Daud berdoa kepada Allah Swt. agar mereka diberi ganjaran dengan siksa dan azab yang setimpal. Doa itu dikabulkan oleh Allah Swt., lalu terjadilah gempa bumi dahsyat yang membinasakan mereka yang membangkang serta mengabaikan hari Sabat (Q.7:163-165).&lt;br /&gt;MIKYAL &lt;br /&gt;&amp;nbsp;Karena berhasil mengalahkan Jalut, Daud dinikahkan oleh Talut dengan putrinya, Mikyal. Tapi kemudian Talut iri kepada kemasyhuran Daud. Maka dengan tipu daya ia berusaha menyingkirkannya. Ia menyuruh Daud berperang melawan orang Kanaan yang hendak menyerang Bani Israil. Tapi ternyata Daud mampu mengalahkan mereka. Talut kecewa karena siasatnya gagal, sebaliknya Daud semakin disanjung dan dihormati. Talut lalu berniat membunuh Daud. Mendengar niat jahat ayahnya, Mikyal menyampaikannya kepada suaminya. Untuk mengamankan diri, Daud melarikan diri. Kepergian Daud ini memicu rasa benci rakyat kepada Talut. Rakyat dan tentara pun akhirnya berpaling mengikuti Daud. &lt;br /&gt;PERINGATAN NABI DAUD &lt;br /&gt;&amp;nbsp;Talut dan pengikutnya terus mengejar Daud. Tetapi Daud mengetahuinya, lalu mengutus mata-mata untuk mengintai keberadaan tentara Talut. Utusan itu melaporkan bahwa Talut bersama tentaranya sedang tertidur nyenyak di sebuah lembah. Daud menggunakan kesempatan ini dan berhasil menyusup ke persembunyian Talut, lalu memotong sudut baju Raja (kisah lain menyebutkan "mengambil lembing sang raja"). Sekiranya berniat, ia bisa saja membunuh Talut, tetapi ia hanya meminta agar Talut bertobat. Ternyata, peringatan ini tidak digubriskan oleh Talut yang keras hati dan tetap ingin mempertahankan kekuasaan. &lt;br /&gt;PERTOBATAN TALUT &lt;br /&gt;&amp;nbsp;Daud tidak jemu- jemunya mengingatkan Talut, bahwa pengawalnya tidak akan mempu menyelamatkannya apabila Allah Swt. hendak mencabut nyawanya. Peringatan ini berhasil menyadarkan Talut. Ia menanggalkan mahkotanya, lalu pergi ke luar kota. Di sana ia mengisi hidupnya dengan pertobatan hingga akhir hayatnya (sekitar 1010 SM). &lt;br /&gt;NABI DAUD: RAJA BANI ISRAIL &lt;br /&gt;&amp;nbsp;Setelah Talut meninggalkan tahtanya, Daud dinobatkan oleh rakyat menjadi raja Israil (Q.38:26). Menurut para ahli, Daud memerintah selama sekitar 40 tahun (1010 SM - 970 SM). Ia termasuk salah satu dari nabi yang menjadi raja dan berhasil menundukkan suku-suku tetangga Bani Israil di tanah Kanaan. Kerajaan Daud mendapat pengukuhan dari Tuhan (Q.38:18-20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Kisah Nabi Daud Dengan Ulat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu. &lt;br /&gt;Lalu Nabi Daud A.S. berkata pada dirinya, "Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?" &lt;br /&gt;Sebaik sahaja Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu berkata-kata. Lalu ulat merah itu pun mula berkata-kata kepada Nabi Daud A.S. "Wahai Nabi Allah! Allah S.W.T telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca 'Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar' setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca 'Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim' setiap malam sebanyak 1000 kali. &lt;br /&gt;Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud A.S. "Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?" &lt;br /&gt;Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah S.W.T. maka Nabi Daud A.S. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T. &lt;br /&gt;Begitulah sikap para Nabi A.S. apabila mereka menyedari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T. Kisah-kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa sahaja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Dahsyatnya Suara Nabi Daud AS&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak pernah mendengar tentang Nabi Daud AS? &lt;br /&gt;Manusia pertama pembuat baju perang dari besi, pembawa kitab                                   Zabur dan &lt;br /&gt;seorang nabi yang oleh Allah diberi anugrah suara yang indah. Bahkan &lt;br /&gt;suara merdunya membuat 400 orang langsung meninggal dunia   &lt;a ;="" class="tags" href="http://id.shvoong.com/tags/ketika/" onclick="javascript:counttag('Ketika', 1, 1751867)"&gt;&lt;span&gt;ketika&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;mendengarnya!Ceritanya begini. Pernah suatu ketika Daud AS akan membaca Zabur. Sudah menjadi tradisi, bila Daud AS &lt;br /&gt;akan membaca Zabur kaum Israil, jin, hewan dan gunung ikut pula &lt;br /&gt;mendengarnya. Lalu, dia keluar ke tanah lapang. Kaum Israil sudah &lt;br /&gt;berada di baris kedua (di belakang Daud AS), baris ketiga para jin, sedangkan semua hewan berada di depan Daud AS, tak terkecuali &lt;a ;="" class="tags" href="http://id.shvoong.com/tags/burung/" onclick="javascript:counttag('Burung', 1, 1751867)"&gt;&lt;span&gt;burung&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;-burung. Semua jenis burung sudah bertengger di atas kepala kaum Israil menunggu bacaan Daud AS. &lt;br /&gt;Ketika &lt;br /&gt;Zabur dibaca oleh Nabi Daud AS dengan suaranya yang begitu merdu, &lt;br /&gt;seketika itu juga 400 orang meninggal karena tidak kuat mendengar suara &lt;br /&gt;Daud tersebut.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Doa Nabi Daud AS &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Nabi Daud &lt;i&gt;’alihis-salaam &lt;/i&gt;merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad&lt;em&gt; shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;. Nabi Daud &lt;i&gt;’alihis-salaam &lt;/i&gt;sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir.&amp;nbsp; Inilah penjelasan Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; mengenai doa Nabi Daud tersebut: &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="rtl"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/doa_nd_1a.jpg" style="display: block; padding-bottom: 1em;" width="372" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Rasulullah &lt;/i&gt;&lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&lt;i&gt; bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah&lt;/i&gt;&lt;em&gt; shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&lt;i&gt; mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” &lt;/i&gt;&lt;i&gt;(HR Tirmidzi 3412) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Nabi Daud ’alihis-&lt;img alt="" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:IV_7OH6mENq1GM:http://ekayunizar.files.wordpress.com/2008/11/allah-11.jpg" style="display: block; padding-bottom: 1em;" width="372" /&gt;salaam&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;memohon cinta Allah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah &lt;i&gt;Ar-Rahman Ar-Rahim&lt;/i&gt; (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia –bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia –bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha&amp;nbsp; Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sebab itulah Nabi Daud &lt;i&gt;’alihis-salaam &lt;/i&gt;tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud &lt;i&gt;’alihis-salaam&lt;/i&gt;. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud &lt;i&gt;’alihis-salaam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="rtl"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/doa_nd_2a.jpg" style="display: block; padding-bottom: 1em;" width="372" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Dari Nabi&lt;/i&gt;&lt;em&gt; shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&lt;i&gt; beliau bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia.” Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya.” (HR Bukhary 5580)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:u3BjqZ-2xZyD8M:http://img470.imageshack.us/img470/854/palestineir8.jpg" style="display: block; padding-bottom: 1em;" width="372" /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Nabi Daud ’alihis-salaam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud &lt;i&gt;’alihis-salaam &lt;/i&gt;memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hal ini sangat berkaitan dengan &lt;i&gt;Al-Wala’ dan Al-Bara’ &lt;/i&gt;(loyalitas dan berlepas diri).&amp;nbsp; Yang dimaksud dengan&lt;i&gt; &amp;nbsp;Al-Wala’ &lt;/i&gt;&amp;nbsp;ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan &lt;i&gt;Al-Bara’&lt;/i&gt; ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mu’min hendaknya kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, maka Nabi Daud &lt;i&gt;’alihis-salaam&lt;/i&gt; berdoa agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan ia sangat meyakini akan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-2286808806364438192?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/2286808806364438192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=2286808806364438192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/2286808806364438192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/2286808806364438192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/nabi-daud-as.html' title='Nabi DAUD AS'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-840408607702300613</id><published>2009-11-17T13:39:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T13:39:24.565-08:00</updated><title type='text'>Asal Usul Hajar Aswad</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;    &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Nabi Ibrahim a. s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a. s bersama Nabi Ismail bertungkus kumus untuk menjayakan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung. Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah. Nabi Ibrahim berkata Nabi Ismail berkata, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kemudian Nabi Ismail a. s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a. s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a. s memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a. s. Nabi Ibrahim a. s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a. s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”&lt;br /&gt;Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).”&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a. s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa sahaja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan sahaja. Ada riwayat menyatakan bahawa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a’alam.&lt;br /&gt;Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenan doa. Bagi yang ada kelapangan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah s. w. t.. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyengutukan Allah s. w. t., sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah. Ingatlah kata-kata Khalifah Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : “Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah s. a. w. menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad).”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-840408607702300613?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/840408607702300613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=840408607702300613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/840408607702300613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/840408607702300613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/asal-usul-hajar-aswad.html' title='Asal Usul Hajar Aswad'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-483674928500029806</id><published>2009-11-17T13:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T13:21:38.546-08:00</updated><title type='text'>Kisah Nabi Sulaiman a.s dan Kubah Ajaib</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;    Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah menerima wahyu daripada Allah supaya pergi ke tepi pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang di nyatakan di dalam wahyu. Baginda di iringi oleh kaum jin, manusia dan binatang. &lt;br /&gt;Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mengintai- ngintai untuk mencari sesuatu seperti yang dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari ,baginda belum lagi menjumpai apa-apa. Kata salah seorang daripada mereka “Mungkin tersalah tempat”. Tetapi baginda menjawab “Tidak, di sinilah tempatnya”. Nabi Sulaiman mengarahkan Jin Ifrit supaya menyelam kedalam laut untuk meninjau apa-apa yang pelik atau ajaib. Jin Ifrit menyelam agak lama juga barulah ia kembali kepada Nabi Sulaiman dan memaklumkan bahawa dia tidak menjumpai apa-apa benda yang ajaib. Tanya Nabi Sulaiman “Apakah kamu menyelam sehingga dasar laut” Jawab Jin Ifrit “Tidak”. Nabi Sulaiman pun mengarahkan Jin Ifrit yang kedua supaya menyelam sehingga ke dasar laut. Setelah puas menyelam dan mencari benda-benda yang di katakan oleh Nabi Sulaiman, Jin Ifrit yang kedua juga tidak menjumpai apa-apa yang ajaib dan ia melaporkan kepada Nabi Sulaiman. &lt;br /&gt;Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya telah berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan memohon kebenaran untuk menolongnya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian Asif menjumpai sebuah kubah yang sangant cantik. Kubah tersebut mempunyai empat penjuru, setiap penjuru mempunyai pintu. Pintu pertama diperbuat daripada mutiara, pintu kedua diperbuat daripada zamrud berwarna merah, pintu ketiga diperbuat daripada jauhar dan pintu keempat diperbuat daripada zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka luas, tetapi yang peliknya air tidak masuk kedalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka luas. &lt;br /&gt;Dengan kuasa yang diberikah oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh takjub di atas kebesaran Allah. Baginda berangkat untuk melihat kubah tersebut, setelah menjenguk ke dalam di dapati ada seorang pemuda berada di dalamnya. Pemuda tersebut masih belum sedar walaupun kubahnya telah diangkat ke darat kerana asyik bermunajah kepada Allah. Nabi Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut. Pemuda tersebut menyambut salam dengan perasaan terkejutnya apabila melihat orang ramai sedang berada disitu. Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahawa beliau adalah Nabi Allah Sulaiman. Pemuda itu bertanya “Dari manakan mereka ini dan bagaimana mereka datang?”. Pemuda itu merasa kehairan dan setelah menjenguk keluar dia mendapati bahawa kubahnya telah berada di darat. Nabi Sulaiman memberitahu pemuda itu bahawa mereka datang kerana diperintahkan oleh Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya. &lt;br /&gt;Setelah mendapat izin dari pemuda itu Nabi Sulaiman meninjau ke dalamnya untuk melihat benda yang ajaib yang dihiasi di dalamnya. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu sungguh menakjubkan. Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia boleh berada di dalam kubah ini yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahawa dia telah berkhidmat kepada kedua ibu bapanya selama 70 tahun. Bapanya seorang yang lumpuh manakala ibunya pula seorang yang buta. Suatu hari ketika ibunya hendak meninggal dunia, ibunya memanggilnya dan memaklumkan bahawa ibunya telah rela diatas khidmat yang diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umur dan sentiasa taat kepada Allah. Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapanya pula meninggal dunia. Sebelum bapanya meninggal dunia, bapanya juga telah memanggilnya dan memaklumkan bahawa dia juga telah rela diatas khidmat yang diberkan olehnya. Bapanya telah berdoa sebelum meninggal dunia supaya anaknya di letakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh syaitan. &lt;br /&gt;Doa kedua dua orang tuanya telah dimakbulkan oleh Alllah. Pada sutau hari ketika pemuda tersebut bersiar-siar di tepi pantai ia terlihat sebuah kubah yang sedang terapung-apung di tepi pantai. Ketika pemuda tadi menghampiri kubah tersebut . Ada suara menyeru supaya pemuda itu masuk ke dalam kubah tersebut. Sebaik sahaja ia masuk kubah dan meninjau di dalamnya tiba-tiba ia bergerak dengan pantas dan tenggelam ke dasar laut. Tidak lama kemudian muncul satu lembaga seraya memperkenalkan bahawa dia adalah malaikat yang di utuskan Allah. Malaikat itu memaklumkan bahawa kubah itu adalah kurniaan Allah kerana khidmatnya kepada orang tuannya dan beliau boleh tinggal di dalamnya selama mana dia suka, segala makan dan minum akan dihidangkan pada bila-bila masa ia memerlukannya. Malaikat itu memaklumkan bahawa dia diperintahkah Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Semenjak dari itu pemuda tersebut terus bermunajah kepada Allah sehingga hari ini. &lt;br /&gt;Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu “Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini” Pemuda itu menjawab “Saya tidak menghitungnya tetapi ia mula memasukinya semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s lagi”. Nabi Sulaiman menghitung “. Ini bermakna kamu telah berada didalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun”. Nabi Sulaiman berkata “Rupa mu tidak berubah malah sentiada muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya”. Nabi Sulaiman bertanya pemuda itu samada dia mahu pulang bersamanya”. Jawab pemuda tadi “Nikmat apa lagi yang harus aku pinta selain daripada nikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada ku ini”. Nabi Sulaiman bertanya”Adakah kamu ingin pulang ke tempat asal mu” Jawab pemuda itu “Ya, silalah hantar aku ke tempat asalku”. Nasi Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya membawa kubah tersebut ketempat asalnya. &lt;br /&gt;Setelah kubah tersebut diletakkan ketempat asal, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya “Kamu semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa siksanya orang yang menderhakan kepada kedua ibu bapanya”. Nabi Sulaiman pun berangkat pulang ketempatnya dan bersyukur kepada Allah Taala kerana telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan perkara yang ajaib. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-483674928500029806?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/483674928500029806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=483674928500029806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/483674928500029806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/483674928500029806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/kisah-nabi-sulaiman-as-dan-kubah-ajaib.html' title='Kisah Nabi Sulaiman a.s dan Kubah Ajaib'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-3940969669023559914</id><published>2009-11-15T05:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T05:35:47.088-08:00</updated><title type='text'>Kisah Nabi Allah Idris a.s</title><content type='html'>Tidak banyak keterangan yang didapati tentang kisah Nabi Idris di dalam &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al-Quran" title="Al-Quran"&gt;Al-Quran&lt;/a&gt; mahupun dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab sejarah nabi-nabi.Di dalam Al-Quran hanya terdapat dua ayat tentang Nabi Idris iaitu dalam surah Maryam ayat 56 dan 57: "Dan ceritakanlah { hai Muhammad kepada mereka , kisah } Idris yang terdapat tersebut di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. 57 - Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." { Maryam&amp;nbsp;: 56 - 57 }&lt;br /&gt;Nabi Idris adalah keturunan keenam dari &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Adam_a.s." title="Nabi Adam a.s."&gt;Nabi Adam a.s.&lt;/a&gt; putera dari Yarid bin Mihla'iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. dan adalah keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan Syith. Menurut kitab tafsir 1000 tahun selepas Nabi Adam a.s wafat.&lt;br /&gt;Nabi Idris dianugerahkan kepandaian di dalam pelbagai disiplin ilmu kemahiran serta mencipta peralatan yang digunakan manusia sekarang ini seperti penulisan, &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Matematik" title="Matematik"&gt;matematik&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Astronomi" title="Astronomi"&gt;astronomi&lt;/a&gt;, dan lain-lain lagi. Menurut sebuah kisah, terdapat satu masa di mana kebanyakan manusia telah melupakan tuhan, dan bumi telah dihukum dengan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kemarau" title="Kemarau"&gt;kemarau&lt;/a&gt;. Walaubagaimanapun, Nabi Idris a.s. telah berdoa ke hadrat Allah s.w.t. dan berakhirlah musim kemarau tersebut dengan turunnya hujan.&lt;br /&gt;Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah serta memberi beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamat diri dari seksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Ia hidup sampai usia 82 tahun.&lt;br /&gt;Menurut sebuah buku &lt;i&gt;The Prophet of God Enoch: Nabiyullah Idris&lt;/i&gt;, Idris ialah nama Arab bagi &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Enoch,_nenek_moyang_of_Nuh&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Enoch, nenek moyang of Nuh (tidak wujud)"&gt;Enoch&lt;/a&gt;. Beliau dinyatakan di dalam Al-Quran sebagai manusia yang dipilih oleh Allah s.w.t. sehingga beliau diangkat ke langit.&lt;br /&gt;Satu kepercayaan yang tidak dipastikan kesahihannya mengatakan bahawa piramid telah dibina sebagai merujuk kepada Nabi Idris a.s., kerana di kawasan itulah di mana beliau diangkat ke langit.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Nasihat_dan_Pengajaran"&gt;Nasihat dan Pengajaran&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Di antara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah&amp;nbsp;: ~&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kepada kemenangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat daripada Tuhannya dengan amal-amal solehnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan pujian kepada Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janganlah iri hati kepada orang-orang yang bernasib baik , kerana mereka tidak akan banyak dan lama menikmati nasib baiknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanpa membahagi-bahagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Firman Allah bahawa Nabi Idris diangkat martabatnya. Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang Malaikat Wallahu a'alam bissawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-3940969669023559914?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/3940969669023559914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=3940969669023559914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3940969669023559914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3940969669023559914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/kisah-nabi-allah-idris-as.html' title='Kisah Nabi Allah Idris a.s'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-4536968623438825090</id><published>2009-11-09T08:27:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T08:27:18.868-08:00</updated><title type='text'>Wali Songo.Siapakah Mereka?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Walisongo&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Walisanga&lt;/b&gt; dikenal sebagai penyebar agama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; di tanah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;Jawa&lt;/a&gt; pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-17" title="Abad ke-17"&gt;abad ke-17&lt;/a&gt;. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.&lt;br /&gt;Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu" title="Hindu"&gt;Hindu&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budha" title="Budha"&gt;Budha&lt;/a&gt; dalam budaya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara" title="Nusantara"&gt;Nusantara&lt;/a&gt; untuk digantikan dengan kebudayaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.&lt;br /&gt;&lt;table class="toc tochidden" id="toc"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;  &lt;ul style="display: none;"&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Arti_Walisongo"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Arti Walisongo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-2"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Nama-nama_Walisongo"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Nama-nama Walisongo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-3"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Maulana_Malik_Ibrahim"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Maulana Malik Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-4"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Sunan_Ampel"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sunan Ampel&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-3 tocsection-5"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Sunan_Bonang"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.2.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sunan Bonang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-3 tocsection-6"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Sunan_Drajat"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.2.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sunan Drajat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-7"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Sunan_Kudus"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sunan Kudus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-8"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Sunan_Giri"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sunan Giri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-9"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Sunan_Kalijaga"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.5&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sunan Kalijaga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-3 tocsection-10"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Sunan_Muria"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.5.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sunan Muria&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-11"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Sunan_Gunung_Jati"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.6&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sunan Gunung Jati&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-12"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Tokoh_pendahulu_Walisongo"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Tokoh pendahulu Walisongo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-13"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Syekh_Jumadil_Qubro"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Syekh Jumadil Qubro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-14"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Syekh_Maulana_Akbar"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Syekh Maulana Akbar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-15"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Syekh_Quro"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Syekh Quro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-16"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Syekh_Datuk_Kahfi"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Syekh Datuk Kahfi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2 tocsection-17"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Syekh_Khaliqul_Idrus"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.5&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Syekh Khaliqul Idrus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-18"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Teori_keturunan_Hadramaut"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Teori keturunan Hadramaut&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-19"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Teori_keturunan_Cina"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Teori keturunan Cina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-20"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Sumber_tertulis_tentang_Walisongo"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;6&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sumber tertulis tentang Walisongo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-21"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Lihat_pula"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;7&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Lihat pula&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-22"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Pranala_luar"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;8&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Pranala luar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1 tocsection-23"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Referensi"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;9&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Referensi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;//&lt;![CDATA[if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); } //]]&gt;&lt;/script&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Arti_Walisongo"&gt;Arti Walisongo&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 327px;"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Masjid_demak.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="thumbimage" height="185" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c7/Masjid_demak.jpg/325px-Masjid_demak.jpg" width="325" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a class="internal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Masjid_demak.jpg" title="Perbesar"&gt;&lt;img alt="" height="11" src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Demak" title="Masjid Agung Demak"&gt;Masjid Agung Demak&lt;/a&gt;, diyakini sebagai salah satu tempat berkumpulnya para &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wali" title="Wali"&gt;wali&lt;/a&gt; yang paling awal.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Ada beberapa pendapat mengenai arti &lt;i&gt;Walisongo&lt;/i&gt;. Pertama adalah wali yang sembilan, yang menandakan jumlah wali yang ada sembilan, atau &lt;i&gt;sanga&lt;/i&gt; dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa" title="Bahasa Jawa"&gt;bahasa Jawa&lt;/a&gt;. Pendapat lain menyebutkan bahwa kata &lt;i&gt;songo&lt;/i&gt;/&lt;i&gt;sanga&lt;/i&gt; berasal dari kata &lt;i&gt;tsana&lt;/i&gt; yang dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab" title="Bahasa Arab"&gt;bahasa Arab&lt;/a&gt; berarti mulia. Pendapat lainnya lagi menyebut kata &lt;i&gt;sana&lt;/i&gt; berasal dari bahasa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;Jawa&lt;/a&gt;, yang berarti &lt;i&gt;tempat&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Pendapat lain yang mengatakan bahwa &lt;b&gt;Walisongo&lt;/b&gt; ini adalah sebuah dewan yang didirikan oleh &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Rahmat" title="Raden Rahmat"&gt;Raden Rahmat&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Ampel" title="Sunan Ampel"&gt;Sunan Ampel&lt;/a&gt;) pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1474" title="1474"&gt;1474&lt;/a&gt;. Saat itu dewan Walisongo beranggotakan Raden Hasan (Pangeran Bintara); Makhdum Ibrahim (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Bonang" title="Sunan Bonang"&gt;Sunan Bonang&lt;/a&gt;, putra pertama dari Sunan Ampel); Qasim (&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Drajad" title="Sunan Drajad"&gt;Sunan Drajad&lt;/a&gt;, putra kedua dari Sunan Ampel); Usman Haji (Pangeran Ngudung, ayah dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus" title="Sunan Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/a&gt;); Raden Ainul Yaqin (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Giri" title="Sunan Giri"&gt;Sunan Giri&lt;/a&gt;, putra dari Maulana Ishaq); Syekh Suta Maharaja; Raden Hamzah (Pangeran Tumapel) dan Raden Mahmud.&lt;br /&gt;Para Walisongo adalah intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan" title="Kesehatan"&gt;kesehatan&lt;/a&gt;, bercocok-tanam, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan" title="Perdagangan"&gt;perniagaan&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan" title="Kebudayaan"&gt;kebudayaan&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesenian" title="Kesenian"&gt;kesenian&lt;/a&gt;, kemasyarakatan, hingga ke &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan" title="Pemerintahan"&gt;pemerintahan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Nama-nama_Walisongo"&gt;Nama-nama Walisongo&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai siapa saja yang termasuk sebagai Walisongo, pada umumnya terdapat sembilan nama yang dikenal sebagai anggota Walisongo yang paling terkenal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;table class="" style="background-color: transparent;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" valign="top" width="33%"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulana_Malik_Ibrahim" title="Maulana Malik Ibrahim"&gt;Sunan Gresik&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulana_Malik_Ibrahim" title="Maulana Malik Ibrahim"&gt;Maulana Malik Ibrahim&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Ampel" title="Sunan Ampel"&gt;Sunan Ampel&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Rahmat" title="Raden Rahmat"&gt;Raden Rahmat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Bonang" title="Sunan Bonang"&gt;Sunan Bonang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau Raden Makhdum Ibrahim&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" valign="top" width="33%"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Drajat" title="Sunan Drajat"&gt;Sunan Drajat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau Raden Qasim&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus" title="Sunan Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau Jaffar Shadiq&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Giri" title="Sunan Giri"&gt;Sunan Giri&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau Raden Paku atau Ainul Yaqin&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" valign="top" width="33%"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kalijaga" title="Sunan Kalijaga"&gt;Sunan Kalijaga&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau Raden Said&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Muria" title="Sunan Muria"&gt;Sunan Muria&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau Raden Umar Said&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gunung_Jati" title="Sunan Gunung Jati"&gt;Sunan Gunung Jati&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syarif_Hidayatullah" title="Syarif Hidayatullah"&gt;Syarif Hidayatullah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Para Walisongo tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga karena pernikahan atau dalam hubungan guru-murid.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Maulana_Malik_Ibrahim"&gt;Maulana Malik Ibrahim&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gresik" title="Sunan Gresik"&gt;Sunan Gresik&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="noprint dablink boilerplate"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 202px;"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:MalikIbrahim1.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="thumbimage" height="150" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/67/MalikIbrahim1.jpg/200px-MalikIbrahim1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a class="internal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:MalikIbrahim1.jpg" title="Perbesar"&gt;&lt;img alt="" height="11" src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Makam Maulana Malik Ibrahim, desa Gapura, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gresik" title="Gresik"&gt;Gresik&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur" title="Jawa Timur"&gt;Jawa Timur&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulana_Malik_Ibrahim" title="Maulana Malik Ibrahim"&gt;Maulana Malik Ibrahim&lt;/a&gt; adalah keturunan ke-11 dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" title="Husain bin Ali"&gt;Husain bin Ali&lt;/a&gt;. Ia disebut juga Sunan Gresik, Syekh Maghribi, atau terkadang Makhdum Ibrahim As-Samarqandy. Ia diperkirakan lahir di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Samarqand" title="Provinsi Samarqand"&gt;Samarkand&lt;/a&gt; di Asia Tengah, pada paruh awal abad ke-14. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Babad_Tanah_Jawi" title="Babad Tanah Jawi"&gt;Babad Tanah Jawi&lt;/a&gt; versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah orang Jawa terhadap As-Samarqandy.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#cite_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Dalam cerita rakyat, ada yang memanggilnya Kakek Bantal.&lt;br /&gt;Malik Ibrahim umumnya dianggap sebagai wali pertama yang mendakwahkan Islam di Jawa. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam dan banyak merangkul rakyat kebanyakan, yaitu golongan masyarakat Jawa yang tersisihkan akhir kekuasaan Majapahit. Malik Ibrahim berusaha menarik hati masyarakat, yang tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Ia membangun pondokan tempat belajar agama di Leran, Gresik. Pada tahun 1419, Malik Ibrahim wafat. Makamnya terdapat di desa Gapura Wetan, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gresik" title="Gresik"&gt;Gresik&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur" title="Jawa Timur"&gt;Jawa Timur&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sunan_Ampel"&gt;Sunan Ampel&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Ampel" title="Sunan Ampel"&gt;Sunan Ampel&lt;/a&gt; bernama asli Raden Rahmat, keturunan ke-12 dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" title="Husain bin Ali"&gt;Husain bin Ali&lt;/a&gt;, menurut riwayat adalah putra &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulana_Malik_Ibrahim" title="Maulana Malik Ibrahim"&gt;Maulana Malik Ibrahim&lt;/a&gt; dan seorang putri &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Champa" title="Champa"&gt;Champa&lt;/a&gt;. Ia disebutkan masih berkerabat dengan salah seorang istri atau selir dari &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bhre_Kertabhumi" title="Bhre Kertabhumi"&gt;Brawijaya&lt;/a&gt; raja &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit" title="Majapahit"&gt;Majapahit&lt;/a&gt;. Sunan Ampel umumnya dianggap sebagai sesepuh oleh para wali lainnya. Pesantrennya bertempat di Ampel Denta, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya" title="Surabaya"&gt;Surabaya&lt;/a&gt;, dan merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam tertua di Jawa. Ia menikah dengan Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja. Sunan Bonang dan Sunan Kudus adalah anak-anaknya, sedangkan Sunan Drajat adalah cucunya. Makam Sunan Ampel teletak di dekat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Ampel" title="Masjid Ampel"&gt;Masjid Ampel&lt;/a&gt;, Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sunan_Bonang"&gt;Sunan Bonang&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 152px;"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bonang_barung_and_panerus._STSI_Surakarta.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="thumbimage" height="113" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/42/Bonang_barung_and_panerus._STSI_Surakarta.jpg/150px-Bonang_barung_and_panerus._STSI_Surakarta.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a class="internal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bonang_barung_and_panerus._STSI_Surakarta.jpg" title="Perbesar"&gt;&lt;img alt="" height="11" src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bonang, sederetan gong kecil diletakkan horisontal.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Bonang" title="Sunan Bonang"&gt;Sunan Bonang&lt;/a&gt; adalah putra Sunan Ampel, dan merupakan keturunan ke-13 dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" title="Husain bin Ali"&gt;Husain bin Ali&lt;/a&gt;. Ia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja. Sunan Bonang banyak berdakwah melalui kesenian untuk menarik penduduk Jawa agar memeluk agama Islam. Ia dikatakan sebagai penggubah suluk &lt;i&gt;Wijil&lt;/i&gt; dan tembang &lt;i&gt;Tombo Ati&lt;/i&gt;, yang masih sering dinyanyikan orang. Pembaharuannya pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan" title="Gamelan"&gt;gamelan&lt;/a&gt; Jawa ialah dengan memasukkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebab" title="Rebab"&gt;rebab&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bonang&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Bonang (halaman belum tersedia)"&gt;bonang&lt;/a&gt;, yang sering dihubungkan dengan namanya. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Leiden" title="Universitas Leiden"&gt;Universitas Leiden&lt;/a&gt; menyimpan sebuah karya sastra bahasa Jawa bernama &lt;i&gt;Het Boek van Bonang&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Buku Bonang&lt;/i&gt;. Menurut G.W.J. Drewes, itu bukan karya Sunan Bonang namun mungkin saja mengandung ajarannya. Sunan Bonang diperkirakan wafat pada tahun 1525.&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sunan_Drajat"&gt;Sunan Drajat&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Drajat" title="Sunan Drajat"&gt;Sunan Drajat&lt;/a&gt; adalah putra Sunan Ampel, dan merupakan keturunan ke-13 dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" title="Husain bin Ali"&gt;Husain bin Ali&lt;/a&gt;. Ia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja. Sunan Drajat banyak berdakwah kepada masyarakat kebanyakan. Ia menekankan kedermawanan, kerja keras, dan peningkatan kemakmuran masyarakat, sebagai pengamalan dari agama Islam. Pesantren Sunan Drajat dijalankan secara mandiri sebagai wilayah perdikan, bertempat di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lamongan" title="Lamongan"&gt;Lamongan&lt;/a&gt;. Tembang &lt;i&gt;macapat&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Pangkur&lt;/i&gt; disebutkan sebagai ciptaannya. Gamelan Singomengkok peninggalannya terdapat di Musium Daerah Sunan Drajat, Lamongan. Sunan Drajat diperkirakan wafat wafat pada 1522.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sunan_Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus" title="Sunan Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/a&gt; adalah putra &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Ngudung" title="Sunan Ngudung"&gt;Sunan Ngudung&lt;/a&gt; atau Raden Usman Haji, dengan Syarifah adik dari Sunan Bonang. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus" title="Sunan Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/a&gt; adalah keturunan ke-14 dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" title="Husain bin Ali"&gt;Husain bin Ali&lt;/a&gt;. Sebagai seorang wali, Sunan Kudus memiliki peran yang besar dalam pemerintahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Demak" title="Kesultanan Demak"&gt;Kesultanan Demak&lt;/a&gt;, yaitu sebagai panglima perang dan hakim peradilan negara. Ia banyak berdakwah di kalangan kaum penguasa dan priyayi Jawa. Diantara yang pernah menjadi muridnya, ialah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Prawoto" title="Sunan Prawoto"&gt;Sunan Prawoto&lt;/a&gt; penguasa Demak, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arya_Penangsang" title="Arya Penangsang"&gt;Arya Penangsang&lt;/a&gt; adipati Jipang Panolan. Salah satu peninggalannya yang terkenal ialah Mesjid Menara Kudus, yang arsitekturnya bergaya campuran Hindu dan Islam. Sunan Kudus diperkirakan wafat pada tahun 1550.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sunan_Giri"&gt;Sunan Giri&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Giri" title="Sunan Giri"&gt;Sunan Giri&lt;/a&gt; adalah putra &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulana_Ishaq" title="Maulana Ishaq"&gt;Maulana Ishaq&lt;/a&gt;. Sunan Giri adalah keturunan ke-12 dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" title="Husain bin Ali"&gt;Husain bin Ali&lt;/a&gt;, merupakan murid dari Sunan Ampel dan saudara seperguruan dari Sunan Bonang. Ia mendirikan pemerintahan mandiri di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Giri_Kedaton" title="Giri Kedaton"&gt;Giri Kedaton&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gresik" title="Gresik"&gt;Gresik&lt;/a&gt;; yang selanjutnya berperan sebagai pusat dakwah Islam di wilayah Jawa dan Indonesia timur, bahkan sampai ke kepulauan Maluku. Salah satu keturunannya yang terkenal ialah Sunan Giri Prapen, yang menyebarkan agama Islam ke wilayah Lombok dan Bima.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sunan_Kalijaga"&gt;Sunan Kalijaga&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kalijaga" title="Sunan Kalijaga"&gt;Sunan Kalijaga&lt;/a&gt; adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Ia adalah murid Sunan Bonang. Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah, antara lain kesenian &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_kulit" title="Wayang kulit"&gt;wayang kulit&lt;/a&gt; dan tembang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suluk" title="Suluk"&gt;suluk&lt;/a&gt;. Tembang suluk &lt;i&gt;Ilir-Ilir&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Gundul-Gundul Pacul&lt;/i&gt; umumnya dianggap sebagai hasil karyanya. Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulana_Ishaq" title="Maulana Ishaq"&gt;Maulana Ishaq&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sunan_Muria"&gt;Sunan Muria&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Muria" title="Sunan Muria"&gt;Sunan Muria&lt;/a&gt; atau Raden Umar Said adalah putra Sunan Kalijaga. Ia adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Sujinah, putri Sunan Ngudung.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sunan_Gunung_Jati"&gt;Sunan Gunung Jati&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 202px;"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Entrance_to_Makam_Sunan_Gunung_Jati.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="thumbimage" height="150" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e8/Entrance_to_Makam_Sunan_Gunung_Jati.jpg/200px-Entrance_to_Makam_Sunan_Gunung_Jati.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a class="internal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Entrance_to_Makam_Sunan_Gunung_Jati.jpg" title="Perbesar"&gt;&lt;img alt="" height="11" src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gapura Makam Sunan Gunung Jati di &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cirebon" title="Cirebon"&gt;Cirebon&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gunung_Jati" title="Sunan Gunung Jati"&gt;Sunan Gunung Jati&lt;/a&gt; atau Syarif Hidayatullah adalah putra Syarif Abdullah putra Nurul Alam putra Syekh Jamaluddin Akbar. Dari pihak ibu, ia masih keturunan keraton &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pajajaran" title="Kerajaan Pajajaran"&gt;Pajajaran&lt;/a&gt; melalui Nyai Rara Santang, yaitu anak dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Baduga_Maharaja" title="Sri Baduga Maharaja"&gt;Sri Baduga Maharaja&lt;/a&gt;. Sunan Gunung Jati mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahannya, yang sesudahnya kemudian menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Cirebon" title="Kesultanan Cirebon"&gt;Kesultanan Cirebon&lt;/a&gt;. Anaknya yang bernama &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maulana_Hasanuddin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Maulana Hasanuddin (halaman belum tersedia)"&gt;Maulana Hasanuddin&lt;/a&gt;, juga berhasil mengembangkan kekuasaan dan menyebarkan agama Islam di Banten, sehingga kemudian menjadi cikal-bakal berdirinya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banten" title="Kesultanan Banten"&gt;Kesultanan Banten&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Tokoh_pendahulu_Walisongo"&gt;Tokoh pendahulu Walisongo&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Syekh_Jumadil_Qubro"&gt;Syekh Jumadil Qubro&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Jumadil_Qubro" title="Syekh Jumadil Qubro"&gt;Syekh Jumadil Qubro&lt;/a&gt; adalah tokoh yang sering disebutkan dalam berbagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Babad" title="Babad"&gt;babad&lt;/a&gt; dan cerita rakyat sebagai salah seorang pelopor penyebaran Islam di tanah Jawa. Ia umumnya dianggap bukan keturunan Jawa, melainkan berasal dari Asia Tengah. Terdapat beberapa versi babad yang meyakini bahwa ia adalah keturunan ke-10 dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" title="Husain bin Ali"&gt;Husain bin Ali&lt;/a&gt;, yaitu cucu &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad_SAW" title="Nabi Muhammad SAW"&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt;. Sedangkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Martin_van_Bruinessen" title="Martin van Bruinessen"&gt;Martin van Bruinessen&lt;/a&gt; (1994) menyatakan bahwa ia adalah tokoh yang sama dengan Jamaluddin Akbar (lihat keterangan Syekh Maulana Akbar di bawah).&lt;br /&gt;Sebagian babad berpendapat bahwa Syekh Jumadil Qubro memiliki dua anak, yaitu Maulana Malik Ibrahim (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gresik" title="Sunan Gresik"&gt;Sunan Gresik&lt;/a&gt;) dan Maulana Ishaq, yang bersama-sama dengannya datang ke pulau Jawa. Syekh Jumadil Qubro kemudian tetap di Jawa, Maulana Malik Ibrahim ke &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Champa" title="Champa"&gt;Champa&lt;/a&gt;, dan adiknya Maulana Ishaq mengislamkan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudera_Pasai" title="Samudera Pasai"&gt;Samudera Pasai&lt;/a&gt;. Dengan demikian, beberapa Walisongo yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Ampel" title="Sunan Ampel"&gt;Sunan Ampel&lt;/a&gt; (Raden Rahmat) dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Giri" title="Sunan Giri"&gt;Sunan Giri&lt;/a&gt; (Raden Paku) adalah cucunya; sedangkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Bonang" title="Sunan Bonang"&gt;Sunan Bonang&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Drajad" title="Sunan Drajad"&gt;Sunan Drajad&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus" title="Sunan Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/a&gt; adalah cicitnya. Hal tersebut menyebabkan adanya pendapat yang mengatakan bahwa para Walisongo merupakan keturunan etnis Uzbek yang dominan di Asia Tengah, selain kemungkinan lainnya yaitu etnis Persia, Gujarat, ataupun Hadramaut.&lt;br /&gt;Makamnya terdapat di beberapa tempat yaitu di Semarang, Trowulan, atau di desa Turgo (dekat Pelawangan), Yogyakarta. Belum diketahui yang mana yang betul-betul merupakan kuburnya.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#cite_note-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Syekh_Maulana_Akbar"&gt;Syekh Maulana Akbar&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Syekh Maulana Akbar adalah adalah seorang tokoh di abad 14-15 yang dianggap merupakan pelopor penyebaran Islam di tanah Jawa. Nama lainnya ialah Syekh Jamaluddin Akbar dari Gujarat, dan ia kemungkinan besar adalah juga tokoh yang dipanggil dengan nama Syekh Jumadil Kubro, sebagaimana tersebut di atas. Hal ini adalah menurut penelitian Martin van Bruinessen (1994), yang menyatakan bahwa nama Jumadil Kubro (atau Jumadil Qubro) sesungguhnya adalah hasil perubahan &lt;i&gt;hyper-correct&lt;/i&gt; atas nama Jamaluddin Akbar oleh masyarakat Jawa.&lt;br /&gt;Silsilah Syekh Maulana Akbar (Jamaluddin Akbar) dari &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad_SAW" title="Nabi Muhammad SAW"&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt; umumnya dinyatakan sebagai berikut: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali" title="Husain bin Ali"&gt;Sayyidina Husain&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Husain" title="Ali bin Husain"&gt;Ali Zainal Abidin&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Baqir" title="Muhammad al-Baqir"&gt;Muhammad al-Baqir&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq" title="Ja'far ash-Shadiq"&gt;Ja'far ash-Shadiq&lt;/a&gt;, Ali al-Uraidhi, Muhammad al-Naqib, Isa ar-Rummi, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_al-Muhajir" title="Ahmad al-Muhajir"&gt;Ahmad al-Muhajir&lt;/a&gt;, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali' Qasam, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Muhammad_Shahib_Mirbath" title="Syekh Muhammad Shahib Mirbath"&gt;Muhammad Shahib Mirbath&lt;/a&gt;, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Jalal Syah, dan Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar).&lt;br /&gt;Menurut cerita rakyat, sebagian besar Walisongo memiliki hubungan atau berasal dari keturunan Syekh Maulana Akbar ini. Tiga putranya yang disebutkan meneruskan dakwah di Asia Tenggara; adalah Ibrahim Akbar (atau &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulana_Malik_Ibrahim" title="Maulana Malik Ibrahim"&gt;Ibrahim as-Samarkandi&lt;/a&gt;) ayah Sunan Ampel yang berdakwah di &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Champa" title="Champa"&gt;Champa&lt;/a&gt; dan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gresik" title="Gresik"&gt;Gresik&lt;/a&gt;, Ali Nuralam Akbar kakek Sunan Gunung Jati yang berdakwah di &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasai" title="Pasai"&gt;Pasai&lt;/a&gt;, dan Zainal Alam Barakat.&lt;br /&gt;Penulis asal Bandung Muhammad Al Baqir dalam &lt;i&gt;Tarjamah Risalatul Muawanah&lt;/i&gt; (Thariqah Menuju Kebahagiaan) memasukkan beragam catatan kaki dari riwayat-riwayat lama tentang kedatangan para mubaligh Arab ke Asia Tenggara. Ia berkesimpulan bahwa cerita rakyat tentang Syekh Maulana Akbar yang sempat mengunjungi Nusantara dan wafat di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wajo" title="Wajo"&gt;Wajo&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makasar" title="Makasar"&gt;Makasar&lt;/a&gt; (dinamakan masyarakat setempat &lt;i&gt;makam Kramat Mekkah&lt;/i&gt;), belum dapat dikonfirmasikan dengan sumber sejarah lain. Selain itu juga terdapat riwayat turun-temurun tarekat Sufi di Jawa Barat, yang menyebutkan bahwa Syekh Maulana Akbar wafat dan dimakamkan di &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cirebon" title="Cirebon"&gt;Cirebon&lt;/a&gt;, meskipun juga belum dapat diperkuat sumber sejarah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Syekh_Quro"&gt;Syekh Quro&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syekh_Quro&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Syekh Quro (halaman belum tersedia)"&gt;Syekh Quro&lt;/a&gt; adalah pendiri pesantren pertama di Jawa Barat, yaitu pesantren Quro di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanjungpura,_Karawang_Barat,_Karawang" title="Tanjungpura, Karawang Barat, Karawang"&gt;Tanjungpura, Karawang&lt;/a&gt; pada tahun 1428.&lt;br /&gt;Nama aslinya Syekh Quro ialah Hasanuddin. Beberapa babad menyebutkan bahwa ia adalah &lt;i&gt;muballigh&lt;/i&gt; (penyebar agama} asal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah" title="Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt;, yang berdakwah di daerah Karawang. Ia diperkirakan datang dari &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Champa" title="Champa"&gt;Champa&lt;/a&gt; atau kini Vietnam selatan. Sebagian cerita menyatakan bahwa ia turut dalam pelayaran armada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho" title="Cheng Ho"&gt;Cheng Ho&lt;/a&gt;, saat armada tersebut tiba di daerah Tanjung Pura, Karawang.&lt;br /&gt;Syekh Quro sebagai guru dari &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nyai_Subang_Larang&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Nyai Subang Larang (halaman belum tersedia)"&gt;Nyai Subang Larang&lt;/a&gt;, anak &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ki_Gedeng_Tapa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Ki Gedeng Tapa (halaman belum tersedia)"&gt;Ki Gedeng Tapa&lt;/a&gt; penguasa &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cirebon" title="Cirebon"&gt;Cirebon&lt;/a&gt;. Nyai Subang Larang yang cantik dan halus budinya, kemudian dinikahi oleh &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prabu_Siliwangi" title="Prabu Siliwangi"&gt;Raden Manahrasa&lt;/a&gt; dari wangsa Siliwangi, yang setelah menjadi raja &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pajajaran" title="Kerajaan Pajajaran"&gt;Kerajaan Pajajaran&lt;/a&gt; bergelar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Baduga_Maharaja" title="Sri Baduga Maharaja"&gt;Sri Baduga Maharaja&lt;/a&gt;. Dari pernikahan tersebut, lahirlah Pangeran &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kian_Santang&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kian Santang (halaman belum tersedia)"&gt;Kian Santang&lt;/a&gt; yang selanjutnya menjadi penyebar agama Islam di Jawa Barat.&lt;br /&gt;Makam Syekh Quro terdapat di desa Pulo Kalapa, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lemahabang,_Karawang" title="Lemahabang, Karawang"&gt;Lemahabang&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karawang" title="Karawang"&gt;Karawang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Syekh_Datuk_Kahfi"&gt;Syekh Datuk Kahfi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Datuk_Kahfi" title="Syekh Datuk Kahfi"&gt;Syekh Datuk Kahfi&lt;/a&gt; adalah muballigh asal &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baghdad" title="Baghdad"&gt;Baghdad&lt;/a&gt; memilih markas di pelabuhan Muara Jati, yaitu kota &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cirebon" title="Cirebon"&gt;Cirebon&lt;/a&gt; sekarang. Ia bernama asli &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Idhafi_Mahdi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Idhafi Mahdi (halaman belum tersedia)"&gt;Idhafi Mahdi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Majelis pengajiannya menjadi terkenal karena didatangi oleh &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nyai_Rara_Santang&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Nyai Rara Santang (halaman belum tersedia)"&gt;Nyai Rara Santang&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kian_Santang&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kian Santang (halaman belum tersedia)"&gt;Kian Santang&lt;/a&gt; (Pangeran Cakrabuwana), yang merupakan putra-putri Nyai Subang Larang dari pernikahannya dengan raja Pajajaran dari wangsa Siliwangi. Di tempat pengajian inilah tampaknya Nyai Rara Santang bertemu atau dipertemukan dengan Syarif Abdullah, cucu Syekh Maulana Akbar Gujarat. Setelah mereka menikah, lahirlah Raden &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syarif_Hidayatullah" title="Syarif Hidayatullah"&gt;Syarif Hidayatullah&lt;/a&gt; kemudian hari dikenal sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gunung_Jati" title="Sunan Gunung Jati"&gt;Sunan Gunung Jati&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Makam Syekh Datuk Kahfi ada di Gunung Jati, satu komplek dengan makam Sunan Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Syekh_Khaliqul_Idrus"&gt;Syekh Khaliqul Idrus&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syekh_Khaliqul_Idrus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Syekh Khaliqul Idrus (halaman belum tersedia)"&gt;Syekh Khaliqul Idrus&lt;/a&gt; adalah seorang muballigh Parsi yang berdakwah di &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepara" title="Jepara"&gt;Jepara&lt;/a&gt;. Menurut suatu penelitian, ia diperkirakan adalah Syekh Abdul Khaliq, dengan &lt;i&gt;laqob&lt;/i&gt; Al-Idrus, anak dari &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syekh_Muhammad_Al-Alsiy&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Syekh Muhammad Al-Alsiy (halaman belum tersedia)"&gt;Syekh Muhammad Al-Alsiy&lt;/a&gt; yang wafat di &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isfahan" title="Isfahan"&gt;Isfahan&lt;/a&gt;, Parsi.&lt;br /&gt;Syekh Khaliqul Idrus di Jepara menikahi salah seorang cucu Syekh Maulana Akbar yang kemudian melahirkan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raden_Muhammad_Yunus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Raden Muhammad Yunus (halaman belum tersedia)"&gt;Raden Muhammad Yunus&lt;/a&gt;. Raden Muhammad Yunus kemudian menikahi salah seorang putri Majapahit hingga mendapat gelar Wong Agung Jepara. Pernikahan Raden Muhammad Yunus dengan putri Majapahit di Jepara ini kemudian melahirkan Raden Abdul Qadir yang menjadi menantu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Patah" title="Raden Patah"&gt;Raden Patah&lt;/a&gt;, bergelar Adipati Bin Yunus atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pati_Unus" title="Pati Unus"&gt;Pati Unus&lt;/a&gt;. Setelah gugur di Malaka 1521, Pati Unus dipanggil dengan sebutan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Sabrang_Lor" title="Pangeran Sabrang Lor"&gt;Pangeran Sabrang Lor&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Teori_keturunan_Hadramaut"&gt;Teori keturunan Hadramaut&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Walaupun masih ada pendapat yang menyebut Walisongo adalah keturunan Samarkand (Asia Tengah), Champa atau tempat lainnya, namun tampaknya tempat-tampat tersebut lebih merupakan jalur penyebaran para mubaligh daripada merupakan asal-muasal mereka yang sebagian besar adalah kaum &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sayyid" title="Sayyid"&gt;Sayyid&lt;/a&gt; atau &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syarif" title="Syarif"&gt;Syarif&lt;/a&gt;. Beberapa argumentasi yang diberikan oleh Muhammad Al Baqir, dalam bukunya &lt;i&gt;Thariqah Menuju Kebahagiaan&lt;/i&gt;, mendukung bahwa Walisongo adalah keturunan Hadramaut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;L.W.C van den Berg&lt;/b&gt;, Islamolog dan ahli hukum Belanda yang mengadakan riset pada 1884-1886, dalam bukunya &lt;i&gt;Le Hadhramout et les colonies arabes dans l'archipel Indien (1886)&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;.&lt;/sup&gt;mengatakan:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;”Adapun hasil nyata dalam penyiaran agama Islam (ke Indonesia) adalah dari orang-orang &lt;i&gt;Sayyid Syarif&lt;/i&gt;. Dengan perantaraan mereka agama Islam tersiar di antara raja-raja Hindu di Jawa dan lainnya. Selain dari mereka ini, walaupun ada juga suku-suku lain Hadramaut (yang bukan golongan Sayyid Syarif), tetapi mereka ini tidak meninggalkan pengaruh sebesar itu. Hal ini disebabkan mereka (kaum Sayyid Syarif) adalah keturunan dari tokoh pembawa Islam (Nabi Muhammad SAW).”&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;van den Berg juga menulis dalam buku yang sama (hal 192-204):&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;”Pada abad ke-15, di Jawa sudah terdapat penduduk bangsa Arab atau keturunannya, yaitu sesudah masa kerajaan Majapahit yang kuat itu. Orang-orang Arab bercampul-gaul dengan penduduk, dan sebagian mereka mempuyai jabatan-jabatan tinggi. Mereka terikat dengan pergaulan dan kekeluargaan tingkat atasan. Rupanya pembesar-pembesar Hindu di kepulauan Hindia telah terpengaruh oleh sifat-sifat keahlian Arab, oleh karena sebagian besar mereka berketurunan pendiri Islam (Nabi Muhammad SAW). Orang-orang Arab &lt;i&gt;Hadramawt&lt;/i&gt; (Hadramaut) membawa kepada orang-orang Hindu pikiran baru yang diteruskan oleh peranakan-peranakan Arab, mengikuti jejak nenek moyangnya."&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Pernyataan van den Berg spesifik menyebut abad ke-15, yang merupakan abad spesifik kedatangan atau kelahiran sebagian besar Walisongo di pulau Jawa. Abad ke-15 ini jauh lebih awal dari abad ke-18 yang merupakan saat kedatangan gelombang berikutnya, yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab-Indonesia" title="Arab-Indonesia"&gt;kaum Hadramaut&lt;/a&gt; yang bermarga Assegaf, Al Habsyi, Al Hadad, Alaydrus, Alatas, Al Jufri, Syihab, Syahab dan banyak marga Hadramaut lainnya.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hingga saat ini umat Islam di Hadramaut sebagian besar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Syafi%27i" title="Mazhab Syafi'i"&gt;bermadzhab Syafi’i&lt;/a&gt;, sama seperti mayoritas di Srilangka, pesisir India Barat (Gujarat dan Malabar), Malaysia dan Indonesia. Bandingkan dengan umat Islam di Uzbekistan dan seluruh Asia Tengah, Pakistan dan India pedalaman (non-pesisir) yang sebagian besar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Hanafi" title="Mazhab Hanafi"&gt;bermadzhab Hanafi&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesamaan dalam pengamalan madzhab Syafi'i bercorak tasawuf dan mengutamakan Ahlul Bait; seperti mengadakan &lt;i&gt;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulid" title="Maulid"&gt;Maulid&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, membaca &lt;i&gt;Diba&lt;/i&gt; &amp;amp; &lt;i&gt;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barzanji" title="Barzanji"&gt;Barzanji&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, beragam &lt;i&gt;Shalawat Nabi&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;doa Nur Nubuwwah&lt;/i&gt; dan banyak amalan lainnya hanya terdapat di Hadramaut, Mesir, Gujarat, Malabar, Srilangka, Sulu &amp;amp; Mindanao, Malaysia dan Indonesia. Kitab fiqh Syafi’i &lt;i&gt;Fathul Muin&lt;/i&gt; yang populer di Indonesia dikarang oleh &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zainuddin_Al_Malabary&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Zainuddin Al Malabary (halaman belum tersedia)"&gt;Zainuddin Al Malabary&lt;/a&gt; dari Malabar, isinya memasukkan pendapat-pendapat baik kaum &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fuqaha" title="Fuqaha"&gt;Fuqaha&lt;/a&gt; maupun kaum &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sufi" title="Sufi"&gt;Sufi&lt;/a&gt;. Hal tersebut mengindikasikan kesamaan sumber yaitu Hadramaut, karena Hadramaut adalah sumber pertama dalam sejarah Islam yang menggabungkan fiqh Syafi'i dengan pengamalan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tasawuf" title="Tasawuf"&gt;tasawuf&lt;/a&gt; dan pengutamaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahlul_Bait" title="Ahlul Bait"&gt;Ahlul Bait&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di abad ke-15, raja-raja Jawa yang berkerabat dengan Walisongo seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Patah" title="Raden Patah"&gt;Raden Patah&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pati_Unus" title="Pati Unus"&gt;Pati Unus&lt;/a&gt; sama-sama menggunakan gelar &lt;i&gt;Alam Akbar&lt;/i&gt;. Gelar tersebut juga merupakan gelar yang sering dikenakan oleh keluarga besar &lt;i&gt;Jamaluddin Akbar&lt;/i&gt; di Gujarat pada abad ke-14, yaitu cucu keluarga besar Azhamat Khan (atau Abdullah Khan) bin Abdul Malik bin Alwi, seorang anak dari &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Muhammad_Shahib_Mirbath" title="Syekh Muhammad Shahib Mirbath"&gt;Muhammad Shahib Mirbath&lt;/a&gt; ulama besar Hadramaut abad ke-13. Keluarga besar ini terkenal sebagai &lt;i&gt;mubaligh musafir&lt;/i&gt; yang berdakwah jauh hingga pelosok Asia Tenggara, dan mempunyai putra-putra dan cucu-cucu yang banyak menggunakan nama Akbar, seperti Zainal Akbar, Ibrahim Akbar, Ali Akbar, Nuralam Akbar dan banyak lainnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Teori_keturunan_Cina"&gt;Teori keturunan Cina&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Sejarawan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Slamet_Muljana" title="Slamet Muljana"&gt;Slamet Muljana&lt;/a&gt; mengundang kontroversi dalam buku &lt;i&gt;Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa&lt;/i&gt; (1968), dengan menyatakan bahwa &lt;strong class="selflink"&gt;Walisongo&lt;/strong&gt; adalah keturunan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa" title="Tionghoa"&gt;Tionghoa Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-6"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#cite_note-6"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Pendapat tersebut mengundang reaksi keras masyarakat yang berpendapat bahwa Walisongo adalah keturunan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab" title="Arab"&gt;Arab-Indonesia&lt;/a&gt;. Pemerintah &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru" title="Orde Baru"&gt;Orde Baru&lt;/a&gt; sempat melarang terbitnya buku tersebut.&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span style="white-space: nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan."&gt;[&lt;i&gt;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;Referensi-referensi yang menyatakan dugaan bahwa Walisongo berasal dari atau keturunan Tionghoa sampai saat ini masih merupakan hal yang kontroversial. Referensi yang dimaksud hanya dapat diuji melalui sumber akademik yang berasal dari Slamet Muljana, yang merujuk kepada tulisan Mangaraja Onggang Parlindungan, yang kemudian merujuk kepada seseorang yang bernama Resident Poortman. Namun, Resident &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Poortman" title="Poortman"&gt;Poortman&lt;/a&gt; hingga sekarang belum bisa diketahui identitasnya serta kredibilitasnya sebagai sejarawan, misalnya bila dibandingkan dengan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Snouck_Hurgronje" title="Snouck Hurgronje"&gt;Snouck Hurgronje&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=LWC_Van_Den_Berg&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="LWC Van Den Berg (halaman belum tersedia)"&gt;L.W.C. van den Berg&lt;/a&gt;. Sejarawan Belanda masa kini yang banyak mengkaji sejarah Islam di Indonesia yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Martin_van_Bruinessen" title="Martin van Bruinessen"&gt;Martin van Bruinessen&lt;/a&gt;, bahkan tak pernah sekalipun menyebut nama Poortman dalam buku-bukunya yang diakui sangat detail dan banyak dijadikan referensi.&lt;br /&gt;Salah satu ulasan atas tulisan H.J. de Graaf, Th.G.Th. Pigeaud, M.C. Ricklefs berjudul &lt;i&gt;Chinese Muslims in Java in the 15th and 16th Centuries&lt;/i&gt; adalah yang ditulis oleh Russell Jones. Di sana, ia meragukan pula tentang keberadaan seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Poortman" title="Poortman"&gt;Poortman&lt;/a&gt;. Bila orang itu ada dan bukan bernama lain, seharusnya dapat dengan mudah dibuktikan mengingat ceritanya yang cukup lengkap dalam tulisan Parlindungan .&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sumber_tertulis_tentang_Walisongo"&gt;Sumber tertulis tentang Walisongo&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terdapat beberapa sumber tertulis masyarakat Jawa tentang Walisongo, antara lain &lt;i&gt;Serat Walisanga&lt;/i&gt; karya &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ranggawarsita" title="Ranggawarsita"&gt;Ranggawarsita&lt;/a&gt; pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-19" title="Abad ke-19"&gt;abad ke-19&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;Kitab Walisongo&lt;/i&gt; karya Sunan Dalem (Sunan Giri II) yang merupakan anak dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Giri" title="Sunan Giri"&gt;Sunan Giri&lt;/a&gt;, dan juga diceritakan cukup banyak dalam &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Babad_Tanah_Jawi" title="Babad Tanah Jawi"&gt;Babad Tanah Jawi&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mantan Mufti Johor Sayyid `Alwî b. Tâhir b. `Abdallâh al-Haddâd (meninggal tahun 1962) juga meninggalkan tulisan yang berjudul &lt;i&gt;Sejarah perkembangan Islam di Timur Jauh&lt;/i&gt; (Jakarta: Al-Maktab ad-Daimi, 1957). Ia menukil keterangan diantaranya dari Haji `Ali bin Khairuddin, dalam karyanya &lt;i&gt;Ketrangan kedatangan bungsu (sic!) Arab ke tanah Jawi sangking Hadramaut&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam penulisan sejarah para keturunan Bani Alawi seperti &lt;i&gt;al-Jawahir al-Saniyyah&lt;/i&gt; oleh Sayyid Ali bin Abu Bakar Sakran, '&lt;i&gt;Umdat al-Talib&lt;/i&gt; oleh al-Dawudi, dan &lt;i&gt;Syams al-Zahirah&lt;/i&gt; oleh Sayyid Abdul Rahman Al-Masyhur; juga terdapat pembahasan mengenai leluhur Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Bonang dan Sunan Gresik&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-4536968623438825090?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/4536968623438825090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=4536968623438825090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/4536968623438825090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/4536968623438825090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/walisongo-atau-walisanga-dikenal.html' title='Wali Songo.Siapakah Mereka?'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-714214023742769587</id><published>2009-11-05T12:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T13:36:03.087-08:00</updated><title type='text'>Foto Santri MDA Al Barokah</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Santri MDA Al Barokah &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VKgQNhKURvo/SlbiS2he3hI/AAAAAAAAAC0/ltBQqjbjwXQ/s1600-h/image-upload-8-711467.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_VKgQNhKURvo/SlbiS2he3hI/AAAAAAAAAC0/ltBQqjbjwXQ/s320/image-upload-8-711467.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Santri Kelas TPA AlBbarokah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvKFChDPPNI/AAAAAAAAAFk/L4opRooTnyg/s1600-h/image-upload-1-753467.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvKFChDPPNI/AAAAAAAAAFk/L4opRooTnyg/s320/image-upload-1-753467.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/blog-post_8082.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T07:55:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4885563416779196925&amp;amp;postID=4635463638730964642" title="Edit Post"&gt; &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5807895993198711765&amp;amp;postID=714214023742769587" name="3175467737614774611"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvKDRwEOqXI/AAAAAAAAAFc/V2-zLX_DNjo/s1600-h/image-upload-1-703499.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvKDRwEOqXI/AAAAAAAAAFc/V2-zLX_DNjo/s320/image-upload-1-703499.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/blog-post_952.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T07:48:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4885563416779196925&amp;amp;postID=3175467737614774611" title="Edit Post"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5807895993198711765&amp;amp;postID=714214023742769587" name="3739886982638737074"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvKCXd0kvEI/AAAAAAAAAFU/jzTS_pEkuPc/s1600-h/image-upload-2-768973.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvKCXd0kvEI/AAAAAAAAAFU/jzTS_pEkuPc/s320/image-upload-2-768973.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/blog-post_5795.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T07:44:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5807895993198711765&amp;amp;postID=714214023742769587" name="2982818594080586939"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/kelas-tsalis.html"&gt;Kelas tsalis a&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvItp6cHU5I/AAAAAAAAAFM/WPA0jcUI8Bw/s1600-h/image-upload-1-782475.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvItp6cHU5I/AAAAAAAAAFM/WPA0jcUI8Bw/s320/image-upload-1-782475.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/kelas-tsalis.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T01:43:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4885563416779196925&amp;amp;postID=2982818594080586939" title="Edit Post"&gt; &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5807895993198711765&amp;amp;postID=714214023742769587" name="7757609053445616956"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIsfA1uA6I/AAAAAAAAAFE/3jQztJY1ApM/s1600-h/image-upload-2-784898.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIsfA1uA6I/AAAAAAAAAFE/3jQztJY1ApM/s320/image-upload-2-784898.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&amp;nbsp; Sholat Berjamaah&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/blog-post_5270.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T01:38:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4885563416779196925&amp;amp;postID=7757609053445616956" title="Edit Post"&gt; &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5807895993198711765&amp;amp;postID=714214023742769587" name="9092429296489530630"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIrdlga3VI/AAAAAAAAAE8/aEAZPv89fw8/s1600-h/image-upload-1-721525.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIrdlga3VI/AAAAAAAAAE8/aEAZPv89fw8/s320/image-upload-1-721525.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/blog-post_1751.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T01:33:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4885563416779196925&amp;amp;postID=9092429296489530630" title="Edit Post"&gt; &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5807895993198711765&amp;amp;postID=714214023742769587" name="3120472654103214753"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIqcKKLeVI/AAAAAAAAAE0/UVdXrW4vEjM/s1600-h/image-upload-1-760151.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIqcKKLeVI/AAAAAAAAAE0/UVdXrW4vEjM/s320/image-upload-1-760151.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/blog-post_3900.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T01:29:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4885563416779196925&amp;amp;postID=3120472654103214753" title="Edit Post"&gt; &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5807895993198711765&amp;amp;postID=714214023742769587" name="1212276199277365650"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIpgi79hhI/AAAAAAAAAEs/H5j6KxkvGQU/s1600-h/image-upload-2-722599.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIpgi79hhI/AAAAAAAAAEs/H5j6KxkvGQU/s320/image-upload-2-722599.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/blog-post_05.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T01:25:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4885563416779196925&amp;amp;postID=1212276199277365650" title="Edit Post"&gt; &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5807895993198711765&amp;amp;postID=714214023742769587" name="5003469384617990955"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIoZv6jfWI/AAAAAAAAAEk/MLor0qj92Kk/s1600-h/image-upload-1-737772.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIoZv6jfWI/AAAAAAAAAEk/MLor0qj92Kk/s320/image-upload-1-737772.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/blog-post.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T01:20:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4885563416779196925&amp;amp;postID=5003469384617990955" title="Edit Post"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/sujud-berjamaah-dalam-sholat-isya.html"&gt;Sujud berjamaah dalam sholat isya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvImxa5NjCI/AAAAAAAAAEc/5dJwUr1APTw/s1600-h/image-upload-2-721207.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvImxa5NjCI/AAAAAAAAAEc/5dJwUr1APTw/s320/image-upload-2-721207.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/sujud-berjamaah-dalam-sholat-isya.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-05T01:13:00Z"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5807895993198711765&amp;amp;postID=714214023742769587" name="4712091573478738587"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://daylop565.blogspot.com/2009/11/sebagian-santri-putri-mda-albarokah.html"&gt;Sebagian santri putri mda albarokah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIlqkfM_fI/AAAAAAAAAEU/fmTV8jO3L2E/s1600-h/image-upload-2-738606.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_XzclEu4YXJk/SvIlqkfM_fI/AAAAAAAAAEU/fmTV8jO3L2E/s320/image-upload-2-738606.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-714214023742769587?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/714214023742769587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=714214023742769587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/714214023742769587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/714214023742769587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/11/foto-santri-mda-al-barokah.html' title='Foto Santri MDA Al Barokah'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VKgQNhKURvo/SlbiS2he3hI/AAAAAAAAAC0/ltBQqjbjwXQ/s72-c/image-upload-8-711467.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-3472475348448071939</id><published>2009-10-30T17:00:00.001-07:00</published><updated>2009-10-30T17:00:26.219-07:00</updated><title type='text'>Tatarucingan</title><content type='html'>Dulur-dulur, cikan bisa teu neguh tatarucingan di handap ?&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Hayam naon anu sukuna sarebu?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sato naon anu teu bisaeun mundur?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;3&lt;span&gt;           . &lt;/span&gt;Bangku naon anu bisa didahar?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4&lt;span&gt;           . &lt;/span&gt;Batu naon anu teu aya di cai?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;5&lt;span&gt;           . &lt;/span&gt;Oray naon anu teu bisaeun ngaleor?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;6&lt;span&gt;           . &lt;/span&gt;Piring naon anu bisa dipake nempo bulan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;7&lt;span&gt;           . &lt;/span&gt;Manuk naon anu jangjangna dina suku, sirahna dina suku?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;8&lt;span&gt;           . &lt;/span&gt;Naon sababna ban mobil tina karet?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;9&lt;span&gt;           . &lt;/span&gt;Sapi naon anu bau?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;10.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Piring naon anu pangrame-ramena di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span id="more-141"&gt;&lt;/span&gt;11&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Dicabak beye, ditakol ngabelentrang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;12&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Hayamna bodas, naonna anu hideung?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;13&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Buah naon anu dipikaresep ku lalaki?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;14&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Jam naon anu bisa nembang?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;15&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Monyet naek kana tangkal kai, tinggal naonna?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;16&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Pare naon anu teu ngeunah?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;17&lt;span&gt;&lt;/span&gt;. Sato naon anu sukuna dina sirah awakna dina sirah?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;18.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Kapas dua kg, batu sakilogram, lamun ditinggangkeun kana suku nyeri mana?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;19&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Ku naon tukang baso nakolan mangkok?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;20&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Soeh teu bisa dikaput, kotor teu bisa diseuseuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;21&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Kaca naon anu nyeri?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;22.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Kaca naon anu seungit?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;23&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Kaca naon anu pangbeuratna?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;24&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Aya balon sapuluh, bitu hiji, kempes tilu, kari sabaraha deui?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;25&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Dicekek beuheungna dieleketek beuteungna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;26&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Naon sababna ban sapedah anu tukang sok babari dugul?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;27&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Naon sababna lamun anjing keur lumpat sok ngalieuk bae ka tukang?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;28&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Hayam naon anu isuk-isuk tara kongkorongok?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;29&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Leutik, bodas, panjang, teuas, lumpatna ngabelesat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;30&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Tukang naon lamun digeroan sok lumpat ngajauhan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;31&lt;span&gt;&lt;/span&gt;. Bajuna hejo, leumpangna nguriling bari udud.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;32&lt;span&gt;         . &lt;/span&gt;Maju eleh, mundur meunang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;33&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Aya manuk sapuluh ditembak hiji, tinggal sabaraha?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;34.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Sato naon anu pangleutik-leutikna sadunya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;35&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kapal naon anu teu bisa ngapung?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;36.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Hideung, leutik, bahaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;37&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kumaha ngabedakeun sirah cacing jeung buntut cacing?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;38.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Naha superman bajuna make hurup “S”?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;39&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Tangkal naon anu sok dipikasieun?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;40.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Lamun Arjuna neangan cinta, ari Bima neangan naon?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;41&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Sirahna dina beuteung, ceulina dina beuteung, beuheungna dina beuteung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;42.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Sapedah naon anu bisa ngapung?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;43&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kuda naon anu teu bisa lumpat?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;44.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Minyak naon anu rame?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;45&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Batman nginum fanta, ari Superman nginum naon?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;46.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Hayam naon anu sok diteangan ku jelema?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;47&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kalong naon anu pinter maen bal?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;48.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Gajah naon anu sukuna dua?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;49&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Lamun Superman ngapung tara ngadeukeutan panonpoe, naon sababna?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;50.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Diudag lumpat didagoan cicing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tah ieu konci jawabanana&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Hayam keur pawey&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sato nu keur nukangan tembok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;3.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Bangkuang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Batu garing&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;5&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Oray nu ngalegleg linggis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;6.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Piring bolong&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;7&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Manuk anu kageleng mobil&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;8.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Mun tina coklat pasti digembrong sireum&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;9.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sapiteng&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;10.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Piringatan 17 Agustus&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;11.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Tai kotok napel dina tihang listrik&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;12.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Kalangkangna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;13&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;(Awewe) Buahenol&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;14.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Jamrud&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;15&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Tinggal turunna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;16.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Parea-rea omong&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;17&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kutu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;18.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Nyeri sukuna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;19&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Ku sendok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;20.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Keretas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;21&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kacabok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;22.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Kacapiring&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;23&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kacalikan gajah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;24.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Kari salapan, da nu kempes teh ditiup deui.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;25&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Gitar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;26.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Bakating ku cape mikiran kumaha carana hayang miheulaan ban hareup&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;27&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Sabab teu make kaca spion&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;28.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Hayam paeh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;29&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Remeh napel dina kareta api nu keur maju&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;30.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Tukang maok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;31&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Obat nyamuk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;32.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Nu keur lomba tarik tambang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;33&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Euweuh hiji-hiji acan da kaburu hiber&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;34.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Incuna kuman nu teu dahar saminggu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;35&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kapal nu mesinna ruksak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;36.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Sireum napel dina bom&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;37&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Keleketek heula, nu seuri eta huluna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;38.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Sabab mun XL mah bakal logor teuing&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;39&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Tangkal sampeu nu keur dipake nyumput maung&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;40.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Neangan kukuna nu sok dibabawa ku tukang jamu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;41&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Orok nu keur dikakandung ku indungna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;42.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Sapedah anu ditalian kana sarebu balon gas nu keur ngapung&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;43&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kuda nu dicangcang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;44.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Minyaksikan pertandingan sepakbola&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;45&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Minumpas kejahatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;46.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Hayam leungit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;47&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Kalonggak Ajat Sudrajat ya… Robby Darwis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;48.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Gajah nu keur keprok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;49&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;Sabab sieun S-na leeh kapanasan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;50.&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Kalangkang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-3472475348448071939?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/3472475348448071939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=3472475348448071939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3472475348448071939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3472475348448071939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/tatarucingan.html' title='Tatarucingan'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-9072776818761936801</id><published>2009-10-30T16:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T16:08:13.607-07:00</updated><title type='text'>Teka Teki Lucu</title><content type='html'>eka-teki Binatang &lt;br /&gt;01. Bebek apa yg jalannya selalu muter ke kiri terus?&lt;br /&gt;Bebek dikunci stang&lt;br /&gt;02. Kenapa Bebek goreng enak rasanya?&lt;br /&gt;Karena ada huruf ‘B’ nya, coba kalo nggak ada, berani makan?&lt;br /&gt;03. Ada bebek 10 di kali 2 jadi berapa?&lt;br /&gt;8, soalnya yg 2 lagi maen di kali, kan?&lt;br /&gt;04. Hewan apa yg bersaudara?&lt;br /&gt;Katak beradik&lt;br /&gt;05. Kenapa anak kodok suka loncat-loncat?&lt;br /&gt;Biasalah… namanya juga anak-anak. Suka iseng…&lt;span id="more-531"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;06. Hewan apa yg paling aneh?&lt;br /&gt;Belalang kupu-kupu. Soalnya kalo siang makan nasi kalo malam minum susu&lt;br /&gt;07. Hewan apa yang namanya 2 huruf?&lt;br /&gt;U dan g&lt;br /&gt;08. Apa yang mempunyai kaki enam dan bisa terbang?&lt;br /&gt;Tiga ekor burung!&lt;br /&gt;09. Bagaimana caranya mencegah anjing supaya tidak kencing di jok belakang?&lt;br /&gt;Pindahkan ke jok depan!&lt;br /&gt;10. Punya delapan kaki tapi yang dipakai cuma empat?&lt;br /&gt;Seekor kuda yang sedang ditunggangi dua orang!&lt;br /&gt;11. Siapa yang selalu jadi korban pemerasan?&lt;br /&gt;Sapi perah&lt;br /&gt;12. Bagaimana Membedakan Zebra Jantan Dengan Betina&lt;br /&gt;Zebra Jantan Aslinya Berwarna Hitam Garis - Garisnya Putih, Zebra Betina Aslinya Berwarna Putih Garis - Garis Hitam&lt;br /&gt;13. Kalau dipukul yang mukul malah kesakitan?&lt;br /&gt;Nyamuk yang lagi nempel di hidung!&lt;br /&gt;14. Tikus kalo ulang taon minta hadiah apa?&lt;br /&gt;Sepeda (bodo!! yang ulang taon khan dia… jadi terserah dong…)&lt;br /&gt;15. Gimana caranya tau di dalam kulkas ada tikus?&lt;br /&gt;Liat dulu… di luar kulkas ada sepeda ga?&lt;br /&gt;16. Berapa jumlah kaki seekor kerbau?&lt;br /&gt;Delapan (8) yaitu: dua kaki kiri, dua kaki kanan, dua kaki depan, dan dua kaki belakang&lt;br /&gt;17. Hitam, putih, merah, apakah itu?&lt;br /&gt;Zebra abis dikerokin&lt;br /&gt;18. Monyet apa yang rambutnya panjang?&lt;br /&gt;Monyet gondrong&lt;br /&gt;Teka-teki Gajah&lt;br /&gt;19. Binatang apa yang kalau lagi pilek paling menderita?&lt;br /&gt;Gajah (bayangin aja sendiri)&lt;br /&gt;20. Gajah apa yang belalainya pendek?&lt;br /&gt;Gajah pesek&lt;br /&gt;21. Apa persamaannya gajah dan tiang listrik?&lt;br /&gt;Sama-sama nggak bisa terbang&lt;br /&gt;22. Gimana caranya 5 ekor gajah naek sedan?&lt;br /&gt;2 di depan 3 di belakang&lt;br /&gt;Teka-teki Ikan&lt;br /&gt;23. Ikan apa yang matanya banyak sekali?&lt;br /&gt;Ikan teri 1 kilo&lt;br /&gt;24. Ikan apa yang paling menderita?&lt;br /&gt;Ikan nggak bisa berenang&lt;br /&gt;25. Ikan apa yang nggak bisa berenang?&lt;br /&gt;Ikan goblok&lt;br /&gt;Teka-teki Kucing&lt;br /&gt;26. Binatang yang paling dibenci anjing laut?&lt;br /&gt;Kucing laut&lt;br /&gt;27. Apa bedanya kucing ama kucring?&lt;br /&gt;Kalo kucing kakinya empat, kalo kucring kakinya emprat&lt;br /&gt;28. Bola apa yang mirip kucing?&lt;br /&gt;Bola emon&lt;br /&gt;Teka-teki Ayam&lt;br /&gt;29. Kenapa ayam kalo berkokok matanya merem?&lt;br /&gt;Karena udah hapal teksnya&lt;br /&gt;30. Ayam apa yang besar?&lt;br /&gt;Ayam semesta&lt;br /&gt;31. Kenapa ayam jago nggak punya tangan?&lt;br /&gt;Sebab ayam betina ngga punya susu&lt;br /&gt;32. Ada ngga ayam yang berkokok siang-siang?&lt;br /&gt;Nggak ada, yang ada berkokok ku… ku… ruyuuuukk.&lt;br /&gt;Teka-teki Telor&lt;br /&gt;33. Barang apa yang lebih berguna setelah pecah? Telur&lt;br /&gt;34. Ada ayam jantan pala’nya ada di amerika ekornya di Afrika, sayapnya di Jakarta, matanya ada di Brazil, telurnya ada di mana?&lt;br /&gt;Ayam jantan mana ada sih yang Bertelor…&lt;br /&gt;35. Ayam apa yang bertelur di mana aja?&lt;br /&gt;Ayam betina&lt;br /&gt;36. Telor apa yang paling enak?&lt;br /&gt;Telor yang lagi gatel trus digaruk-garuk&lt;br /&gt;37. Telor apa yang sangar?&lt;br /&gt;Telor asin, soalnya ada tatonya&lt;br /&gt;38. Telor asin takut ama sapa?&lt;br /&gt;Ama telor puyuh, sebab tatonya lebih banyak&lt;br /&gt;39.Telor puyuh takut ama sapa?&lt;br /&gt;Ama telormu, abis punyamu bawa pistol seeh!&lt;br /&gt;40. Kenapa anak babi kalo jalan nunduk?&lt;br /&gt;Karena malu punya ibu seekor babi&lt;br /&gt;41. Kenapa anak kelinci kalo jalan suka lompat-lompat?&lt;br /&gt;Soalnya dia seneng ibunya bukan babi&lt;br /&gt;42. Apa beda unta dengan kangkung?&lt;br /&gt;Kalo unta di arab, kalo kangkung di&lt;br /&gt;urap&lt;br /&gt;Teka-teki Garing Campuran&lt;br /&gt;43. Apa bedanya pemurung dengan pemulung?&lt;br /&gt;Pemurung tidak pernah merasa gembira, sedangkan pemulung tidak pelnah melasa gembila&lt;br /&gt;44. Kenapa mayat dibungkus kain putih?&lt;br /&gt;Pake hitam…??? Siapa takut!!!!&lt;br /&gt;45. Kenapa Afrika negaranya miskin?&lt;br /&gt;Karena terlalu sibuk ngeriting rambut&lt;br /&gt;46. Olah raga apa yang paling berat?&lt;br /&gt;Catur. Masa kuda ama benteng diangkat-angkat&lt;br /&gt;47. Siapakah presiden RI yang terseksi?&lt;br /&gt;Pa ha Bibi&lt;br /&gt;48. Kenapa stir mobil letaknya kalau ‘nggak di kanan ya di kiri. Kok’nggak di tengah?&lt;br /&gt;Biar gampang kalau mau ngeludah&lt;br /&gt;49. Kenapa Sri Rama memilih Sinta?&lt;br /&gt;Karena kulit Santi tak seputih kulit Sinta&lt;br /&gt;50. Kenapa Superman celana dalamnya merah?&lt;br /&gt;Karena lupa pake pembalut&lt;br /&gt;51. Kenapa Superman bajunya pake huruf S?&lt;br /&gt;Karena kalau pake M atau XL kegedean&lt;br /&gt;52. Kenapa superman gak kawin ama wonderwoman?&lt;br /&gt;Ya emang nggak jodoh&lt;br /&gt;53. Kenapa Batman lambangnya bukan B?&lt;br /&gt;Karena udah dipake sama Bobo…&lt;br /&gt;54. Batman kalo tidur di mana hayo?&lt;br /&gt;Bedcover&lt;br /&gt;55. Kenapa suku Irian memakai koteka?&lt;br /&gt;Karena kalau pakai daun pisang ntar dikira lontong&lt;br /&gt;56. Kenapa kijang tiada duanya?&lt;br /&gt;Karena indosiar memang untuk anda&lt;br /&gt;57. Bahasa Inggrisnya nasi apa? Rice&lt;br /&gt;Bahasa Inggrisnya panjang apa? Long&lt;br /&gt;Kalau bahasa Inggrisnya nasi panjang apa?&lt;br /&gt;Lontong&lt;br /&gt;58. Kenapa di dalam bajaj nggak ada nyamuk?&lt;br /&gt;Karena nyamuk sini cuma takut tiga roda&lt;br /&gt;59. Siapa wanita Indonesia yang paling kuat?&lt;br /&gt;Nyonya Meneer, berdiri sejak tahun 1918&lt;br /&gt;60. Apa bedanya aku dan kau?&lt;br /&gt;Aku dan kau, jelekan kau (nyanyiin pake lagu susu dancow)&lt;br /&gt;61. Kenapa kalo lagi mikir orang suka megang jidatnya?&lt;br /&gt;Ya iyalah, masa megang jidat orang laen!&lt;br /&gt;62. Benda apa yang paling matre’?&lt;br /&gt;Telepon umum, khan kalo dikasih uang baru mau kerja&lt;br /&gt;63. Apa bedanya sarung dan kotak?&lt;br /&gt;Kalau sarung itu bisa kotak-kotak kalau kotak tidak bisa sarung-sarung&lt;br /&gt;64. Sepatu siapa yang nggak bisa lepas?&lt;br /&gt;Ya sepatunya reza donk (kan sepatu yang tak bisa lepas: dinyanyiin)&lt;br /&gt;65. Sapu apa yang selalu menempel?&lt;br /&gt;Sapu yang tak bisa lepas… (lagunya Reza juga)&lt;br /&gt;66. Ada dua orang bapak dan dua orang anak, mereka pergi ke hutan untuk berburu kancil, sialnya mereka hanya dapat tiga ekor, tetapi waktu kembali ke rumah, masing-masing membawa satu ekor. Mungkinkah atau mustahil???&lt;br /&gt;Jawaban disertai alasan: yang pergi berburu hanya 3 orang, seorang kakek, seorang ayah dan seorang anak, tul nggak? Mikir dong hehehe… &lt;img alt=":d" class="wp-smiley" height="18" src="http://www.malau.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif" title=":d" width="18" /&gt;&lt;br /&gt;67. Tiang apa yang enak?&lt;br /&gt;Tiang-tiang minum te!&lt;br /&gt;68. Naiknya cepet, turunnya lambat banget…?&lt;br /&gt;Ingus!&lt;br /&gt;69. Tank apa yang moncongnya ke bawah?&lt;br /&gt;Tankurep, hehehe…&lt;br /&gt;70. Nembak lantai kena hidung apa hayo?&lt;br /&gt;Kentut woi&lt;br /&gt;71. Sma apa yang badannya gede-gede?&lt;br /&gt;Sma CK DOWN&lt;br /&gt;72. Pohon apa yang paling banyak pada hari lebaran?&lt;br /&gt;Pohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;73. Benda apa yang besar putih bersayap dan rasanya asin?&lt;br /&gt;Pesawat terbang jatuh ke laut donk…!!!&lt;br /&gt;74. Lemari apa yang bisa masuk kantong?&lt;br /&gt;Lema ribu&lt;br /&gt;75. Dewa apa yang kesepian?&lt;br /&gt;Dewakto sendere&lt;br /&gt;76. Ada berapa hurufkah dalam abjad?&lt;br /&gt;Ada 5 (lima) a-b-j-a-d&lt;br /&gt;77. Apa bedanya wayang, sepatu, dan jengkol?&lt;br /&gt;Kalo wayang ada yang namanya semar, kalo sepatu disemir, kalo jengkol disemur&lt;br /&gt;78. Kentang apa yang bisa bikin bayi ketawa?&lt;br /&gt;Kentangtingtungtingtangtingtung&lt;br /&gt;79. Saya ada jeruk lima kamu minta minta satu, sisanya berapa?&lt;br /&gt;Ya tetap lima soalnya kamu nggak dikasih…&lt;br /&gt;80. Apa yang kalo naik turun, kalo turun naik?&lt;br /&gt;Tukang Beca, kalo jalannya naik dia turun buat dorong, kalo jalannya turun dia naik lagi&lt;br /&gt;81. Kenapa aspal itu hitam?&lt;br /&gt;Kalau coklat lo ambil ntar&lt;br /&gt;82. Mie apa yang bau banget?&lt;br /&gt;Mie kuAHHHHHHHHHHHHHH…&lt;br /&gt;83. Kenapa orang takut kehujanan?&lt;br /&gt;Coz tuh hujan beraninya kroyokan, coba klo satu-satu, gak ada yang takut khan?&lt;br /&gt;84. Kenapa liang anus keriput?&lt;br /&gt;Soalnya dicuci-dicuci, disetrika enggak…&lt;br /&gt;85. Orang sibuk paling sabar duduk di mana?&lt;br /&gt;Di jamban&lt;br /&gt;86. Ban apa yang bisa makan, joget, nyanyi, dan ngomong?&lt;br /&gt;Banci&lt;br /&gt;87. Uang kalau dilempar jadi apa?&lt;br /&gt;Jadi rebutan&lt;br /&gt;88. Sepatu biru kecebur di Laut Merah jadi apa?&lt;br /&gt;Jadi luntur&lt;br /&gt;89. Kenapa batu kalau dimasukkan ke air tenggelam?&lt;br /&gt;Soalnya batu enggak bisa berenang!&lt;br /&gt;90. Ada nggak buah rambutan yang berbahaya kalau kita makan?&lt;br /&gt;Ada, kalau makannya di tengah jalan tol!&lt;br /&gt;91. Apakah ilmu pasti itu?&lt;br /&gt;Ilmu yang melarang soal-soal seperti ini: satu ditambah satu barangkali dua, dsb!&lt;br /&gt;92. Supaya enak biji nangka dimasaknya bagaimana?&lt;br /&gt;Cari biji nangka yang paling kecil. Terus 1 biji itu dibelah 8. Salah satu potongannya direbus. Setelah matang dimakan dengan 3 potong ayam goreng. Setelah habis, minumlah juice durian. Pasti enak!&lt;br /&gt;93. Bagaimana orang cadel tertawa?&lt;br /&gt;Teltawa telkekeh kekeh&lt;br /&gt;94. Sebutkan perbedaan segelas es campur dengan segelas air putih?&lt;br /&gt;Kira-kira lima ratus rupiah!&lt;br /&gt;95. Bagaimana cara yang paling cepat menggemukkan badan?&lt;br /&gt;Masuk ke sarang lebah!&lt;br /&gt;96. Kalau hitam dibilang bersih, kalau putih dibilang kotor?&lt;br /&gt;Papan tulis!&lt;br /&gt;97. Apa persamaan uang dan rahasia? Dua-duanya susah dipegang!&lt;br /&gt;98. Selalu diam di pojok tapi selalu keliling dunia?&lt;br /&gt;Perangko!&lt;br /&gt;99. Bagaimana cara melipatgandakan uang dengan cepat?&lt;br /&gt;Taruh di depan kaca!&lt;br /&gt;100. Polisi melihat sopir truk di Rambu larangan tetapi tidak menangkapnya.&lt;br /&gt;Kenapa? Karena sopir truk itu sedang berjalan kaki!&lt;br /&gt;101. Apa namanya orang yang membawa 3 ekor kelinci di kepalanya?&lt;br /&gt;Orang enggak ada kerjaan!&lt;br /&gt;102. Siapa yang potong rambut tiap hari tapi tidak botak?&lt;br /&gt;Tukang pangkas!&lt;br /&gt;103. Yang membuat tidak membutuhkannya. Yang membeli tidak memakainya. Yang memakai tidak memesannya? Apa itu?&lt;br /&gt;Batu Nisan!&lt;br /&gt;104. Yang jual enggak doyan, yang doyan enggak beli, yang beli enggak doyan?&lt;br /&gt;Rumput (makanan sapi).&lt;br /&gt;105. Apa beda matahari sama bulan?&lt;br /&gt;Matahari ada diskon, bulan enggak ada&lt;br /&gt;106. Kenapa Bumi makin panas?&lt;br /&gt;Karena Matahari buka cabang di mana-mana&lt;br /&gt;107. Gimana cara terbang ke matahari tanpa kepanasan?&lt;br /&gt;Perginya malam hari&lt;br /&gt;108. Apa yang dikatakan orang bisu pertama kali bisa ngomong?&lt;br /&gt;Tes… tes… 1 2 3 dicoba…, Sound Check, Sound Check…!&lt;br /&gt;109. Apa yang luarnya mulus dalamnya amburadul?&lt;br /&gt;Nenek-nenek naek mercy&lt;br /&gt;Teka-teki Buah&lt;br /&gt;110. Buah apa yang gak punya otak?&lt;br /&gt;Semua buah dong&lt;br /&gt;111. Apa perbedaan antara apel dan upil?&lt;br /&gt;Kalau apel ditaruh di atas meja. Kalau upil dioles di bawah meja.&lt;br /&gt;112. Kenapa meja bagian bawahnya selalu kasar, tidak sehalus bagian atasnya?&lt;br /&gt;Karena bagian bawah meja banyak upil yang udah kering.&lt;br /&gt;113. Buah apa yang berakhiran huruf “K”?&lt;br /&gt;Mangga busuk, pepaya busuk, apel busuk…&lt;br /&gt;114. Rambut putih namanya uban, rambut merah namanya pirang, kalo rambut hijau namanya apa?&lt;br /&gt;Rambutan belum mateng…&lt;br /&gt;Teka-teki 17thn ke atas (khusus dewasa)&lt;br /&gt;115. Apa bedanya jam 12 siang ama’ jam 12 malem?&lt;br /&gt;Kalo jam 12 siang bunyinya neng, neng, neng…&lt;br /&gt;Kalo jam 12 malem bunyinya neeeng, neeeng… pintunya bukain neeeng…&lt;br /&gt;116. Apa perbedaan rok dengan roket?&lt;br /&gt;Roket makin ke atas makin nggak kelihatan, kalau rok makin ke atas makin kelihatan&lt;br /&gt;117. Majalah apa yang paling mahal?&lt;br /&gt;Bobo sama Gadis (kalo ga ngerti, jangan tanya ama tukang majalah!)&lt;br /&gt;118. Apa bedanya sekretaris baik sama sekretaris seksi?&lt;br /&gt;Sekretaris baik “selamat pagi pak”&lt;br /&gt;Sekretaris seksi “sudah pagi pak”&lt;br /&gt;119. Apa persamaannya bayi ama snack canasta?&lt;br /&gt;Sama-sama dibikin pake ‘tongkat ajaib’&lt;br /&gt;120. Apa persamaan antara ASI dan air mineral?&lt;br /&gt;Sumbernya sama, dari pegunungan&lt;br /&gt;121. Apa beda susu cap nona dengan susu nona?&lt;br /&gt;Kalau susu cap nona kental manis.&lt;br /&gt;Kalau susu nona kental-kentul lebih manis.&lt;br /&gt;122. Apa bedanya tentara dengan pembalut?&lt;br /&gt;Kalo tentara disiplin, kalo pembalut diselipin&lt;br /&gt;123. Apa perbedaan bulan madu pertama dan bulan madu kedua?&lt;br /&gt;Kalau bulan madu pertama istrinya yang teriak “Haaaa… besar banget!”&lt;br /&gt;Kalau bulan madu kedua suaminya yang teriak “Haaa… besar banget!”&lt;br /&gt;124. Apakah perbedaan antara seorang pahlawan dan seorang perawan?&lt;br /&gt;Pahlawan berjuang sampai titik darah penghabisan, sedangkan perawan berjuang hingga titik darah yang pertama&lt;br /&gt;125. Apa bedanya burung cendrawasih dengan perempuan?&lt;br /&gt;Burung cendrawasih adalah burung surga, sedangkan perempuan adalah surga burung&lt;br /&gt;126. Burung apa yang nempel di tembok?&lt;br /&gt;Burungnya cicak&lt;br /&gt;127. Kentutnya ADE RAY bunyinya gimana?&lt;br /&gt;Brotot… brotot… brottot &lt;img alt=":))" class="wp-smiley" height="18" src="http://www.malau.net/smilies/yahoo_laughloud.gif" title=":))" width="18" /&gt;&lt;br /&gt;128. Sandal apa yang paling enak?&lt;br /&gt;Sandal terasi&lt;br /&gt;129. Apa perbedaan aksi dengan demo?&lt;br /&gt;Kalo aksi rodanya empat kalo demo rodanya tiga&lt;br /&gt;130. Item, gede sekali, buluan, &amp;amp; manis…?&lt;br /&gt;Manisan Kingkong&lt;br /&gt;131. Begoan mana, Batman apa Superman?&lt;br /&gt;Begooan Batman, udah tau gak bisa terbang masih pake sayap&lt;br /&gt;132. Apa persamaan Pangeran Dipenogoro dengan Cut Nyak Dien?&lt;br /&gt;Sama-sama nggak punya handphone&lt;br /&gt;133. Mengapa sepeda motor mereknya “yamaha”?&lt;br /&gt;Sebab bikinan Jepang. Kalau bikinan Arab mereknya “yamahmud”&lt;br /&gt;134. Cewek kalo’ jualan apa kelihatan susunya?&lt;br /&gt;Jualan susu&lt;br /&gt;135. Hewan apa yang nyampe pertama kali di bulan?&lt;br /&gt;Burung…nya Neil Amstrong&lt;br /&gt;136. Apa bedanya jatuh dari lantai 1 dengan jatuh dari lantai 13?&lt;br /&gt;Kalau dari lantai 1, bunyinya “bruuk… aaa…”,&lt;br /&gt;Kalau dari lantai 13 bunyinya “aaa… bruukkk…”&lt;br /&gt;137. Pintu apa yang didorong-dorong sama 10 orang nggak bakal terbuka?&lt;br /&gt;Pintu yang ada tulisannya “TARIK”&lt;br /&gt;138. Lubang apa yang paling kecil di dunia?&lt;br /&gt;Lubang pantat. Angin aja kalo mau lewat mesti menjerit&lt;br /&gt;139. What’s the meaning of control?&lt;br /&gt;Alat vitral&lt;br /&gt;140. Nyarinya susah, setelah dapet, langsung dibuang. Apaan?&lt;br /&gt;Ngupil&lt;br /&gt;141. Kenapa laki-laki senang berpikir dan perempuan senang ngomong?&lt;br /&gt;Karena laki-laki punya 2 kepala, perempuan punya 2 mulut.&lt;br /&gt;142. Apa persaman goreng ikan gosong, orang jatuh ke sumur mati, dan perempuan bisa hamil?&lt;br /&gt;Karena kelamaan ngangkat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-9072776818761936801?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/9072776818761936801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=9072776818761936801' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/9072776818761936801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/9072776818761936801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/teka-teki-lucu.html' title='Teka Teki Lucu'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-5224919763873434679</id><published>2009-10-30T16:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T16:07:35.532-07:00</updated><title type='text'>Cerita Lucu</title><content type='html'>&lt;div class="post-entry"&gt;CPNS&lt;br /&gt;Suatu hari, si A, B dan C datang ke kantor untuk mengikuti tes CPNS. Hari itu materinya wawancara lisan. Satu persatu mereka dipanggil pewawancara.&lt;br /&gt;Si A memasuki ruangan.&lt;br /&gt;Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”&lt;br /&gt;A: “250, Pak”&lt;br /&gt;Pewawancara: “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda bermental korupsi”&lt;br /&gt;Si A keluar ruangan.&lt;br /&gt;Si B memasuki ruangan&lt;br /&gt;Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”&lt;br /&gt;B: “150, Pak”&lt;br /&gt;Pewawancara: “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda merugikan negara.”&lt;br /&gt;Si B keluar ruangan.&lt;br /&gt;Si C memasuki ruangan&lt;br /&gt;Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”&lt;br /&gt;Si C: “Terserah Bapak. Saya siap melaksanakan”&lt;br /&gt;Pewawancara: “OK! Anda diterima sebagai PNS! Alasannya, Anda penuh pengertian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GILA &lt;br /&gt;&lt;div class="post-entry"&gt;Seorang dokter kaget ketika masuk halaman belakang sebuah rumah sakit jiwa, karena dia mendengar ada orang bernyanyi.&lt;br /&gt;Setelah dia cari ternyata suara seorang pasien rumah sakit jiwa tersebut.&lt;br /&gt;Cuma anehnya, si pasien menyanyikannya dengan tidur telentang.&lt;br /&gt;Dengan heran sang dokter terus mengamati pasien tersebut. Dia berpikir, sepertinya si pasien sudah sembuh.&lt;br /&gt;Lebih kaget lagi, kemudian pasien tersebut tengkurap dan menyanyikan lagu yang lain.&lt;br /&gt;Karena penasaran, dokter menghampiri sang pasien dan bertanya, “Hai, mengapa kamu tadi menyanyi dengan tidur telentang dan sekarang tengkurap?”&lt;br /&gt;Dengan kalem si pasien menjawab, “Ya Dok, karena tadi side A, sekarang side B.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEWEK BUGIL NAIK BECA &lt;br /&gt;Ada seorang cewek bugil naik becak. Sepanjang perjalanan, si tukang becak sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari si cewek tersebut.&lt;br /&gt;Merasa di perhatikan seperti itu, si cewek tersebut menegur:&lt;br /&gt;Cewek : Ada apa mas, kok ngeliatnya seperti itu? Belum pernah ngeliat cewek bugil apa?!!!&lt;br /&gt;Tukang Becak : Oh nggak mbak… Saya cuman memperhatikan, kira-kira nanti mbak mengeluarkan uangnya dari mana???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UDIN DAN JANDA MUDA &lt;br /&gt;Mengandalkan kekayaan orangtuanya, walaupun sekolahnya drop-out, Udin tidak merasa rendah diri. Bahkan ia berhasil mengawini dengan bangga seorang janda muda yang cantik.&lt;br /&gt;Resikonya, sang istri kelihatan tidak pernah merasa puas. Dan saat ini Udin mulai mengungkapkan perasaannya:&lt;br /&gt;Udin: “Tapi, sayangku!” rayunya. “Aku sudah melakukan segala sesuatu yang aku bisa untuk membuatmu bahagia. Terutama sejak malam pertama kita, sayangku.”&lt;span id="more-288"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang istri: “Tapi engkau tidak melakukan satu hal seperti yang dilakukan suami pertamaku untuk membuatku bahagia.” jawab sang istri.&lt;br /&gt;Udin: “Sebutkan saja apa itu, sayang.” kata Udin dengan nada merayu.&lt;br /&gt;Sang istri: “Meninggal.” jawabnya bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-5224919763873434679?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/5224919763873434679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=5224919763873434679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/5224919763873434679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/5224919763873434679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/cpns-suatu-hari-si-b-dan-c-datang-ke.html' title='Cerita Lucu'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-7930139959625466355</id><published>2009-10-30T15:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T15:32:00.001-07:00</updated><title type='text'>Siksa Kubur</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;img border="0" height="129" src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/bismilah2.gif" width="401" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Garamond; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KEDAHSYATAN SIKSAAN DIALAM KUBUR&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img border="0" height="23" src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif" width="448" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: &lt;i&gt;"Berlindunglah kamu kepada &lt;span style="color: blue;"&gt;Allah &lt;/span&gt;dari siksaan kubur.".&lt;/i&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;mengulangi sebanyak 3 kali." Lalu &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;bersabda: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;dan ridha&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Nya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;." &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatasbumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh &lt;i&gt;Malaikat Muqarrbun&lt;/i&gt;, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;berfirman: &lt;i&gt;"Catatlah suratnya di &lt;span style="color: red;"&gt;illiyyin&lt;/span&gt;. &lt;/i&gt;Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Kami &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;jadikan, dan didalamnya &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Aku &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;kembalikan dan daripadanya pula akan &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Aku &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Siapa Tuhanmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Allah Tuhanku&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;. Lalu ditanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apakah agamamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: "&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Agamaku Islam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;" Ditanya lagi: "&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Dijawab: "&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Dia utusan Allah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;". Lalu ditanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagaimanakah kamu mengetahui itu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: "&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;" Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata."&amp;nbsp; Kemudian datang kepadanya &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;." Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;membaca ayat: &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (Yang Bermaksud) &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;sijjin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat&amp;nbsp; &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Yang bermaksud) &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Dan siapa mempersekutukan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;,&lt;span style="color: red;"&gt; maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didlam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Siapa Tuhanmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;"Saya tidak tahu"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;. Lalu ditanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apakah agamamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: "&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Saya tidak tahu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;" Ditanya lagi: "&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Dijawab: "&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Saya tidak tahu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;". Lalu ditanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagaimanakah kamu mengetahui itu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: "&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Saya tidak tahu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;" Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "&lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut&amp;nbsp; didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Yang bermaksud) &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa ke&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;illiyyin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oelh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksa&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa ke&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;sijjin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran sukup untuk penerangannya jika tidak maka &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat&amp;nbsp; itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abu-Laits berkata: "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus menlazimi empat dan meninggalkan empat iaitu:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Menjaga sembahyang lima waktu &lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Banyak bersedekah&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Banyak membaca al-quran&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Memperbanyak bertasbih (membaca: &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Subhanallah     walhamdulillah wal'aa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata     illa billah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Semua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun empat yang harus ditinggalkan ialah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Dusta&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Kianat&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Adu-adu&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Menjaga kencing, sebab &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi     Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; pernah bersabda: "Bersih-bersihlah kamu daripada     kencing, sebab umumnya siksa kubur itu kerana kencing. (Yakni hendaklah     dicuci kemaluan sebersih-bersihnya.)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;bersabda: "Innallahha ta'ala kariha lakum arba'a: Al'abatsu fishsholaati, wallagh wu filqira'ati, warrafatsu fisshiyami, wadhdhahiku indal maqaabiri. (Yang bermaksud) Sesungguhnya &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;tidak suka padamu empat, main-main dalam sembahyang dan lahgu (tidak hirau), dalam bacaan quran dan berkata keji waktu puasa dan tertawa didalam kubur."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata: "Kamu jangan tertipu kerana tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeza antara yang satu pada yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sufyan Atstsauri berkata: "Siapa yang sering (banyak)&amp;nbsp;memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun syurga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya: "Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu yaitu kubur, ingatlah bahawa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih ngeri, hari dimana anak kecil segera beruban dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang meneteki lupa terhadap bayinya dan wanita yang bunting menggugurkan kandungannya dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar, hanya siksa &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; yang sangat ngeri dan dahsyat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ingatlah bahawa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam, perhiasannya besi dan sirnya darah bercampur nanah, tidak ada rahmat &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; disana. Maka kaum muslimin yang menangis. lalu ia berkata: "Dan disamping itu ada syurga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;darunna'iem &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Syurga yang serba kenikmatan).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Usaid bin Abdirrahman berkata: "Saya telah mendapat keterangan bahawa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: "Segerakan aku.", dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: "Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu." Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: "Kembalikan aku." dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: "Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur: "Engkau jika menyebut syurga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?" Jawabnya: "&lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt; pernah bersabda: &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba'dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba'dahu asyaddu minhu." &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;(Yang bermaksud)&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;"Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli berkata: "Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: "Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Dzatishshahifah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular, maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?" Jawab Ibn Abbas r.a.: "Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur sajan demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya." Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oelh suaminya? Jawab isterinya: "Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekadar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abul-Laits berkata: "Berita ini menunjukkan bahawa kianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai kianat."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada keterangan bahawa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan     kembalimu didalam perutku.&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas     punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan     menangis didalam perutku.&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan     berduka didalam perutku.&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka     akan tersiksa didalam perutku.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt; Amr bin Dinar berkata: "Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan dihujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah, ia teringat pada kantongan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan kantongannya itu, ia berkata kepada orang yang membantunya itu: "Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini." Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya: "Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?" Ibunya berkata: "Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?" Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahawa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sembahyang dari waktunya, juga cuai dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur. Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;namimah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakier.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alabarra' bin Aazib r.a. berkata: "&lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung&amp;nbsp; membaca &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, maka itulah yang tersebut dalam firman &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa iaitu:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika melihat Malakulmaut&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakier&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika menghadapi hisab dihari kiamat&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan ketetapan ketika melihat Malaikulmaut dalam tiga hal iaitu:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan     istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Diberi selamat oleh Malaikat bahawa ia mendapat rahmat&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Melihat tempatnya disyurga sehingga kubur menjadi salah     satu kebun syurga.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.wt.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;     memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Mudah dan ringan hisabnya&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Diampunkan segala dosanya&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada juga yang mengatakan bahawa ketetapan itu dalam empat masa iaitu:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika mati&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa     gentar atau takut&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika hisab&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika berjalan diatas sirat sehingga berjalan bagaikan     kecepatan kilat&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya, maka ulama telah membicarakannya dalam berbagai pendapat. Sebahagiannya berkata pertanyaan itu hanya kepada roh tanpa jasad dan disaat itu roh masuk kedalam jasad hanya sampai didada. Ada pendapat berkata bahawa rohnyanya diantara jasad dan kafan dan sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Dan kita sendiri akan mengetahui bila sampai disana, maka bila ada orang menolak adanya soal Mungkar Nakier dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan iaitu:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Mereka berkata: "Ia tidak mungkin menurut perkiraan     akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam."&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;atau mereka berkata: "Tidak ada dalil yang     menguatkan."&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pendapat pertama bahawa ia tidak mungkin dalam akal kerana menyalahi kebiasaa tabiat alam. Pendapat ini bererti menidakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam. Jika ia berkata: "Tidak ada dalil.", maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mahu terima.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Firman &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; yang berbunyi: &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"Wa man a'rodho an dzikri fa inna lahu ma'i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a'ma. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Yang bermaksud)&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; "Dan siapa yang mengabaikan peringatanKu (ajaranKu) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur)."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;Demikian pula ayat: &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Yang bermaksud) &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Saad bin Almusayyab dari Umar r.a. berkata: &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "Jika seorang mukmin telah masuk kedalam kubur, maka didatangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara derap sandal sepatu mereka ketika kembali, lalu ditanya oleh kedua Malaikat itu: Siapa Tuhammu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu dijawab: &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;tuhanku, dan agamaku &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Islam &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;dan Nabiku&lt;i&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Lalu Malaikat itu berkata: &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; yang menetapkan kau dalam khalimah itu, tidurlah dengan tenang hati. Itulah ertinya &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;menetapkan mereka dalam khalimah hak. Adapun orang kafir zalim maka &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;menyesatkan mereka dengan tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika ditanya oleh Malaikat: Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafiq: Tidak tahu. Maka oleh Malaikat dikatakan: Tidak tahu, maka langsung dipukul sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang dialam kecuali manusia dan jin. (Dan andaikan didengar oleh manusia pasti pingsan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abu Hazim dari Ibn Umar r.a. berkata: &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda kepada Umar r.a : "Bagaimanakah kau hai Umar jika didatangi oleh kedua Malikat yang akan mengujimu didalam kubur iaitu Mungkar Nakier hitam keduanya kebiru-biruan siung keduanya mengguriskan bumi, sedang rambut keudanya sampai ketanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar?" Umar bertanya: "Ya &lt;span style="color: blue;"&gt;Rasullullah&lt;/span&gt;, apakah ketika itu aku cukup sedar sebagaimana keadaanku sekarang ini?" &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; menjawab: "Ya." Umar berkata: "jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abul-Laits berkata: "saya telah diberitahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asysyabadzi dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengari oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar kekubur, maka jika solih (baik) berkata: "Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan, nescaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata: "Jangan keburu, andaikata kamu mengtahui apa yang didepan aku daripada bahaya, nescaya kamu tidak akan keburu. Kemudian jika telah ditanam dalam kubur, didatangi oleh dua Malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sembahyangnya: Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalaman tidak tidur kerana takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa berjalan tegak kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu datang dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, kerana ia pernah sedekah kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka ditolak oleh puasanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus kerana takut saat seperti ini, lalu ia dibangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur, lalu ia bertanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: &lt;span style="color: blue;"&gt;Muhammad s.a.w&lt;/span&gt;? Maka dijawab: Saya bersaksikan bahawa ia utusan &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Lalu berkata kedua Malaikat: Engkau hidup sebagai seorang mukmin, dan mati juga mukmin. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;kepadanya. Semoga &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;memberi kita taufiq dan dipelihara serta dihindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur kerana &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; juga berlindung kepada &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;dari siksa kubur."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yyahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia berkata: "Semoga &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; maka &lt;span style="color: blue;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; memberitahu kepadaku bahawa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepada &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; telah memudahkan baginya segala amal soleh. Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat menyesal semata-mata, kerana itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, kerana orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan sembahyang dua rakaat, berzikir dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka hairan pada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata. Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya. Kami mohon semoga &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali kedunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Aamin ya Robbal aalamin. Engkau arhamurrahimin, wahasbunallahu wani'mal wakiel, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adhiem."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img border="0" height="23" src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif" width="448" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-7930139959625466355?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/7930139959625466355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=7930139959625466355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7930139959625466355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/7930139959625466355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/siksa-kubur.html' title='Siksa Kubur'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-5730170545649422325</id><published>2009-10-30T13:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T13:26:14.747-07:00</updated><title type='text'>BANYOL Sunda 3</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;C U K O N G&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Abah : “ ieu, kabogoh euis teh ? geuning awakna ceking matana cekung…”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pi minantueun : “ sanajan badn ceking mata cekung, tapi kieu kieu ge sayah teh cukong, Bah.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;PERSONALIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cepot : “ pa dukun! Kuring tulungan supaya bisa asup digawe!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dukun : “ Gampang we nyarita teh! Memangna dukun teh bagian personalia?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;MORO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Wartawan : “ salila saderek jadi paninggaran, moro naon anu panghesena ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Paninggaran : “ Moro….popotongan!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;ELMU PARE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aki Jumad keur ngagelendut wae mapatahan incu incuna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aki Jumad : “ yeuh dak, ari hirup kudu ngelmu pare, geura pare mah beuki eusi teh beuki tungkul,”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Incu I : “ Sapertos Aki, nya ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aki Jumad : “ Enya.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Incu II : “ Muhun, sapertos Aki beuki sepuh teh beuki ….bongkok.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aki Jumad : “ Siah!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;PAMUDA JEUNG PAMUDI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pamuda : “ Kanyaah Engkang ka Eulis moal aya bandingannana.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pemudi : “ Naon buktina ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pemuda : “ Buktosna mah upami bade masihan artos atanapi naon bae, karaos teh sok teu weleh nyaah!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;LIEUR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jang Komar : “ mang, aya surat keur kuring ?“&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tukang Pos : “ Saha kitu jenengan teh ?”&lt;br /&gt;jang Komar : “ Atuh baca we dina alamatna!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;NO BON&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Badu : “ Din, saha cing pamaen sepak bola anu tara nganjuk ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Udin : “ Teuing atuh euy, da urang mah tara merhatikeun sapopoena.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Badu : “ Belegug maneh mah, nya nobon atuh, pemaen PSMS”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;PASEN POHOAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hiji pasen, nelepon ka salahsaurang dokter.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pasen : “ dok, abdi teh gaduh panyawat hilapan, tong boroning kajadian anu baheula, anu kamari oge, tos hilap deui, kumaha landongna Dok ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dokter : “ kieu ayeuna mah, catet we heula, naon nu diucapkeun bieu, engke dipariksa.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pase : “ naon tea dok anu kudu dicatet teh ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;BUBUY BULAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jajang : “ Ci, hebat nya. Urang amerika mah geus bisa ka bulan.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Uci : “ nya…masih hebatan keneh Tati saleh atuh.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jajang : “ Na…kumaha kitu ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Uci : “ Ari urang amerika mah kakara bisa nincak bulan, Tati saleh mah geus bisa ngabubuy bulan.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-5730170545649422325?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/5730170545649422325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=5730170545649422325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/5730170545649422325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/5730170545649422325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/c-u-k-o-n-g-abah-ieu-kabogoh-euis-teh.html' title='BANYOL Sunda 3'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-982669492388036138</id><published>2009-10-30T12:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T12:56:11.683-07:00</updated><title type='text'>BANYOL Urang Sunda 2</title><content type='html'>&lt;b&gt;Munding Kageleng &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : " Aya naon Pak ?" ceuk hiji panumpang kareta api anu ngadadak direm.&lt;br /&gt;B : " Eta Cep, nubruk munding..." jawab Kondektur.&lt;br /&gt;A : " Naha mundingna kitu Pa, anu ngahalangan dina rel."&lt;br /&gt;B : " Ah, henteu, kareta apina anu ngudag munding dugi ka sawah! ". Jawab Kondektur Keuheul.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s203.photobucket.com/albums/aa264/nokiafandi/emotion/bigYahoo/?action=view&amp;amp;current=ngakak.gif" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" src="http://i203.photobucket.com/albums/aa264/nokiafandi/emotion/bigYahoo/ngakak.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Elmu Pare&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aki Jumad Keur ngagelendut wae mapatahan incu-incuna.&lt;br /&gt;Aki : Yeuh dak, ari hirup kudu ngelmu pare. Geura, pare mah beuki eusi teh beuki tungkul.&lt;br /&gt;Incu I : Sapertos Aki, nya ?&lt;br /&gt;Aki : Enya.&lt;br /&gt;Incu II : Muhun, sapertos Aki beuki sepuh beuki.....bongkok.&lt;br /&gt;Aki : Siah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Udi keur ngadaweung diburuan, lar aya tukang sapatu ngaliwat.&lt;br /&gt;Udi : Maaang...! Panga-hakkankeun sapatu!&lt;br /&gt;Tk. Sol : Lebok bae ku siaaaa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-982669492388036138?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/982669492388036138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=982669492388036138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/982669492388036138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/982669492388036138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/banyol-urang-sunda-2.html' title='BANYOL Urang Sunda 2'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-8245527898593595002</id><published>2009-10-30T12:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T12:42:59.321-07:00</updated><title type='text'>BANYOL  Urang Sunda</title><content type='html'>&lt;div id="RTEContent"&gt;SALAH SANGKA&lt;/div&gt;&lt;div id="RTEContent"&gt;Hiji carita anu datangna ti pilemburan, anu teu can kabagean listrik, nu masih keneh ku cempor (lampu teplok tea)...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di hiji imah anu nenggang .... aya hiji keluarga, putrana dua katut Nini da Akina duka teuing kamana...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salakina karek pisan&amp;nbsp;datang di pangumbaraan, keluarga pada-pada mikasono... pon kitu deui garwana kalintang bungahna...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dina hiji peuting anu jempling... maklum pada-pada sono, lampu ge teu di seungeut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biasa anu pada-pada sono ....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Si Bapana nyarita :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- Jang, nyai, geus sarare acan....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;+ teu acan Bapa&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- Ma, geuning barudak teh can sare..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kitu-kitu jeung kitu ampir 3 peuting, budakna di tanya ku Indung Bapana&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Isukna barudak nyarita ka nini-na&lt;/div&gt;&lt;div&gt;+ Nini kunaon si Ema jeung si Bapa unggal peuting ngan naros geus sare acan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- Peuting ayeuna mah Jang, Nyai, tong di  tembalan, cicing we, cek Ninina.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Peutingna, Nya kitu tea barudak teh di tanya deui, tapi ayeuna mah teu nembalan...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- Ma, ayeuna mah barudak teh geus sarare...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; Yu ah...... (tong dibayangkeun)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Der we, duka teuing kamana eta mah. Nga barudak mah ngadedempes we ngadedengekeun...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anu kadenge ku budak mah ngan kaluar... kaluar ....keun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Na celengkeng teh budak teh ngomong..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;+ Ema, Bapak... Ujang ge hoyong kaluar......&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Marungkan naon?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ah ieu mah banyol ti sunda.... hapunten bilih kirang sapagodos sareng manah baraya sadayana...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ngan gambaran heureuy anu aya manfaatna.. Duka tah.&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://portallworks.blogspot.com/2008/01/lalampahan-abah-sastra-ngala-nangka.html"&gt;LALAMPAHAN ABAH SASTRA NGALA NANGKA&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;"Apal baraya sadaya ka Abah Sastra?"..... alah….!! Bah Sastra, barayana Mang Maman.....???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pan garwana aya maksad hajat.....hajat badag ?", da malah nanggap wayang sagala….&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sabab Hajatna badag Abah Sastra kapaksa mangkat ka Majalaya maksadna ngala nangka kana kandaraan panjang. Barang nyampak ka Majalaya kasampak tangkal tangkana araraya, pan baraya apal tangkal nangka mah tara kamamana. Malah tangkal nangkana aya kana salapana sarta ararasak sagala…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gancang Abah Sastra ngagalacat kana dahan badag….&lt;br /&gt;Ngadak-ngadak Abah Sastra ngagakgak babarakatakan sabab nangkana ararasak, ”bagja..bagja...mamah...!!, pajarna. “Hajat badag bakal laksana….hahahaha….!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngan ngadak-ngadak Abah Sastra ngagarawak….ragrag kana sawah saat....., gara-gara aya Hap-hap ngagarayam kana palangkakan Abah sastra. Garawak-garawak Abah Sastra katalangsara nangkarak na sawah saat kana dalapan ahadna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabab Abah Sastra ngala nangkana lama, dalah kana dalapan ahadna, kadang warga, baraya sarta garwana mang-mang. Nya kapaksa mapag Abah Sastra ka Majalaya mapay-mapay sawah saat. Barang kasampak bah sastra nangkarak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garwana nanya, “Alah-alah abah!, naha malah nangkarak na sawah saat, baraya sarta tatangga mah mang-mang ka abah...?, sabab ngala nangkana lama”, tanya garwa Abah Sastra. “Alah-alah....! mamah, abah apal maksad abah ka majalaya ngala nangka, ngan abah rag-rag na tangkal nangka katalangsara gara-gara aya Hap-hap ngagarayam kana palangkakan abah...?" Jawab Abah Sastra. “Sangkana Hap-hap na palangakakan abah aya barayana... pan mamah...aaapal na palangakakan abah mah taya barayana Hap-hap.... ngan aya kadal badag...hanca mamah...?!”, jawab Abah Sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabab Abah Sastra katalangsarana parna, nya kapaksa Abah Sastra tatamba ka Ranca Badak. Barang nyampak ka Ranca Badak pa Satpam nanya....walah-walah ada apa...???? alah gancang balangkarna bawa aya bapa-bapa katalangsara...mana parna sagala... !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://portallworks.blogspot.com/2007/12/sana-sini.html"&gt;SANGSARA PHOBIA&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; "Euceu...! pajarkeun teh salaki tas balik ti dayeuh...jigana mah angkaribung yeuh...", tanya bi Romlah tatanggana ceu Mila bangun nu panasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enya balikna mah, ngan tinimbang babawaan seuseuhanan we jeung daki...", jawab ceu Mila nunjukeun semu ketus bari malik-malikeun popoean nu can garing. "Naha, pan batur oge pajarkeun teh balik ti dayeuh mah loba duitna, tuh..kang adang kabejakeun meuli Dipidi, (DVD. red) malah mah ceuk pamajikana mah rek kuriak deui ngahadean dapurna", tempas bi Romlah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kuring mah sabenerna mah kesel kanu jadi salaki teh, euweuh kabecus neangan duit ge, teu jiga batur..., hutang we reuay, lamun nu jadi kolot teu ngabantuan mah pamohalan beungeut kudu di beton..!, ditagih ku warung jeung tukang kiridit", jawab ceu Romlah mudalkeun ka keselanana. "Mana budak 2 kabeukina jajan, si bungsu geuringan wae...dalah lamun teu era ku kolot mah hayang menta di ceraikeun...geus capek hirup susah teh!", tembal ceu Romlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sanajan beungeut salaki pantes ceuk batur, ari euweuh kagableg mah teu matak napsu ngalayanana oge, mending keneh nu biasa-biasa tapi bisa nyeunangkeun..., ilaharna kulawarga batur nu sakapeung sok jalan-jalan ka eumoll, (mall.red) tada temen ningali salaki kuring mah...bararaid kudu kikituan jigana teh?!", tambah ceuk Romlah katutuluyan. "Alus milik keneh jablay dari pada kuring jigana teh", ceu Romlah mungkas carita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%; font-weight: bold;"&gt;Astagfirulloh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://portallworks.blogspot.com/2008/01/banyol-urang-sunda_09.html"&gt;BANYOL URANG SUNDA I&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALAH SANGKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kareta Api barang nyemprung ti wetan ka kulonkeun.&lt;br /&gt;Kabeneran disisi rel nu deukeut ka station aya tukang&lt;br /&gt;lotek keur ngebut-ngebut elap beureum na sabab&lt;br /&gt;dagangannana geus beak kari samarana wungkul.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ningali di hareup aya nu ngebut-ngebut lamak beureum,&lt;br /&gt;Masinis ngerem kareta api da disangkana aya&lt;br /&gt;bahaya. Terus nolol tina kaca jandela bari nanya ka&lt;br /&gt;tukang lotek: "Aya naon, Bi?”….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teu aya nanaon, mung kantun samarana wungkul!"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BEO PINTER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tukang beo : “Mangga bilih bade digaleuh. Ieu mah tos capetang nyaritana.&lt;br /&gt;Upami kubapa dibetot suku kencana, ieu beo bakal nyarita, "Wilujeng enjing, Pa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upami kubapa dibetot suku katuhuna, nyaritana beda deui, "Wilujeng sonten, Pa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangga saha anu bade ngagaleuh!”&lt;br /&gt;Nu rek Meuli : Upami sukuna di betot duanana, kumaha?&lt;br /&gt;Beo anu ti tatadi ngadengekeun ujug-ujug pok&lt;br /&gt;nyarita : Atuh rag-rag uingna, goblog!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MIHAPE KUDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kusir: "Jang, mihape kuda sakeudeung. Emang rek ka cai heula."&lt;br /&gt;Budak : "Ah alim, sieun nyongot."&lt;br /&gt;Kusir : "Moal, da ieu mah kudana oge bageur."&lt;br /&gt;Budak: "Sieun nyepak atuh."&lt;br /&gt;Kusir: "Tara deuih. Kuda bageur."&lt;br /&gt;Budak: "Moal ah, sieun kabur."&lt;br /&gt;Kusir: "Ih, Si Ujang mah. Moal kabur, moal. Ceuk&lt;br /&gt;Emang oge, kuda bageur."&lt;br /&gt;Budak: "Ari kitu mah, naha atuh miwarang di tungguan ku abdi?"&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 78%; font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!-- google_ad_section_end --&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="inline-ad"&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client="pub-2638026228892041";google_ad_host="pub-1556223355139109";google_ad_width=180;google_ad_height=150;google_ad_format="180x150_as";google_ad_type="text";google_color_border="6699CC";google_color_bg="999999";google_color_link="6699CC";google_color_url="6699CC";google_color_text="333333";//--&gt;&lt;/script&gt; &lt;script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script&gt;google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);&lt;/script&gt;&lt;ins style="border: medium none; display: inline-table; height: 150px; margin: 0pt; padding: 0pt; position: relative; visibility: visible; width: 180px;"&gt;&lt;ins style="border: medium none; display: block; height: 150px; margin: 0pt; padding: 0pt; position: relative; visibility: visible; width: 180px;"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" height="150" hspace="0" id="google_ads_frame3" marginheight="0" marginwidth="0" name="google_ads_frame" scrolling="no" src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-2638026228892041&amp;amp;format=180x150_as&amp;amp;output=html&amp;amp;h=150&amp;amp;w=180&amp;amp;lmt=1255973816&amp;amp;host=pub-1556223355139109&amp;amp;ad_type=text&amp;amp;color_bg=999999&amp;amp;color_border=6699CC&amp;amp;color_link=6699CC&amp;amp;color_text=333333&amp;amp;color_url=6699CC&amp;amp;flash=10.0.32&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fportallworks.blogspot.com%2Fsearch%2Flabel%2FNgobrol%2520Urang%2520Sunda&amp;amp;dt=1256985464014&amp;amp;prev_fmts=180x150_as%2C180x150_as&amp;amp;correlator=1256985463875&amp;amp;frm=0&amp;amp;ga_vid=552955939.1256985464&amp;amp;ga_sid=1256985464&amp;amp;ga_hid=1060647141&amp;amp;ga_fc=0&amp;amp;u_tz=-420&amp;amp;u_his=4&amp;amp;u_java=1&amp;amp;u_h=768&amp;amp;u_w=1024&amp;amp;u_ah=768&amp;amp;u_aw=1024&amp;amp;u_cd=32&amp;amp;u_nplug=12&amp;amp;u_nmime=42&amp;amp;biw=1011&amp;amp;bih=640&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fportallworks.blogspot.com%2F2008%2F01%2Fbanyol-urang-sunda_09.html&amp;amp;fu=0&amp;amp;ifi=3&amp;amp;dtd=3&amp;amp;xpc=HuVoPXZ6Pi&amp;amp;p=http%3A//portallworks.blogspot.com" style="left: 0pt; position: absolute; top: 0pt;" vspace="0" width="180"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt; &lt;/div&gt;&lt;!-- google_ad_section_start --&gt; &lt;!-- google_ad_section_end --&gt;  &lt;div class="widget Profile" id="Profile1"&gt; &lt;span id="blog-pager-newer-link"&gt; &lt;/span&gt;   &lt;a class="toggle" href="javascript:void(0)"&gt;&lt;span class="zippy toggle-open"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="post-count" dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="widget BlogArchive" id="BlogArchive1"&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;div id="ArchiveList"&gt;&lt;div id="BlogArchive1_ArchiveList"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li class="archivedate expanded"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li class="archivedate expanded"&gt; &lt;a class="toggle" href="javascript:void(0)"&gt; &lt;span class="zippy toggle-open"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="post-count" dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="widget-item-control"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin"&gt; &lt;a class="quickedit" href="http://www.blogger.com/rearrange?blogID=5972473815648521569&amp;amp;widgetType=BlogArchive&amp;amp;widgetId=BlogArchive1&amp;amp;action=editWidget" onclick="return _WidgetManager._PopupConfig(document.getElementById(&amp;quot;BlogArchive1&amp;quot;));" target="configBlogArchive1" title="Edit"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blog-feeds"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div id="sidebar-wrapper"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;!-- spacer for skins that want sidebar and main to be the same height--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-8245527898593595002?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/8245527898593595002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=8245527898593595002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/8245527898593595002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/8245527898593595002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/banyol-urang-sunda.html' title='BANYOL  Urang Sunda'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-6723219080737893710</id><published>2009-10-29T17:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T17:54:45.834-07:00</updated><title type='text'>Shalat Tarawih dan Jumlah Raka’atnya</title><content type='html'>&lt;script type="text/javascript"&gt; PDRTJS_settings_653791_post_116 = {  "id" : "653791",  "unique_id" : "wp-post-116",  "title" : "Shalat+Tarawih+dan+Jumlah+Raka%E2%80%99atnya",  "item_id" : "_post_116",  "permalink" : "http%3A%2F%2Fjamaluddinfeeli.wordpress.com%2F2009%2F10%2F29%2Fshalat-tarawih-dan-jumlah-raka%25e2%2580%2599atnya%2F" }&lt;/script&gt;Shalat Tarawih hukumnya sangat disunnahkan (sunnah muakkadah), lebih utama berjama’ah. Demikian pendapat masyhur yang disampaikann oleh para sahabat dan ulama.&lt;br /&gt;Ada beberapa pendapat tentang raka’at shalat Tarawih; ada pendapat yang mengatakan bahwa shalat tarawih ini tidak ada batasan bilangannya, yaitu boleh dikerjakan dengan 20 (dua puluh) raka’at, 8 (delapan), atau 36 (tiga puluh enam) raka’at; ada pula yang mengatakan 8 raka’at; 20 raka’at; dan ada pula yang mengatakan 36 raka’at.&lt;br /&gt;Pangkal perbedaan awal dalam masalah jumlah raka’at shalat Tarawih adalah pada sebuah pertanyaan mendasar. Yaitu apakah shalat Tarawih itu sama dengan shalat malam atau keduanya adalah jenis shalat sendiri-sendiri? Mereka yang menganggap keduanya adalah sama, biasanya akan mengatakan bahwa jumlah bilangan shalat Tawarih dan Witir itu 11 raka’at.&lt;br /&gt;Dalam wacana mereka, di malam-malam Ramadhan, namanya menjadi Tarawih dan di luar malam-malam Ramadhan namanya menjadi shalat malam / qiyamullail. Dasar mereka adalah hadits Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيْدُ فِيْ رَمَضَانَ وَلاَغَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً. رواه النسائي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah di dalam ramadhan dan di luar Ramadhan dari 11 rakaat”. (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;Sedangkan mereka yang membedakan antara keduanya (shalat malam dan shalat tarawih), akan cenderung mengatakan bahwa shalat Tarawih itu menjadi 36 raka’at karena mengikuti ijtihad Khalifah Umar bin ’Abdul Aziz yang ingin menyamai pahala shalat Tarawih Ahli Makkah yang menyelingi setiap empat raka’at dengan ibadah Thawaf.&lt;br /&gt;Lalu Umar bin ’Abdul Aziz menambah raka’at shalat Tarawih menjadi 36 raka’at bagi orang di luar kota Makkah agar menyamahi pahala Tarawih ahli makkah; Atau shalat Tarawih 20 raka’at dan Witir 3 raka’at menjadi 23 raka’at. Sebab 11 rakaat itu adalah jumlah bilangan rakaat shalat malamnya Rasulullah saw bersama sahabat dan setelah itu Beliau menyempurnakan shalat malam di rumahnya. Sebagaimana Hadits Nabi SAW.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّهُ صلّى الله عليه وسلّم خَرَجَ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ لَيَالِيْ مِنْ رَمَضَانَ وَهِيَ ثَلاَثُ مُتَفَرِّّقَةٍ: لَيْلَةُ الثَالِثِ, وَالخَامِسِ, وَالسَّابِعِ وَالعِشْرِيْنَ, وَصَلَّى فِيْ المَسْجِدِ, وَصَلَّّى النَّاسُ بِصَلاَتِهِ فِيْهَا, وَكَانَ يُصَلِّّْي بِهِمْ ثَمَانِ رَكَعَاتٍ, وَيُكَمِّلُوْنَ بَاقِيْهَا فِيْ بُيُوْتِهِمْ. رواه الشيخان&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah SAW keluar untuk shalat malam di bulan Ramadlan sebanyak tiga tahap: malam ketiga, kelima dan kedua puluh tujuh untuk shalat bersama umat di masjid, Rasulullah saw. shalat delapan raka’at, dan kemudian mereka menyempurnakan sisa shalatnya di rumah masing-masing. (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ulama lain yang mendukung jumlah 20 raka’at, jumlah 11 raka’at yang dilakukan oleh Rasulullah SAW tidak bisa dijadikan dasar tentang jumlah raka’at shalat Tarawih. Karena shalat Tarawih tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw kecuali hanya 2 atau 3 kali saja. Dan itu pun dilakukan di masjid, bukan di rumah.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Aisyah RA meriwayatkan hadits tentang shalat Tarawih Nabi SAW? Lagi pula, istilah shalat Tarawih juga belum dikenal di masa Nabi SAW. Shalat tarawih bermula pada masa Umar bin Khattab RA karena pada bulan Ramadlan orang berbeda-beda, sebagian ada yang shalat dan ada yang tidak shalat, maka Umar menyuruh agar umat Islam berjamaah di masjid dengan imamnya Ubay bin Ka’b.&lt;br /&gt;Itulah yang kemudian populer dengan sebutan shalat tarawih, artinya istirahat, karena mereka melakukan istirahat setiap selesai melakukan shalat 4 raka’at dengan dua salam. Dan Umar RA. berkata: “Inilah sebaik-baik bid’ah”.&lt;br /&gt;Bagi para ulama pendukung shalat Tarawih 20 raka’at+witir 3= 23, apa yang disebutkan oleh Aisyah bukanlah jumlah raka’at shalat Tarawih melainkan shalat malam (qiyamullail) yang dilakukan di dalam rumah beliau sendiri. Apalagi dalam riwayat yang lain, hadits itu secara tegas menyebutkan bahwa itu adalah jumlah raka’at shalat malam Nabi SAW., baik di dalam bulan Ramadhan dan juga di luar bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Ijtihad Umar bin Khoththab RA tidak mungkin mengada-ada tanpa ada dasar pijakan pendapat dari Rasulullah saw, karena para sahabat semuanya sepakat dan mengerjakan 20 raka’at (ijma’ ash-shahabat as-sukuti).&lt;br /&gt;Di samping itu, Rasulullah menegaskan bahwa Posisi Sahabat Nabi SAW sangat agung yang harus diikuti oleh umat Islam sebagaimana dalam Hadits Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّّتِيْ, وَسُنَّةِ الخُلَفَآءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka hendaklah kamu berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah al-Khulafa’ al-Rasyidun sesudah aku “. (Musnad Ahmad bin Hanbal).&lt;br /&gt;Ulama Syafi’ayah, di antaranya Imam Zainuddin bin Abdul ‘Aziz al Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menyimpulkan bahwa shalat Tarawhi hukumnya sunnah yang jumlahnya 20 raka’at:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَصَلاَةُ التَّرَاوِيْحِ سنة مُؤَكَّدَةٌ وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيْماَتٍ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ لِخَبَرٍ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَيَجِبُ التَّسْلِيْمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ فَلَوْ صَلَّى أَرْبَعًا مِنْهَا بِتَسْلِيْمَةٍ لَمْ تَصِحَّ&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;“Shalat Tarawih hukumnya sunnah, 20- raka’at dan 10 salam pada setiap malam di bulan Ramadlan. Karena ada hadits: Barangsiapa Melaksanakan (shalat Tarawih) di malam Ramadlan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosanya yang terdahullu diampuni. Setiap dua raka’at haru salam. Jika shalat Tarawih 4 raka’at dengan satu kali salam maka hukumnya tidak sah……”. (Zainuddin al Malibari, Fathul Mu’in, Bairut: Dar al Fikr, juz I, h. 360).&lt;br /&gt;Pada kesimpilannya, bahwa pendapat yang unggul tentang jumlah raka’at shalat tarawih adalah 20 raka’at + raka’at witir jumlahnya 23 raka’at. Akan tetapi jika ada yang melaksanakan shalat tarawih 8 raka’at + 3 withir jumlahnya 11 raka’at tidak berarti menyalahi Islam. Sebab perbedaan ini hanya masalah furu’iyyah bukan masalah aqidah tidak perla dipertentangkan. Wallahu a’lam bi al-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-6723219080737893710?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/6723219080737893710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=6723219080737893710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/6723219080737893710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/6723219080737893710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/shalat-tarawih-dan-jumlah-rakaatnya.html' title='Shalat Tarawih dan Jumlah Raka’atnya'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-8195801390053657511</id><published>2009-10-23T13:24:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T13:24:44.693-07:00</updated><title type='text'>Humor Ala Santri</title><content type='html'>&lt;div class="post-1348 post hentry category-humor-ala-santri tag-gorengan tag-humor tag-santri tag-suara" id="post-1348"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2009/08/14/suara-gorengan/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Suara Gorengan"&gt;Suara&amp;nbsp;Gorengan&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;img alt="Pedesaan" class="aligncenter size-full wp-image-1349" height="244" src="http://aziachmad.files.wordpress.com/2009/08/pedesaan.jpg?w=320&amp;amp;h=244" title="Pedesaan" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angin sepoi-sepoi menghembus di daerah pegunungan yang cukup dingin dan menyejukan. Hamparan pegunungan indah, hijau dan luas itu melengkapi indahnya panorama desa yang terkenal dengan petani kentangnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun daerah ini tampaknya kurang mendapat pendidikan agama. Berdasarkan informasi itulah, sekelompok pengurus pesantren dari luar kota dengan menggunakan mobil mendatangi desa tersebut. Mereka langsung menuju rumah tokoh kampung setempat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Assalamu’alaikum”, salam mereka. “Wa’alaikumsalam”, jawab Pak Hari. Setelah mereka dipersilahkan duduk, seorang dari mereka memulai pembicaraan. “Pak Hari, tujuan kami datang ke sini untuk menugaskan para santri kami yang ingin melaksanakan study tour ke desa ini”. “Oh iya saya selaku tokoh di desa ini merasa terhormat dan bahagia dengan kabar ini” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbincangan pun makin asyik dan hangat. Kegembiraan diantara keduanya terpancarkan dari wajah dan cara mereka berbicara. Hingga sekitar 3 jam lebih mereka berbincang-bincang, namun tidak ada satupun hidangan yang dikeluarkan. Rombongan dari pesantren ini mulai gelisah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah-tengah kegelisahan mereka, Pak Hari berkata. “Bagaimana kalau anda sekalian mendengarkan qosidah yang akan saya bawa”. Kemudian dengan nada kesal seorang diantara mereka berkata. “Maaf pak! Bukannya kami tidak mau mendengarkan suara anda yang merdu itu, tapi kami lebih ingin mendengarkan suara ikan anda digoreng.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Majalah Cahaya Nabawiy no.75&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;           &lt;div class="post-887 post hentry category-humor-ala-santri tag-humor tag-kiai tag-malam tag-menteri tag-qiyamullail tag-santri tag-siang tag-tahajjud" id="post-887"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2009/03/03/menteri-tahajjud-siang-malam/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Menteri Tahajjud Siang Malam"&gt;Menteri Tahajjud Siang&amp;nbsp;Malam&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;img alt="heran..." class="size-medium wp-image-921 alignleft" height="137" src="http://aziachmad.files.wordpress.com/2009/03/066.jpg?w=210&amp;amp;h=137" title="heran..." width="210" /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu acara halaqah di sebuah pesantren di Jawa Timur yang dihadiri para Kiai, seorang menteri yang sangat terkenal datang memenuhi undangan panitia. Konon kabarnya, kedatangan menteri tersebut di samping akan memberikan sambutan juga diharapkan bisa memberikan sumbangan ala kadarnya bagi pembangunan di pesantren.&lt;br /&gt;Selang beberapa menit acara dibuka oleh pemandu acara, tibalah saatnya Bapak Menteri mendapat giliran memberikan sambutan. Seperti biasa dalam acara-acara formal setelah memberi salam dan kata penghormatan secukupnya, Pak Menteri itu sampai pada isi sambutannya.&lt;br /&gt;“Saudara-saudara sekalian yang terhormat,” katanya.&lt;br /&gt;“Meskipun Bapak-bapak Kiai yang ada di sini Tahajjud siang-malam belum tentu lebih mulia dari seorang yang mengerti teknologi,” lanjutnya dengan sangat berapi-api.&lt;br /&gt;Sontak, para hadirin dibikin geger dengan sambutan itu. Menit berikutnya para Kiai satu demi satu meninggalkan ruang pertemuan. Mereka tidak mau mendengarkan sambutan Pak Menteri yang rajin Puasa Senin-Kamis itu.&lt;br /&gt;Usut punya usut ternyata ketersinggungan para Kiai bukan karena Pak Menteri sudah melecehkan keberadaan mereka di mata para Santri. Para Kiai tersinggung karena Pak Menteri salah ucap.&lt;br /&gt;“Mana ada Tahajjud siang-malam,” kata seorang Kiai sambil menggerutu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Diambil dari buku : Tawashow di Pesantren oleh Akhmad Fikri AF.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} --&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;           &lt;div class="post-681 post hentry category-humor-ala-santri tag-allah-swt tag-kiai tag-nu tag-pesantren tag-santri tag-suara tag-suara-tuhan tag-tawashow tag-tuhan" id="post-681"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2009/02/06/suara-tuhan/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Suara “TUHAN”"&gt;Suara&amp;nbsp;“TUHAN”&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Ya ALLAH" class="size-full wp-image-683 aligncenter" height="270" src="http://aziachmad.files.wordpress.com/2009/02/isfahangraphic1591.jpg?w=360&amp;amp;h=270" title="Ya ALLAH" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sejak masih muda KH. Amanullah (Tambak Beras) memang terkenal sebagai santri yang cerdik dan banyak akal. Pada waktu masih muda banyak diantara teman-teman santrinya yang suka menjalankan &lt;em&gt;riyadlah’&lt;/em&gt; dengan melakukan puasa, wirid dan sebagainya. Hal ini dilakukan selain sebagai upaya mensucikan kondisi spiritual (batin) juga sebagai upaya memperoleh berkah dari Allah.&lt;br /&gt;Pada suatu hari ada seorang santri yang sedang melakukan &lt;em&gt;riyadlah&lt;/em&gt; (olah rohani). Mengetahui hal ini Gus Aman (panggilan akrab KH. Amanullah) bertanya pada yang bersangkutan:&lt;em&gt; “Kapan sampeyan telasan&lt;/em&gt; (berakhir) &lt;em&gt;melakukan riyadlah?”&lt;/em&gt; Santri tersebut menyatakan bahwa telasannya malam Jum’at. Mendengar jawaban tersebut Gus Aman menyarankan agar wirid telasan dilakukan di sudut imaman Masjid, agar do’anya makbul.&lt;br /&gt;Pada malam yang ditentukan, santri tersebut benar-benar menjalankan saran Gus Aman. Tepat jam 01.00 malam dia wirid dan berdo’a dengan sangat khusu’nya. Diam-diam Gus Aman ngintip dari lubang ventilasi. Kemudian dengan suara yang dibuat bergetar Gus Aman bilang :&lt;em&gt; “njaluk opo ngger?” &lt;/em&gt;(minta apa cucuku).&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan ini sang santri langsung teriak sambil menangis : &lt;em&gt;“Ya Allah, kulo nyuwun ilmu ingkang manfa’at, nyuwun akal ingkang padang, nyuwun rizqi ingkang kathah lan derajad ingkang murwat.” &lt;/em&gt;(Ya Tuhan, aku mohon ilmu yang bermanfaat, akal yang jernih, rizki yang banyak dan derajat tinggi).&lt;br /&gt;Dengan bergetar Gus Aman menyahut : &lt;em&gt;“Yoh, tak sembadani!”&lt;/em&gt; (Ya, aku kabulkan…)&lt;br /&gt;Saking percayanya terhadap suara tersebut, santri ini langsung sujud dan menangis :&lt;em&gt; “Matur nuwun Gusti, matur nuwun,” &lt;/em&gt;(Terima kasih…) teriaknya keras-keras. Setelah itu dia melakukan Shalat Sunnah hingga datang fajar.&lt;br /&gt;Siang harinya, ketika Gus Aman lewat di depan santri tersebut, dengan suara bergetar bilang : &lt;em&gt;“njaluk opo ngger.” &lt;/em&gt;Mendengar suara ini santri tersebut baru sadar bahwa semalam dia dipermainkan. Paham kalau diejek kemudian dia mengejar Gus Aman sambil membawa pentung.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Diambil dari buku : Tawashow di Pesantren oleh Akhmad Fikri AF.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;           &lt;div class="post-677 post hentry category-humor-ala-santri tag-idul-adha tag-kiai tag-kiai-bisri tag-kiai-wahab tag-pesantren tag-sapi-kurban tag-strategi tag-tawashow" id="post-677"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2009/02/06/kiai-bisri-dan-strategi-kiai-wahab/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Kiai Bisri dan Strategi Kiai Wahab"&gt;Kiai Bisri dan Strategi Kiai&amp;nbsp;Wahab&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;img alt="sapi" class="size-full wp-image-678 aligncenter" height="253" src="http://aziachmad.files.wordpress.com/2009/02/sapii.jpg?w=360&amp;amp;h=253" title="sapi" width="360" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Meski sama-sama pemegang fikih yang ketat, Kiai Wahab dan Kiai Bisri berbeda strategi penerapannya. Kiai Wahab cenderung bergaris lunak, sementara Kiai Bisri bergaris keras.&lt;br /&gt;Suatu hari menjelang Idul Adha seseorang datang menghadap Kiai Bisri. Dia bermaksud melaksanakan kurban dengan menyembelih seekor sapi. Namun sebelumnya dia berkonsultasi dulu dengan Kiai Bisri, apakah boleh berkurban seekor sapi untuk 8 orang? Ketentuan fiqih, 1 sapi untuk 7 orang. Padahal jumlah keluarganya ada delapan. dia ingin di akhirat nanti satu keluarga itu bisa satu kendaraan agar tidak terpencar.&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan tersebut Kiai Bisri menjawab “tidak bisa”. Kurban Sapi, Kerbau atau Unta hanya berlaku untuk 7 orang. Kemudian orang itu menawar pada Kiai Bisri, “Pak Kiai, apakah tidak ada keringanan. Anak saya yang terakhir baru 3 bulan”. Dengan menjelaskan dasar hukumnya, Kiai Bisri tetap menjawab, tidak bisa.&lt;br /&gt;Merasa tidak puas, orang itu mengadukan persoalannya kepada Kiai Wahab di Tambak Beras. Mendengar persoalan yang diadukan orang itu Kiai Wahab, dengan ringan menjawab, “Bisa. Sapi itu bisa digunakan untuk 8 orang, Cuma karena anakmu yang terakhir itu masih kecil, maka perlu ada tambahan.” Mendengar jawaban Kiai Wahab orang itu tampak gembira.&lt;br /&gt;“Agar anakmu yang masih kecil itu bisa naik ke punggung Sapi, harus pakai tangga. Sampeyan sediakan seekor Kambing agar anak sampeyan bisa naik ke punggung sapi.”&lt;br /&gt;“Ah, kalau cuma seekor Kambing saya sanggup menambah. Dua ekor pun sanggup asal kita bisa bersama-sama, Kiai.”&lt;br /&gt;Akhirnya pada hari kurban, orang tersebut menyerahkan seekor Sapi dan seekor Kambing pada Kiai Wahab.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Diambil dari buku : Tawashow di Pesantren oleh Akhmad Fikri AF.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;           &lt;div class="post-672 post hentry category-humor-ala-santri tag-aji-aji tag-aji-aji-sampar-angin tag-kiai tag-mbah tag-nu tag-rembang tag-sampar-angin" id="post-672"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2009/02/05/mbah-sungeb-dan-aji-aji-sampar-angin/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Mbah Sungeb dan aji-aji sampar angin"&gt;Mbah Sungeb dan aji-aji samparang&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;Di daerah Kandangan Rembang, dulu ada seorang Kiai desa sederhana. Sudah tua tapi aktif sekali. Dimana saja ada peristiwa penting beliau selalu tampak. Misalnya di konferensi NU Wilayah, di muktamar NU. Padahal melihat penampilannya tidak meyakinkan. Sehingga terbetik kepercayaan bahwa Mbah Sungeb mempunyai &lt;em&gt;aji-aji sampar angin&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Suatu ketika, Mbah Sungeb dan beberapa Kiai naik kendaraan umum pulang ke Rembang. Karena kendaraan mogok, mereka terpaksa berjalan kaki. Padahal Rembang masih jauh sekali.&lt;br /&gt;Seorang Kiai ingat, bahwa Mbah Sungeb  -konon- punya&lt;em&gt; aji-aji sampar angin&lt;/em&gt;. Sambil sama-sama berjalan kaki, Kiai muda itu bertanya, “Kalau pergi ke Situbondo, Semarang, Yogya itu pakai aji-aji apa mbah kok bisa cepat sampai, bisa mendahului yang pakai sedan”. Beliau menjawab seperti sekenanya saja : &lt;em&gt;“li ila”&lt;/em&gt;. (ayat li ila fi quraisyin…)&lt;br /&gt;Mendengar itu Kiai lain berkomentar. “Itu tidak ada haditsnya. Yang ada itu Surat Fatihah. Fatihah itu bisa untuk keperluan apa saja. Misalnya kita ingin jalan cepat tanpa capek, baca saja Fatihah.&lt;br /&gt;Kiai lain menengahi. “Begini saja, Mbah Sungeb ini sudah punya &lt;em&gt;“li ila” &lt;/em&gt;supaya jalan cepat. Biarkan Mbah Sungeb pakai &lt;em&gt;“li ila”.&lt;/em&gt; Sampeyan pakai Fatihah. Nanti saya ikut mana yang paling cepat”.&lt;br /&gt;Baru saja mereka berdebat, tiba-tiba datang seorang anak muda dari belakang naik sepeda motor menegur Mbah Sungeb.&lt;br /&gt;“Mau kemana, Mbah?&lt;br /&gt;“Ke Rembang”&lt;br /&gt;“Mari ikut saya”.&lt;br /&gt;Mbah Sungeb pun lalu membonceng sepeda motor anak muda itu.&lt;br /&gt;Dua Kiai yang lain tetap berjalan kaki. Sambil menahan lelah, Kiai muda tadi bilang kepada temannya, “Ternyata lebih mujarab &lt;em&gt;“li ila”-nya&lt;/em&gt; Mbah Sungeb daripada punya sampeyan”.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Diambil dari buku : Tawashow di Pesantren oleh Akhmad Fikri AF.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;           &lt;div class="post-137 post hentry category-humor-ala-santri tag-ngaji tag-politisi" id="post-137"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2008/10/22/gus-politisi-yang-tak-pintar-ngaji/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Gus Politisi yang tak Pintar Ngaji"&gt;Gus Politisi yang tak Pintar&amp;nbsp;Ngaji&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://aziachmad.files.wordpress.com/2008/11/15102008505.jpg"&gt;&lt;img alt="ngeles ni yey.." class="size-full wp-image-195 aligncenter" height="202" src="http://aziachmad.files.wordpress.com/2008/11/15102008505.jpg?w=270&amp;amp;h=202" title="ngeles ni yey.." width="270" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Kasus ini terjadi di pesantren salaf yang cukup terkenal. Sebut saja, Pesantren Minhajul ‘Abidin. Sore itu sedikit terjadi ketegangan namun berbau komedi dalam pengajian kitab kuning, yang dibacakan oleh Gus Habiburrahman. Panggilan akrabnya Gus Bur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Seperti biasa, setiap akan memulai membaca kitab kuning, kiai atau ustadz terlebih dahulu tawassulan. Berkirim do’a fatihah kepada Mushonnif, pengarang kitab dan para guru-guru terdahulu. Sampai di situ semua berjalan lancar dan khidmad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Gus Bur tampil seperti kiai yang alim baca kitab. Padahal, ia tak pernah nyantri ke pesantren lain. Dia selama ini lebih banyak sekolah umum di luar pondok. Gus Bur pun dikenal sebagai politisi gaek, papan atas. Namun sebenarnya, ia tidak fasih membaca kitab kuning.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Sore itu dia harus membaca kitab, menjadi badal atau kiai pengganti ayahnya, Kiai Mujib yang sedang sakit. “Faslun, utawi iki bab…(adapun ini bab…),” ujar Gus Bur dengan tegas. Lalu, sampailah pada kata atau kalimat dalam kitab yang Gus Bur lupa artinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;em&gt;“…al-jaradu&lt;/em&gt;, tegasipun lawang (artinya pintu),” kata Gus Bur. Santrinya ada yang paham, Gus Bur salah memaknai kitab. Lalu, seorang santri senior interupsi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;“Maaf Gus, &lt;em&gt;al-jaradu&lt;/em&gt; niku maknani pun walang sanis lawang (al-jaradu itu artinya belalang bukan pintu),” tegur santri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;“Oh inggih leres, maksud kulo walang sak lawang-lawang (ya kamu benar, maksud saya artinya belalang sebesar pintu),” ujar Gus Bur dengan pede-nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Kendati suasana sudah gemuruh dengan tawa ria santri, Gus Bur pun meneruskan pengajian. Sampai pada kalimat yang dia juga tidak paham artinya. &lt;em&gt;“Wal Haytu&lt;/em&gt;, utawe niku alu (dan adapun itu alu),” kata Gus Bur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Sekali lagi, santri senior tadi menegor Gus Bur: “Maaf Gus, niku maknani sanis alu sing leres maknani olo (maaf Gus, itu maknanya bukan alu tetapi ular),” kata santri senior.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Kali ini Gus Bur masih terus mengelak, alih-alih mengakui kesalahannya, justru teguran itu diplesetkan : “Inggih leres, maksud ipun olo sak alu-alu (ya kamu benar, maksudnya ada ular sebesar alu),” ucap Gus Bur dengan nada mengelak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Dua kali Gus Bur ditegur santri, namun ia masih meneruskan bacaan kitabnya. Akhirnya ketika menafsirkan kata &lt;em&gt;an-nafsu&lt;/em&gt;, Gus Bur memaknai nafas. Kembali sang santri protes: “Gus, artinya &lt;em&gt;an-nafsu&lt;/em&gt; itu ya nafsu, bukan nafas,” tegas santri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Gus Bur pun kali ini bisa mengelak: “Ya maksudnya nafsu yang keluar lewat nafas,”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;Kali ini, derai tawa santri tak bisa dibendung. Suasana pengajian itu pun akhirnya cair, Gus Bur semakin banyak mengeluarkan bahan lelucon. Bacaan kitab tak diteruskan, Gus Bur banyak bercerita soal kegiatannya di luar pesantren.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;(Mukhlas Syarkun)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Majalah Risalah NU no.9&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;           &lt;div class="post-96 post hentry category-humor-ala-santri" id="post-96"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2008/09/17/polisi-dan-abang-becak/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Polisi dan Abang Becak"&gt;Polisi dan Abang&amp;nbsp;Becak&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://aziachmad.files.wordpress.com/2008/09/13062008223-001.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-97 aligncenter" height="180" src="http://aziachmad.files.wordpress.com/2008/09/13062008223-001.jpg?w=300&amp;amp;h=180" title="Polisi Becak" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Suatu siang di Kota Dingin Malang, Jawa-Timur terjadi ketegangan antara Pak Polisi dengan abang becak. Pangkalnya? Karena terjadi perbedaan penafsiran tentang rambu lalu lintas di perempatan jalan. Pada ruas jalan arah ke barat, ada rambu yang bergambar becak disilang, artinya becak dilarang melewati jalur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Namun tiba-tiba, seorang tukang becak dengan penumpang perempuan gemuk yang sudah tua renta, tanpa tolah-toleh kiri-kanan mengabaikan rambu tersebut. Becak langsung masuk jalur yang dilarang bagi pengemudi becak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Melihat tindakan abang becak yang nekad itu, petugas polisi yang sudah memperhatikan sejak tadi langsung meniup peluit: pritt… Polisi meneriaki tukang becak agar berhenti. Pak Polisi berlari kecil menghampiri si tukang becak yang sudah menghentikan laju becaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sejurus kemudian Pak Polisi mengutarakan alasannya menghentikan tukang becak “Abang becak, apa anda tidak melihat rambu lalu lintas di pojok ini, kan itu berarti tidak boleh melewati jalur ini,” ujar Pak Polisi sembari menunjuk rambu lalu lintas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Abang becak tadi langsung menjawab spontan: “Lho… gambar becak yang ada pada rambu itu kan becak kosong Pak, tidak ada penumpangnya. Becak saya kan ada penumpangnya, jadi boleh lewat dong Pak,” ujar abang becak spontan merasa dirinya tak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Mendengar jawaban abang becak tersebut, Pak Polisi terperangah seperti kehabisan akal. Namun Pak Polisi tetap menegaskan bahwa: “Semua becak baik ada penumpangnya maupun tidak ada penumpangnya dilarang lewat jalur ini, paham abang becak,” tegas Pak Polisi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“Oh gitu ya Pak, ya minta maaf saja Pak, kita kan gak tau kalau itu artinya tak boleh masuk. Tolong becak saya jangan ditilang ya Pak!,” pinta abang becak ke Pak Polisi tadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“Ya, untuk kali ini anda saya bebaskan, lain kali pasti akan saya tindak,” ujar Pak Polisi. “Aboh Pak, kalau tahu Pak Polisi garang kayak sampean, pasti saya tidak akan berani melanggar lagi,” sahut abang becak sambil mendorong becaknya meninggalkan polisi. “Dasar… abang becak” ujar polisi, yang kemudian setelah abang becak menjauh akhirnya tak tahan menahan ketawa gerr.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;(Tamziren)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Majalah Risalah NU no.7&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;           &lt;div class="post-91 post hentry category-humor-ala-santri" id="post-91"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2008/09/17/kolesterol-dan-udang-lobster/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Kolesterol dan Udang Lobster"&gt;Kolesterol dan Udang&amp;nbsp;Lobster&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://aziachmad.files.wordpress.com/2008/09/13062008225-0011.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-93 aligncenter" height="155" src="http://aziachmad.files.wordpress.com/2008/09/13062008225-0011.jpg?w=300&amp;amp;h=155" title="Udang kolesterol" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti biasa kalau ada hari besar, semisal Maulid Nabi Muhammad SAW warga kampung mengundang da’i kondang untuk memberikan tausiyah kepada jama’ahnya. Tausiyah yang disampaikan kiai kita memang memukau warga kampung. Setelah acara usai, tiba saatnya untuk menyantap hidangan yang sudah disiapkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hidangan yang disuguhkan untuk kiai disediakan tempat khusus dengan menu istimewa. Selain daging sapi dan kambing, tersaji pula seonggok udang lobster. Tuan rumah pun akhirnya mempersilahkan kepada kiai untuk menikmati hidangan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“Mari nikmati yang kami sediakan termasuk udang lobster yang sudah dikasih bumbu istimewa untuk kiai,” ujar tuan rumah yang kebetulan seorang pengusaha besi tua yang dikenal sukses itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Belum menunjuk pada menu yang lainnya, sang kiai langsung menjawab: “ Waah… minta maaf lho Pak Haji, saya harus menghindari makanan yang mengandung kolesterol. Jadi saya tidak boleh menyantap udang lobster ini,” ujar kiai berusaha memahamkan Pak Haji.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pak Haji pun tak kalah akal berusaha meyakinkan kiai bahwa semua menu makanan yang disajikan tidak beresiko membahayakan bagi kesehatan kiai. “Ya… kolesterolnya tidak usah dimakan kiai, dimakan udangnya saja ya,” ujar Pak Haji memberi penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nampaknya Pak Haji tidak memahami bahwa yang dimaksud kiai adalah ikan yang mengandung kolesterol itu adalah udang. Disangkanya oleh Pak Haji, kolesterol itu jenis ikan lain yang terpisah dari udang lobster.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kiai berusaha menahan tawa dan memperlihatkan sikap yang wajar supaya tidak menyinggung perasaan tuan rumah. Namun, tamu-tamu Pak Haji yang berada di sekitar kiai tidak kuat menahan tawa. Salah satu dari mereka menjelaskan kepada Pak Haji, kalau kolesterol itu adalah zat yang menempel di udang lobster. “Oh… gitu toh, kok kamu tak memberi tahu saya sejak tadi,” kata Pak Haji kepada tetangganya yang memberi tahu itu. Suasana akhirnya ceria karena ketawa gerr lepas semua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;(Solihin)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Majalah Risalah NU no.7&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;           &lt;div class="post-87 post hentry category-humor-ala-santri" id="post-87"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2008/09/17/nikahi-gadis-se-kampung-tak-boleh%e2%80%a6/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Nikahi Gadis se-Kampung tak Boleh…"&gt;Nikahi Gadis se-Kampung tak&amp;nbsp;Boleh…&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://aziachmad.files.wordpress.com/2008/09/17092008414.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-88 aligncenter" height="225" src="http://aziachmad.files.wordpress.com/2008/09/17092008414.jpg?w=300&amp;amp;h=225" title="Nggak boleh sekampung !" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagi santri Pesantren Nurul Hasanah, menjadi rutinitas setiap akhir tahun,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pesantren mengadakan acara bertajuk “Akhiru as-Sanah”. Kali ini yang menjadi istimewa adalah pelepasan kelas III Aliyah setempat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pagi menjelang siang, lokasi acara sudah mulai ramai. Tak lama kemudian, kursi-kursi sudah penuh, bahkan ada tamu undangan yang tidak kebagian kursi. Acara langsung dimulai. Sampailah pada acara tausiyah atau petuah-petuah dari Pengasuh Pesantren setempat, KH. Abdul Adim Bafaqih Almandury. Seperti biasa, Kiai Adim dalam ceramahnya selalu tampil renyah dengan dalil-dalil agama untuk bekal-bekal santri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dengan menarik nafas panjang, Kiai Adim tampil wibawa berpesan pada santrinya: “Entar kalian semuanya, kalo udeh pada pulang ke kampungnya masing-masing dan mungkin sebagian ada yang akan menikah. Pesan saya, khususnya kepada yang akan menikah, agar jangan menikah dengan gadis sekampung”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Karuan suasana menjadi gaduh, antar santri saling bisik-bisik dan sebagian lagi rupanya mempersoalkan statement pengasuh pesantren. “Mengapa Ustadz melarang menikahi gadis sekampung, padahal kan di dalam kitab-kitab fiqih menikah dengan gadis sekampung diperbolehkan?,” tanya Mardi pada teman santri sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“Eh gimana nih ya, kok kiai kita bilang gak boleh nikah ama gadis sekampung, padahal ane uda tunangan ama anak kampung sendiri,” gerundel Toni pada temannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Usai acara ramai-ramai para santri mendatangi Kiai Adim untuk tabayyun. “Kiai apa benar yang dikatakan kiai tadi?”, tanya seorang santri mewakili yang lain. Kiai Adim tenang saja menerima cecaran pertanyaan santrinya, dengan tenang beliau menjawabnya: “Gini ya, adik-adik… masa sih kalian mau mengawini gadis sekampung? Gadis satu kampung kan banyak buanget, apa kalian sanggup memberi nafkah kepada mereka semua? Apalagi Islam kan melarang menikahi wanita lebih dari 4 orang,” ujar Kiai Adim. “Oh begitu maksud Kiai… kirain ndak boleh ama tetangga sendiri,” ujar santri hampir serempak dan gerr, mereka ketawa semua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;(Tamzirien)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Majalah Risalah NU no.5&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;                &lt;h2&gt;&lt;a href="http://aziachmad.wordpress.com/2008/09/17/lagu-boneka-india-dikira-indonesia-raya/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Lagu Boneka India, dikira Indonesia Raya"&gt;Lagu Boneka India, dikira Indonesia&amp;nbsp;Raya&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-84 aligncenter" height="186" src="http://aziachmad.files.wordpress.com/2008/09/17092008410-001.jpg?w=300&amp;amp;h=186" title="Indonesia Raya..." width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pagi itu, tahun 60-an, lapangan upacara sudah dipenuhi berbagai pasukan, mulai dari kepolisian, tentara, dan pasukan lainnya seperti instansi pendidikan mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Setelah masing-masing barisan merapikan pasukannya, tak lama dari kejauhan terdengar: “tuit…tuit…tuit…” suara sirine mobil mengejutkan semua peserta. Ternyata yang turun dari mobil dinas adalah seorang jenderal berbintang dua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Suasana Lapangan Banteng sontak siaga. Maklum pagi itu akan diselenggarakan upacara memperingati detik-detik proklamasi. Dari kejauhan komandan upacara dengan suara lantang dan tegas memberi aba-aba mengatur barisan, mulai dari sisi kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dengan langkah tegapnya, sang jenderal menuju tempat upacara. Masing-masing pasukan mengatur barisannya, karena upacara akan dipimpin oleh seorang jenderal. Kira-kira pukul 10.00 WIB, para peserta upacara menyambut kedatangan jenderal. Upacara pun segera dimulai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Akhirnya upacara berlangsung. Pertama-tama komandan upacara memberikan laporannya kepada sang jenderal selaku pemimpin upacara bahwa upacara siap dimulai. Dilanjutkan dengan penghormatan peserta upacara kepada pimpinan upacara oleh komandan upacara. Setelah penghormatan, dilanjutkan dengan pembacaan UUD 1945. Suasana pun semakin tegang ketika pemimpin upacara membacakan naskah teks Pancasila. Selang beberapa menit kemudian, komandan memberikan aba-aba penghormatan kepada pengibaran bendera sang saka merah putih sambil diiringi oleh lagu Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“Kepada sang saka merah putih hormat… gerak!” suara komandan terdengar nyaring hingga kejauhan. Kelompok paduan suara langsung mengambil suara, iindo…do… dipimpin seorang dirigen. Di samping tribun petugas pemutar lagu yang berpangkat kopral siap-siap menyetel lagu pengiringnya. Sang kopral yakin kalau lagu yang ada di piringan hitam itu adalah lagu Indonesia Raya. Jenderal pun memberikan aba-aba dengan suara lantang. “Kepada sang saka merah putih, hormat….. gerak!”. Setelah lagu diputar, serentak kondisi menjadi ricuh dan gaduh. Upacara yang semula direncanakan berjalan dengan khidmat untuk mengenang hari kemerdekaan RI ternyata diwarnai dengan gelak tawa. Ada peserta yang hormat sambil menggoyangkan ibu jarinya. Bahkan ada yang menggoyangkan pinggulnya. Ternyata sumber kegaduhan itu berasal dari piringan hitam di sebelah tribun utama yang diputar oleh sang kopral. Lagu yang semula dikira Indonesia Raya karya WR. Supratman, ternyata lagu dangdut Melayu Boneka cantik dari India….. Boleh dipegang….. tak boleh dibawa…..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Mendengar lagu yang diputar keliru, sang kopral lari tunggang langgang ketakutan dari arena upacara dan lagu dangdut Boneka cantik yang dinyanyikan oleh Eliya Kadam terus berlangsung hingga selesai. Melihat kejadian itu akhirnya komandan upacara bingung dan berteriak dengan lantang, “Bubarrr… jalan…!!!”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;(Lintang Marisa)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Majalah Risalah NU no.4&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-8195801390053657511?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/8195801390053657511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=8195801390053657511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/8195801390053657511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/8195801390053657511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/humor-ala-santri.html' title='Humor Ala Santri'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-4407805776224457939</id><published>2009-10-23T11:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T11:35:57.088-07:00</updated><title type='text'>Qorun dan Nabi Musa AS</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.dongengkakrico.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=40%3Akumpulan-kisahcerita-teladan-a-islami&amp;amp;id=546%3Aqorun-dan-nabi-musa-as&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=90" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow" title="PDF"&gt;&lt;img alt="PDF" src="http://www.dongengkakrico.com/images/M_images/pdf_button.png" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.dongengkakrico.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=40%3Akumpulan-kisahcerita-teladan-a-islami&amp;amp;id=546%3Aqorun-dan-nabi-musa-as&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=90" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Print"&gt;&lt;img alt="Print" src="http://www.dongengkakrico.com/images/M_images/printButton.png" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.dongengkakrico.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5kb25nZW5na2Frcmljby5jb20vaW5kZXgucGhwP3ZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD01NDYlM0Fxb3J1bi1kYW4tbmFiaS1tdXNhLWFzJm9wdGlvbj1jb21fY29udGVudCZJdGVtaWQ9OTA=" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=300,menubar=yes,resizable=yes'); return false;" title="E-mail"&gt;&lt;img alt="E-mail" src="http://www.dongengkakrico.com/images/M_images/emailButton.png" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada jaman Nabi Musa AS menjadi pemimpin Bani Israil, ada seorang yang bernama Qorun. Awalnya Qorun adalah salah seorang pengikut Nabi Musa AS yang sangat taat beribadah. Karena sangat sibuk beribadah, Qorun tidak begitu peduli dengan masalah duniawi. Alhasil Qorun dan keluarganya hidup serba kekurangan. Namun, meski begitu Qorun termasuk ulama yang sangat disegani saat itu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Istri Qorun, Ilza, tidak terlalu puas dengan kehidupannya. Dia sering mengeluh dan merengek agar Qorun mau lebih berusaha meningkatkan taraf hidup mereka. “Suamiku, sepertinya aku mulai bosan hidup miskin. Kenapa kita harus hidup menderita seperti ini padahal kau taat beribadah?” rengek Ilza pada Qorun. “Istriku, kenapa kau membandingkan kesenangan duniawi dengan kesenangan bathin? Ibadah adalah untuk membuat hati kita tenang, bukan untuk mencari kekayaan,” jawab Qorun. “Tapi aku juga ingin sekali-kali makan enak dan punya baju bagus seperti orang lain,” rengek Ilza. Qorun tertegun mendengar rengekan istrinya. “Maafkan aku istriku, aku tidak tahu kalau kau begitu menderita,” kata Qorun. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari datanglah dua orang pria ke rumah Qorun. Mereka mengaku utusan raja Gholan yang membawa hadiah berupa uang emas yang banyak. “Maaf, kenapa saya harus menerima hadiah dari raja Gholan? Saya tidak mengenalnya, dan tidak merasa pernah berbuat kebaikan padanya. Jadi maaf, saya tidak bisa menerima pemberiannya,” kata Qorun. “Oh, tentu saja anda sangat berjasa. Bukankah anda adalah ulama besar yang mengajarkan kebaikan disini? Lagipula raja kami juga memberikan hadiah yang sama untuk ulama lainnya kok!” bujuk kedua utusan itu. “Ah tetap saja saya tidak bisa menerima hadiah ini. Pasti ada maksud lain dari pemberian ini,” pikir Qorun. “Maaf saya tidak bisa menerima pemberian rajamu. Sampaikan saja rasa terima kasihku!” kata Qorun pasti. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berkali-kali kedua utusan itu datang, namun selalu ditolak oleh Qorun. Akhirnya mereka memutuskan unk datang saat Qorun tidak sedang berada di rumah dan menemui Ilza istri Qorun. “Ayolah nyonya, diterima saja hadiah ini. Nyonya bisa beli apapun yang nyonya mau,” bujuk mereka. “Benar juga,” pikir Ilza, “aku kan sudah lama ingin punya uang banyak.” Tapi dia lalu teringat suaminya yang tidak mau menerima hadiah itu. “Ah tapi saya juga takut nanti suamiku akan marah jika tahu aku menerima hadiah yang ditolaknya,” kata Ilza muram. “Nyonya jangan bilang dulu! Berikan saja suami nyonya masakan yang lezat. Dan nyonya juga harus berhias supaya suami nyonya terpesona. Maka suami nyonya dijamin tidak akan marah!” bujuknya. “Hmmmm, ada baiknya juga dicoba,” pikir Ilza. Maka dia menerima hadiah dari raja Gholan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sorenya saat Qorun baru pulang dari tempat ibadah, dia melihat istrinya telah memakai pakaian bagus dan kelihatan tampak cantik. Bukan itu saja, di meja makan telah terhidang makanan dan minuman yang sangat lezat. “Darimana kau dapat semua ini?” tanya Qorun heran. “Makanlah dulu, nanti akan kuceritakan,” kata Ilza berahasia. Kemudian setelah Qorun selesai makan dan minum, Ilza menceritakan apa yang terjadi. “Apa? Bukannya aku sudah menolak hadiah tak jelas itu? Kenapa kamu malah menerimanya?” tanya Qorun kaget. “Suamiku, bukankah kau juga senang bisa makan enak dan melihat istrimu berdandan?” rayu Ilza. “Tidak ada salahnya kan punya uang banyak? Toh kita masih bisa tetap beribadah,” lanjut Ilza. Qorun termenung. “Baiklah!” katanya. “Tapi jika nanti dia menuntut macam-macam, kita harus mengembalikan uangnya,” kata Qorun. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena terbiasa hidup enak, ibadah Qorun makin lama makin berkurang. Apalagi Ilza selalu melarangnya jika dia berniat untuk mengunjungi nabi Musa. “Bersama Nabi Musa hidup kita miskin. Lebih baik jauhi saja dia!” begitu terus kata Ilza. Lama kelamaan Qorun tidak pernah lagi beribadah. Kini dia mulai sibuk berniaga. Makin hari hartanya semakin banyak. Hingga akhirnya Qorun menjadi orang yang sangat kaya raya. Namun sayang, kini dia menjadi sombong dan pelit. Dia selalu ingin terlihat berkuasa dan gila pujian. Kekayaannya selalu dihitung sampai sedetil-detilnya, hingga kehilangan satu dinar pun dia pasti akan mengetahuinya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari ada salah seorang sahabat lama Qorun yang mengingatkan dia untuk membayar zakat atas hartanya yang berlimpah. Terpaksa Qorun mendatangi nabi Musa untuk menanyakan berapa banyak zakat yang harus dibayarnya. “Setiap seribu dinar zakatnya satu dinar. Seribu kambing zakatnya satu kambing. Seribu gram emas zakatnya satu gram emas. Begitu seterusnya,” jelas nabi Musa. Qorun mulai menghitung zakatnya, ternyata jumlahnya lumayan besar. Rasa kikirnya muncul. Pikirnya dia sudah susah payah mencari kekayaan kenapa harus dibuang percuma. Maka dia mulai berprasangka buruk tehadap nabi Musa. Menurutnya peraturan zakat itu hanyalah tipu muslihat nabi Musa untuk kesejahteraan nabi Musa sendiri. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Qorun memang keterlaluan. Bukan saja dia tidak mau mebayar zakat hartanya, dia juga menghasut saudagar-saudagar lainnya supaya tidak membayar zakat. Bahkan dia merencanakan untuk mencelakakan nabu Musa. Dia membayar seorang wanita penghibur untuk mengaku pernah berbuat tidak baik dengan nabi Musa. Suatu siang, saat nabi Musa sedang berdakwah, Qorun sengaja bertanya apa hukumannya jika pria dan wanita yang bukan suami istri tapi melakukan zina. “Hukumannya adalah dirajam!” jawab nabi Musa tegas. “Apakah itu juga berlaku bagimu wahai nabi?” tanya Qorun lantang. “Tentu! Hukumannya juga dirajam,” jawab nabi Musa. “Kalau begitu kami harus merajammu wahai nabi! Bukankah kau telah berzina dengan seorang wanita sedangkan dia bukan istrimu?” kata Qorun dengan suara keras. “Naudzubillahi Min Dzalik, aku tidak pernah berbuat sehina itu. Celakalah orang yang menuduh tanpa bukti!” kata nabi Musa. “Tentu saja aku punya bukti,” jawab Qorun dengan tenang. Lalu dipanggilah si wanita penghibur. Tapi si wanita penghibur tadi &lt;br /&gt;setelah berhadapan dengan nabi Musa menjadi ciut nyalinya. Sehingga dia malah membeberkan kejadian yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar hal itu nabi Musa menjadi marah. Dia berdoa kepada Alloh Swt untuk memberikan petunjuk. Lalu Alloh berfirman bahwa Alloh telah memerintahkan bumi untuk taat kepada nabi Musa. Nabi Musa lalu berkata: “Wahai Bani Israil sesungguhnya Alloh telah memerintahkan kalian untuk taat kepadaku. Barang siapa yang ingin bersama Qorun tetaplah bersamanya. Siapa yang ingin bersamaku, menjauhlah dari Qorun!” Semua orang menjauhi Qorun, hingga tinggal tersisa dua orang. Lalu nabi Musa berkata pada bumi, “Wahai bumi telanlah Qorun dan pengikutnya!” Tiba-tiba bumi dimana Qorun dan pengikutnya berpijak bergetar kemudian membelah dan mulai menelan mereka. Sia-sia saja Qorun berteriak minta ampun, dosanya sudah tidak terampuni. Maka dia dan pengikutnya hilang ditelan bumi. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi setelah peristiwa itu, orang-orang mulai berprasangka bahwa nabi Musa sengaja menghukum Qorun supaya bisa menguasai hartanya. Maka sekali lagi nabi Musa meminta bumi untuk menenggelamkan harta Qorun supaya terhindar dari fitnah. Alloh mengabulkan doa nabi Musa dengan menciptakan gempa bumi yang dahsyat, sehingga semua harta Qorun terkubur di dalam bumi. Itulah asal mulanya kenapa kita menyebut harta yang terpendam dengan istilah harta karun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selesai &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-4407805776224457939?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/4407805776224457939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=4407805776224457939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/4407805776224457939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/4407805776224457939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/qorun-dan-nabi-musa-as.html' title='Qorun dan Nabi Musa AS'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-3606935824749674866</id><published>2009-10-22T15:02:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T15:02:27.736-07:00</updated><title type='text'>Puasa Qodlo dulu atau Puasa Sunnat Syawal dulu?</title><content type='html'>Mengqodho puasa Ramadhan dan berpuasa enam hari di bulan syawal merupakan ibadah yang disyariatkan. Tentang mengqodho ini terdapat didalam firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqoroh : 184)&lt;br /&gt;Sedangkan berpuasa enam hari di bulan syawal terdapat didalam riwayat dari Abu Ayyub dari Rasulullah saw bahwa beliau saw bersabda,”Barangsiapa yang berpuasa ramadhan lalu menlanjutkannya dengan (berpuasa) enam hari di bulan syawal maka itulah puasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa selama bulan ramadhan ditambah lagi dengan puasa enam hari sama dengan puasa sepanjang tahun dikarenakan setiap kebaikan sebanding dengan sepuluh kebaikan. Puasa ramadhan sama dengan sepuluh bulan sedangkan enam hari bulan syawal sama dengan dua bulan sehingga seluruhnya menjadi dua belas bulan atau setahun penuh.&lt;br /&gt;Yang paling utama melakukan puasa enam hari syawal ini adalah langsung melanjutkan puasa ramadhannya kecuali pada hari raya idul fitri karena pada hari ini diharamkan bagi seseorang untuk berpuasa. Jadi seseorang dapat melakukannya secara terus menerus tanpa terputus sejak hari kedua bulan syawal hingga hari ketujuhnya.&lt;br /&gt;Dan dibolehkan juga bagi seseorang untuk berpuasa enam hari bulan syawal dengan cara terputus-putus dihari yang dikehendakinya di bulan syawal kecuali pada hari idul fitri.&lt;br /&gt;Adapun mana yang harus didahulukan antara mengqodho ramadhan atau puasa enam hari di bulan syawal ?&lt;br /&gt;Syeikh Muhammad bin Shaleh al Utsaimin mengatakan bahwa logikanya adalah mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah karena yang wajib adalah utang yang harus dilunasi sedangkan yang sunnah adalah sesuatu yang dianjurkan ditunaikan apabila mendapatkan kemudahan dan jika ia tidak mendapati maka tidak ada kesempitan baginya untuk meninggalkannya.&lt;br /&gt;Dari sini, kami mengatakan kepada seorang yang diharuskan mengqodho ramadhannya adalah,”Qodholah ramadhan yang menjadi kewajiban anda sebelum anda melakukan puasa sunnah. Dan jika anda melakukan puasa sunnah sebelum mengqodho ramadhan maka puasa sunnah itu dibenarkan selama waktu (mengqodho) itu masih luas (panjang). Karena qodho ramadhan bisa dilakukan hingga ramadhan berikutnya. Dan selama perkara itu masih memiliki keluasan waktu maka diperbolehkan melakukan puasa yang sunnah, seperti shalat fardhu, apabila seorang melaksanakan shalat sunnah sebelum fardhu yang masih memiliki keluasan waktunya maka hal itu diperbolehkan.&lt;br /&gt;Sehingga barangsiapa yang berpuasa arafah atau asy syuro sementara dirinya masih memiliki utang qodho ramadhan maka puasanya itu sah. Akan tetapi seandainya dirinya meniatkan berpuasa hari itu dengan niat mengqodho ramadhannya maka dirinya akan mendapatkan dua pahala, yaitu pahala puasa hari arafah atau puasa asy syuro dengan pahala mengqodho.&lt;br /&gt;Hal demikian adalah bagi puasa sunnah yang tidak ada hubungannya dengan puasa ramadhan. Adapun puasa enam hari bulan syawal adalah puasa sunnah yang berhubungan dengan ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang berpuasa ramadhan lalu melanjutkannya dengan enam hari bulan syawal maka ia seperti puasa sepanjang tahun.”&lt;br /&gt;Ada sebagian orang beranggapan bahwa jika dirinya mengkhawatirkan bulan syawal akan berakhir sebelum dirinya berpuasa enam hari syawal maka hendaklah dia berpuasa enam hari itu walaupun ia belum mengqodho ramadhannya, sungguh ini pemahaman yang salah. Sesungguhnya puasa enam hari bulan syawal tidaklah bisa dilakukan kecuali apabila dirinya telah menyelesaikan qodho ramadhannya.” (Liqo’at al Bab al Maftuh juz V hal 5)&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-3606935824749674866?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/3606935824749674866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=3606935824749674866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3606935824749674866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3606935824749674866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/puasa-qodlo-dulu-atau-puasa-sunnat.html' title='Puasa Qodlo dulu atau Puasa Sunnat Syawal dulu?'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-3630110770103214626</id><published>2009-10-22T14:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T14:54:08.702-07:00</updated><title type='text'>Bolehkah Menikahi Perempuan Yang Belum Baligh?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah binti Abu Bakar ash Shiddiq ra.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim al Jauziyah menyebutkan tentang perkawinan Nabi saw dengan Aisyah. Ia adalah seorang wanita yang disucikan dari langit ketujuh. Ia adalah kekasih Rasulullah saw yang disodorkan oleh para malaikat dengan tertutupi secarik kain sutera sebelum beliau saw menikahinya, dan malaikat itu mengatakan,”Ini adalah isterimu.” (HR. Bukhori dan Muslim). Beliau saw menikahinya pada bulan Syawal yang pada saat itu Aisyah berusia 6 tahun dan mulai digaulinya pada bulan syawal setahun setelah hijrah pada usianya 9 tahun. Rasulullah saw tidak menikahi seorang perawan pun selain dirinya, tidak ada wahyu yang turun kepada Rasulullah saw untuk menikahi seorang wanita pun kecuali Aisyah ra.” (Zaadul Ma’ad juz I hal 105 – 106&lt;br /&gt;Beberapa dalil lainnya tentang pernikahan Rasulullah saw dengan Aisyah telah dijelaskan dalam hadits-hadits shohih berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dari Aisyah ra bahwasanya Nabi saw berkata kepadanya, ”Aku telah melihat kamu di dalam mimpi sebanyak dua kali. Aku melihat kamu tertutupi secarik kain sutera. Dan Malaikat itu mengatakan, ’Inilah isterimu, singkaplah.” Dan ternyata dia adalah kamu, maka aku katakan, ’Bahwa ini adalah ketetapan dari Allah.” (HR. Bukhori)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diceritakan oleh Ubaid bin Ismail, diceritakan oleh Abu Usamah dari Hisyam dari Ayahnya berkata, ”Khodijah ra telah meninggal dunia tiga tahun sebelum Rasulullah saw berhijrah ke Madinah. Kemudian beliau saw berdiam diri dua tahun atau seperti masa itu. Beliau saw menikah dengan Aisyah ra pada usia 6 tahun. Dan Rasulullah saw menggaulinya pada saat Aisyah berusia 9 tahun” (HR. Bukhori)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Aisyah ra berkata, ”Rasulullah saw menikahiku di bulan syawal dan menggauliku juga di bulan syawal. Maka siapakah dari isteri-isteri Rasulullah saw yang lebih menyenangkan di sisinya dari diriku? Dia berkata, ’Sesungguhnya Aisyah menyukai jika ia digauli pada bulan syawal.” (HR. Muslim)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Disebutkan di dalam kitab Usdul Ghobah, ”Aisyah binti Abu Bakar ash Shiddiq. Ia adalah ash-Shiddiqoh binti ash Shiddiq, ibu orang-orang beriman, isteri Nabi saw dan yang paling terkenal dari semua istrinya saw. Ibunya bernama Ummu Ruman putri dari ‘Amir bin Uwaimir bin Abdisy Syams bin ‘Attab bin Udzainah bin Suba’i bin Duhman bin al Harits bin Ghonam bin Malik bin Kinanah al Kinanah. Rasulullah menikahinya pada saat 2 tahun sebelum hijrah dan dia masih anak-anak, Abu Ubaidah mengatakan : 3 tahun, ada yang mengatakan : 4 tahun ada yang mengatakan : 5 tahun. Umurnya saat dinikahi oleh Rasulullah saw adalah 6 tahun, ada yang mengatakan 7 tahun. Dan mulai digauli oleh Rasulullah saw pada usia 9 tahun di Madinah…… Aisyah meninggal di usia 57 tahun, ada yang mengatakan 58 tahun di malam Selasa pada tanggal 17 malam di bulan Ramadhan dan dia meminta agar dimakamkan di Baqi’ pada waktu malam hari… Usianya tatkala Nabi saw meninggal baru 18 tahun.” (Usdul Ghobah juz III hal 383 – 385, Maktabah Syamilah)&lt;br /&gt;Ibnu Ishaq mengatakan, ”Kemudian Nabi saw menikahi Aisyah setelah Saodah binti Zam’ah setelah tiga tahun meninggalnya Khodijah. Dan Aisyah pada saat itu berusia 6 tahun dan digauli oleh Rasulullah saw pada usia 9 tahun. Rasulullah saw meninggal pada saat usia Aisyah 18 tahun.” (as Siroh an Nabawiyah liibni Ishaq juz I hal 90, Maktabah Syamilah)&lt;br /&gt;Perkataan bahwa Rasulullah saw menikahi Aisyah pada usia 6 tahun dan menggaulinya pada usia 9 tahun adalah hal yang tidak ada perbedaan di kalangan ulama—karena telah diterangkan dalam banyak hadits-hadits shohih—dan Rasulullah saw menggaulinya pada tahun ke-2 setelah hijrah ke Madinah. (al Bidayah wan Nihayah juz III hal 137)&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim serta pendapat para ahli sejarah islam, menunjukkan bahwa usia perkawinan Aisyah dengan Rasulullah saw adalah 6 tahun meskipun kemudian digauli pada usianya 9 tahun. Pernikahan beliau saw dengan Aisyah adalah dalam rangka menjalin kasih sayang dan menguatkan persaudaraan antara beliau saw dengan ayahnya, Abu Bakar ash Shiddiq, yang sudah berlangsung sejak masa sebelum kenabian.&lt;br /&gt;Dan pernikahan Aisyah pada usia yang masih 6 tahun dan mulai digauli pada usia 9 tahun bukanlah hal yang aneh, karena bisa jadi para wanita di satu daerah berbeda batas usia balighnya dibanding dengan para wanita di daerah lainnya. Hal ini ditunjukan dengan terjadinya perbedaan di antara para ulama mengenai batas minimal usia wanita mendapatkan haidh sebagai tanda bahwa ia sudah baligh.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Imam Malik, al Laits, Ahmad,. Ishaq dan Abu Tsaur berpendapat bahwa batas usia baligh adalah tumbuhnya bulu-bulu di sekitar kemaluan, sementara kebanyakan para ulama madzhab Maliki berpendapat bahwa batasan usia haidh untuk perempuan dan laki-laki adalah 17 tahun atau 18 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abu Hanifah berpendapat bahwa usia baligh adalah 19 tahun atau 18 tahun bagi laki-laki dan 17 tahun bagi wanita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syafi’i, Ahmad, Ibnu Wahab dan jumhur berpendapat bahwa hal itu adalah pada usia sempurna 15 tahun. Bahkan Imam Syafi’i pernah bertemu dengan seorang wanita yang sudah mendapat monopouse pada usia 21 tahun dan dia mendapat haidh pada usia persis 9 tahun dan melahirkan seorang bayi perempuan pada usia persis 10 tahun. Dan hal seperti ini terjadi lagi pada anak perempuannya. (Disarikan dari Fathul Bari juz V hal 310)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Perbedaan para imam madzhab di atas mengenai usia baligh sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kultur di tempat mereka tinggal. Imam Abu Hanifah tinggal di Kufah, Iraq. Imam Malik tinggal di kota Rasulullah saw, Madinah. Imam Syafi’i tinggal berpindah-pindah mulai dari Madinah, Baghdad, Hijaz hingga Mesir dan ditempat terakhir inilah beliau meninggal. Sedangkan Imam Ahmad tinggal di Baghdad.&lt;br /&gt;Wallahu A’lam, inilah yang saya fahami dari nash-nash tersebut, kalau pun ada yang berpendapat lain dalam hal ini tentunya tidaklah dipersalahkan sebagaimana perbedaan yang sering terjadi diantara para imam dalam suatu permasalahan fiqih namun sikap saling menghargai dan tidak memaksakan pendapatnya tetap terjalin diantara mereka. Perbedaan pendapat dikalangan kaum muslimin selama bukan masuk wilayah aqidah adalah rahmat dan sebagai khazanah ilmiyah yang harus disyukuri untuk kemudian bisa terus menjadi bahan kajian kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum pernikahan anak yang belum baligh.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adapun hukum menikahkan wanita yang belum sampai usia baligh (anak-anak) maka jumhur ulama termasuk para imam yang empat, bahkan ibnul Mundzir menganggapnya sebagai ijma adalah boleh menikahkan anak wanita yang masih kecil dengan yang sekufu’ (sederajat/sepadan), berdasarkan dalil-dalil berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Firman Allah swt, ”Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid.” (QS. Ath Tholaq : 4) Sesungguhnya Allah swt membatasi iddah seorang anak kecil yang belum mendapatkan haidh adalah 3 bulan seperti wanita-wanita yang monopouse. Dan tidak akan ada iddah kecuali setelah dia diceraikan. Dan ayat ini menunjukkan wanita itu menikah dan diceraikan tanpa izin darinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perintah menikahkan para wanita, di dalam firman-Nya, ”Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.” (QS. An Nuur : 32) Hamba-hamba sahaya perempuan ini bisa yang sudah dewasa atau yang masih kecil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pernikahan Nabi saw dengan Aisyah sedangkan dia masih kecil, dia mengatakan, ”Nabi saw menikahiku sedangkan aku masih berusia 6 tahun dan menggauliku pada usiaku 9 tahun.” (Muttafaq Alaih). Abu Bakar lah yang menikahkannya. Begitu juga Rasulullah saw telah menikahkan putri pamannya, Hamzah, dengan anak dari Abi Salamah yang kedua-duanya masih anak-anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Atsar Sahabat; Ali ra telah menikahkan putrinya Ummu Kaltsum pada saat dia masih kecil dengan Urwah bin Zubeir. Urwah bin Zubeir telah menikahkan putri dari saudara perempuannya dengan anak laki-laki dari saudara laki-lakinya sedangkan keduanya masih anak-anak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Meskipun menikahi anak pada usia belum baligh diperbolehkan secara ijma’, namun demikian tetaplah memperhatikan batas usia minimal baligh kebanyakan wanita di daerah tersebut dan juga kesiapan dia baik dari aspek kesehatan maupun psikologi.&lt;br /&gt;Adapun yang menjadi perbedaan pendapat di kalangan jumhur ulama atau orang-orang yang mengatakan boleh menikahkan anak-anak wanita yang masih kecil adalah pada siapa yang berhak menikahkannya :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Para ulama madzhab Maliki dan Syafi’i berpendapat tidak boleh menikahkannya kecuali ayahnya atau orang-orang yang diberi wasiat untuknya atau hakim. Hal itu dikarenakan terpenuhinya rasa kasih sayang seorang ayah dan kecintaan yang sesungguhnya demi kemaslahatan anaknya. Sedangkan Hakim dan orang yang diberi wasiat oleh ayahnya adalah pada posisi seperti ayahnya karena tidak ada selain mereka yang berhak memperlakukan harta seorang anak yang masih kecil demi kemaslahatannya, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Anak yatim perlu dimintakan izinnya dan jika dia diam maka itulah izinnya dan jika dia menolak maka tidak boleh menikahkannya.” (HR. Imam yang lima kecuali Ibnu Majah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para ulama madzhab Hanafi berpendapat diperbolehkan seorang ayah atau kakek atau yang lainnya dari kalangan ashobah untuk menikahkan seorang anak laki-laki atau anak perempuan yang masih kecil, berdasarkan firman Allah swt,”Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya).” (QS. An Nisa : 3)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para ulama Syafi’i berpendapat bahwa tidak diperbolehkan selain ayahnya dan kakeknya untuk menikahkan anak laki-laki atau anak perempuan yang masih kecil, berdasarkan dalil dari ad Daruquthni,”Seorang janda berhak atas dirinya daripada walinya, seorang perawan dinikahkan oleh ayahnya.” Dan juga yang diriwayatkan Imam Muslim,”Seorang perawan hendaklah diminta persetujuannya oleh ayahnya.” Sedangkan kakek pada posisi seperti ayah ketika ayahnya tidak ada karena ia memiliki hak perwalian dan ashobah seperti ayah. &lt;br /&gt;(al Fiqhul islami wa Adillatuhu juz IX hal 6682 – 6685)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-3630110770103214626?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/3630110770103214626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=3630110770103214626' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3630110770103214626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/3630110770103214626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/bolehkah-menikahi-perempuan-yang-belum.html' title='Bolehkah Menikahi Perempuan Yang Belum Baligh?'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-738162370341912911</id><published>2009-10-22T14:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T14:37:07.508-07:00</updated><title type='text'>Tentang Qunut</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Membaca Doa Qunut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membaca qunut ini disunnahkan didalam sholat, namun para ulama berbeda pendapat tentang sholat apa saja yang didalamnya dibacakan qunut..&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Para ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa qunut dibaca didalam sholat witir. Mereka berpendapat qunut ini dilakukan sebelum ruku’. Qunut tidak dilakukan pada sholat-sholat selain witir kecuali apabila terjadi suatu bencana maka ia dilakukan di sholat-sholat yang dikeraskan bacaannya. Adapun bahwa nabi telah melakukan qunut selama satu bulan saat sholat subuh ini telah dimansukh (dihapus) menurut ijma, dengan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa beliau saw pernah melakukan qunut didalam sholat subuh selam satu bulan kemudian dia saw meninggalkannya.” (HR. al Bazaar, Thabrani dan Ibnu Abi syaibah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para ulama madzhab Maliki berpendapat bahwa disunnahkan qunut dibaca dengan suara pelan didalam sholat shubuh saja dan tidak disaat sholat witir dan selainnya karena hal itu makruh. Qunut itu afdhol dilakukan sebelum ruku’ walaupun jika dilakukan setelah ruku’ juga boleh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para ulama madzhab Syafi’i berpendapat bahwa disunnahkan qunut itu dilakukan saat i’tidal (bangun dari ruku’) di raka’at kedua sholat subuh, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw melakukan qunut sholat subuh hingga beliau meninggal dunia.” (HR. Ahmad, Abdur Razaq dan Daru Quthni). Dan Umar ra juga melakukan qunut di sholat subuh dan dihadiri oleh para sahabat yang lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para ulama madzhab Hambali berpendapat seperti para ulama madzhab Hanafi bahwa qunut disunnahkan didalam sholat witir yang satu rakaat.sepanjang tahun, ia dilakukan setelah ruku’. Dan sebagaimana pendapat Syafi’i bahwa qunut juga dilakukan pada sholat witir di bagian kedua akhir dari bulan Ramadhan, namun jika ada yang melakukan qunut sebelum ruku’ pun tidak masalah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw melakukan qunut setelah ruku’.” (HR. Muslim) serta yang diriwayatkan dari Humaid berkata, &lt;em&gt;“Bahwa Anas pernah ditanya tentang qunut didalam sholat shubuh? Dia menjawa,’Kami dahulu melakukan qunut sebelum ruku’ juga sesudahnya.”&lt;/em&gt; (HR. Ibnu Majah) – (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz 2 hal 1001 -1008)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Jadi menurut pendapat Imam Malik dan Syafi’i bahwa membaca qunut bisa dilakukan didalam sholat shubuh, meskipun pandapat ini tidak sejalan dengan pendapat Imam Abu Hanifah dan Ahmad.&lt;br /&gt;Di sinilah kaum muslimin diminta lebih arif dalam melihat perbedaan dikalangan para ulama tersebut sebagai suatu khazanah ilmiyah yang dimiliki umat ini dengan saling menghargai dan tidak menyerang orang-orang yang berbeda dengannya dalam hal yang furu’iyah seperti diatas.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Qunut saat ada musibah atau bencana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, para ulama madzhab Hanafi, Syafi’i dan juga Hambali berpendapat bahwa qunut saat ada bencana ini disyariatkan tapi tidak secara mutlak. Menurut para ulama madzhab Hanafi ia disyariatkan hanya di sholat-sholat yang bacaannya dikeraskan saja. Sedangkan menurut para ulama madzhab lainnya disetiap sholat yang wajib namun para ulama Hambali mengecualikan sholat jum’at karena hal itu sudah cukup dengan khutbahnya. Dianjurkan juga doa qunut tersebut dibaca dengan suara keras. …&lt;br /&gt;Qunut Nazilah ini mengikuti contoh dari Rasulullah saw yang telah melakukan qunut selama satu bulan untuk mendoakan agar pembunuh-pembunuh para sahabat pemnghafal Qur’an di sumur Ma’unah itu dibalas oleh Allah swt.” (HR.Bukhori Muslim) – (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz 2 hal 1008)&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5807895993198711765-738162370341912911?l=mdaalbarokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/feeds/738162370341912911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5807895993198711765&amp;postID=738162370341912911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/738162370341912911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5807895993198711765/posts/default/738162370341912911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mdaalbarokah.blogspot.com/2009/10/tentang-qunut.html' title='Tentang Qunut'/><author><name>mda_al-barokah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00812008456410194853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_LE4WNPYsgf8/S5Go7wHQ3AI/AAAAAAAAAE8/IPwkopV6Zag/S220/fr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5807895993198711765.post-8484736292174541355</id><published>2009-10-22T12:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T12:20:36.007-07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Khutbah Jum'at Bhs Sunda</title><content type='html'>&lt;div class="contentheading"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sapalih Tugas Kanjeng Rasull&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 200%;"&gt;السلام عليكم ………. الخ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; margin-right: 2.9pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;ا&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;َلْحَمْدُ للهِ الَّذِى وَفَّقَ الْعَامِلِيْنَ بِطَاعَتِهِ فَوَجَدَ سَعْيُهُمْ مَشْكُوْرًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ الَّذِى خَلَقَ كُلَّ شَيْئٍِ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيَّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ اْلإِسْرَى ( اَمَّا بَعْدُ ) فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ . اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 200%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; font-style: normal; line-height: 200%;"&gt; يَااَيُّهَا النَّبِىُّ اِنَّا اَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَدِيْرًا وَدَاعِيًا اِلَى الله بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Ngalangkungan khutbah awal anu kalawan ringkeus ieu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ari sadaya puji eta tetep kagungan Allah swt, anu parantos maparin taufik ka jalma-jalma anu ngamalkeun kalawan kataatana, tuluy maranehna manggihan tarekahna kalawan syukur. Sim abdi nyaksian kana yen saestuna teu aya deui pangeran anu hak disembah anging gusti Allah, anu parantos nyiptakeun sagala sesuatu tur nangtukeun kalawan takdirna. sareng sim abdi nyaksian kana yen saestunya kanjeng Nabi Muhammad saw. eta hambana Allah sareng RasulNa anu ngagaduhan isra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saparantosna ngaoskeun basmalah, hamdalah shalawat miwah salam ka kanjeng Rolulullah saw. kawajiban anu janten khatib ngawasiatan khususna kanggo diri khatib umumna kanggo hadirin sadayana, kalawan wasiat taqwa, mangga urang sami-sami ningkatkeun kana kataqwaan, sabab taqwa hiji-hijina jalan kanggo kahontal kabahagiaan dunia sareng akherat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Tina sapalih ajaran taqwa mangga urang sami-sami ngalenyepan kana dawuhan Allah swt. dina &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; Al-Ahzab ayat 45-46&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Wahai Nabi saestuna kaula anu agung ngutus anjen piken jadi saksi sareng anu mawa kabar bungah sareng anu mere peringatan sareng pikeun anu ngajak kana agama Allah kalawan izin mantena jeng pikeun jadi cahaya anu nyaangan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Tina ayat diluhur tiasa dipahami bahwa sapalih misina kanjeng rasul swt diutus Allah ka muka bumi aya genep :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;1.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Syaahidan = janten saksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أي عَلَى أُمَّتِهِ يَشْهَدُ لِمَنْ صَدَّقَهُ وَآمَنَ بِهِ وَعَلَى مَنْ كَذَّبَهُ وَكَفَرَ بِهِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Janten urang sadaya moal tiasa ngahelah eungkin dina poe kiamah nalika didakwa dipayunan mahkamah rabbul izati. Lamun tea mah hiji jalma didakwa ku Allah kunaon anjeun ibadah teu make elmu, terus eta jalma ngajawab “ da abdimah teu terang” torojol saksi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; ari tugas saksi the pikeun nembongkeun/ngajelaskeun&amp;nbsp;perkara nu teu katingali/samara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ. اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ. اُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;2.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Mubasyiron = alat pangbubungah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;للمؤمنين برحمة الله وبما أعدّه لهم من جزيل الثواب وعظيمِ الأجر&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;مَنِ انْتَقَلَ لِيَتَعَلَّمَ عِلْمًا غُفِرَ لَهُ قَبْلَ اَنْ يَخْطُوَ. مِنْ خَرَجَ لِطَلَبِ الْعِلْمِ كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِى ….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;3.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Nadiron= alat panyingsienan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;للكافرين والعصاة بالنار ، وبما أعدّه الله لهم من عظيم العقاب&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ مُمْسِيًا اَصْبَحَ مُشْرِكًا وَمَنْ شَرِبَهَا مُصْبِحًا اَمْسَى مُشْرِكًا. كُلُّ دَنْبٍ يُؤَخِّرُهُ اللهُ اِلاَّ عُقُوْقَ الْوَالِدَيْنِ فَاِنَّهُ يُعَجِّلُهُ فِى الْحَيَاةِ قَبْلَ الْمَمَاتِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;4.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Da’ian Illallah Biidnih = anu ngajak kana agama Allah kalawan izina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;يدعو عباد الله إلى التوحيد والإيمانِ بما جاء به ، والعملِ بما شرعه لهم&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Dakwahna kanjeng rasul ngajak kanu jadi umatna salami 23 tahun&amp;nbsp;alam dunya beres roes Al-Qur’an 30 juz disebarkeun dikolong langit angeus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Tah upami suswa urang tos 30 tahun parantos sabaraha jalma urang ngislamkeun maranehna. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;5.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Sirojam Muniiro = janten sinar anu nyaangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Surokoh anu niat ngabunuh Nabi jadi Iman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Anu tukang nyiduhan jadi Iman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; margin-right: 2.9pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;أي : كالسِّراج المضيء في الظلمة يُهتدى به&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 2.9pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Aya hiji suami istri dongkap kakanjeng rosul ngadukeu kana masalah rumah tangga anu dihadapina, sareng niat cerai. Beres kaluar ti bumi rosul eta jalmi rukun damai deui.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mudah-mudahan ngalangkungan khutbah awal ieu urang sadayana tiasa ngenteng tur kaintropeksi diri, kunaon sabab ari Nabi nyebarkeun agama asa kugampang2 teuing ari urang meni asa hese beleke.&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْالآيَاتِ وَالذِّّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَبِّّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. ….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; margin-right: 2.9pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى تَفَرَّدَ بِالْعِزِّ وَالْجَلاَلِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُنْقِدِ مِنَ الضَّلاَلِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ خَيْرِ آلٍ. ( اَمَّا بَعْدُ ) فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ : اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ اَمِيْن يَااَللهُ يَارَب العالمين:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;ا&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;َللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُوْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. اَللهمَّ اَعِزِّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَيَسِّرْ مَقَاصِدَهُمْ فِيْمَا الْتَمَسُوْهُ لإِصْلاَحِ أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ اللهمَّ انْصُرْ مَنْ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاجْعَلِ اللهمَّ بَلْدَتَنَا هَذِهِ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ رَبَّنَا اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا &lt;i&gt;عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ &amp;nbsp;&lt;/i&gt;رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;  &lt;i&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. اَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="contentheading"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="contentheading"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="contentheading"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Kaunggulan Tafakur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;السلام عليكم ………. الخ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى وَفَّقَنَا لأَدَاءِ اَفْضَلِ الْعِبَادَاتِ وَاَوْقَفَنَا عَلَى كَيْفِيَةِ اكْتِسَابِ اَكْمَلِ السَّعَادَاتِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ رَبُّ اْلأَرْضِيْنَ وَالسَّمَاوَاتِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْمُؤَيَّدُ بِأَفْضَلِ اْلآيَاتِ وَالْمُعْجِزَاتِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آَلِهِ وَاَصْحَابِهِ بِحَسَبِ تَعَاقُبِ اْلأَوْقَاتِ وَالسَّاعَاتِ.( اَمَّا بَعْدُ ) فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ عَلَى مَمَرِّ الدُّهُوْرِ وَاْلأَوْقَاتِ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ : قُلِ انْظُرُوْا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا تُغْنِي اْلآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لاَ يُؤْمِنُوْنَ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Ngalangkungan khutbah awal anu kalawan ringkeus ieu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ari sadaya puji eta tetep kagungan Allah swt, anu parantos mafarin taufek kaurang sadaya piken ngalakonan kana pangutamina pirang-pirang ibadah, tur merenahkeun ka urang sadaya kana kaifiyah kasab anu pangsampurna-sampurna kabagjaan. Sim abdi nyaksian kana yen saestuna teu aya deui pangeran anu hak disembah anging gusti Allah, bari sahiji Dzatna teu aya anu ngarencangan kamanteNa anu ngurus pirang-pirang bumi sareng pirang-pirang langit, sareng sim abdi nyaksian kana yen saestunya kanjeng Nabi Muhammad saw. eta hambana Allah sareng RasulNa anu dikokohkeun kalawan pirang-pirang&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; S ayat sareng pirang-pirang mu’jizat. Mugia Allah maparin rahmat ka kanjeng Nabi Muhammad saw. ka kulawargina para sahabatna kalawan ngitung-ngitung gunta-gantina pirang2 waktu sareng pirang-pirang saat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saparantosna ngaoskeun basmalah, hamdalah shalawat miwah salam ka kanjeng Rolulullah saw. kawajiban anu janten khatib ngawasiatan khususna kanggo diri khatib umumna kanggo hadirin sadayana, kalawan wasiat taqwa, mangga urang sami-sami ningkatkeun kana kataqwaan, sabab taqwa hiji-hijina jalan kanggo kahontal kabahagiaan dunia sareng akherat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Tina sapalih ajaran taqwa nyaeta TAFAKUR kana ayat-ayat Allah, anu dimaksad ku tafakur nyaeta :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;تَصرفُ القلبِ فى معانى الأشياء لدرك المطلوب&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Molahkeun/Ngagunakeun hate dina nganyahokeun pirang2 hakekatna hiji perkara, pikeun ngahasilkeun tujuan. janten tapakur lain ngalamun, tapi ngahudangkeun rasa rumasa, yen sakabeh anu didamel ku Allah teh lain hal kosong jeung gapong, tapi kabeh ngandung maksud, estu taya jinis anu mubadir, taya bahan anu teu guna, tapi kabeh mawa faidah, sarta kabeh sayagian pikeun manusa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Seueur pelajaran anu ku urang tiasa dipetik diantawisna : 1. Kasauran Hasan Bisri: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;تَفَكُّرُ سَاعَةٍ خُيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;2. Kasauran Fudel Al-Hasan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;اَلْفِكْرَةُ مِرْآةٌ تُرِيْكَ حَسَنَاتِكَ وَسَيِّئَاتِكَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلْفِكْرَةُ سِرَاجُ الْقَلْبِ فَاِذَا ذَهَبَتْ فَلاَ اِضَاءَةَ لَهُ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Kasauran Kanjeng Rosul&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;تَفَكَّرُوْا فِى خَلْقِ اللهِ وَلاَ تَتَفَكَّرُوا فِى ذَاتِ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قال جمهور العلماء اِن التفكرَ على خمسةِ اوجُه &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; margin-right: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;1.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;اِما فى آيات الله وَيَلْزَمُهُ التَّوَجُّهُ اِلَيْهِ وَالْيَقِيْنُ بِهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Allah swt. ngadawug dina &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; Yunus ayat 101:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;وثَمْرَتُهُ السُّكُوْنُ اِلَى وَعْدِ اللهِ وَالثِّقَةُ بِضَمَانِ اللهِ وَتَرْكُ مَايُسْغِلُ عَنِ اللهِ وَالرُّجُوْعُ فِى كُلِّ حَالٍ اِلَى اللهِ وَاسْتِفْرَاغُ الطَّاقَةِ فِى ابْتِغَاءِ مَرْضَاتِ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; margin-right: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اَوْ فِى نِعْمَةِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الْمَحَبَّةُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Allah swt. ngadawug dina &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; Al-A’raf ayat 73 :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;فَاذْكُرُوْا آلاَءَ اللهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;وثَمْرَتُهُ اِمْتِلاَءُ الْقَلْبِ بِمَحَبَّةِ اللهِ وَالإِشْتِغَالُ بِشُكْرِهِ بَاطِنًا وَظَاهِرًا كَمَا يُحِبُّهُ وَيَرْضَاهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; margin-right: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;اَوْ فِى وَعْدِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الرَّغْبَةُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Allah swt. ngadawug dina &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; Ali Imran ayat 190-191 :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;وثَمْرَتُهُ مَحَبَّةُ السُّعَدَاءِ وَحَمْلُ النَّفْسِ عَلَى الْعَمَلِ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; margin-right: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; margin-right: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;اَوْ فِى وَعِيْدِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الرَّهْبَةُ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Allah swt. ngadawug dina surat Toha ayat 124 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; margin-right: 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;مَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِى فَاِنَّ لَهُ مَعَيْشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَعْمَى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; margin-right: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; margin-right: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 200%;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اَوْ فِى تَقْصِيْرِ النَّفْسِ عَنِ الطَّاعَةِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الْحَيَاءُ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;قَالَ اَحْمَدُ بْنِ عَطَاءِ اللهِ مِنْ عَلاَمَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَافَاتَكَ مِنَ الطَّاعَاتِ وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُوْدِ الزَّلاَّتِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ngalangkungan khutbah awal ieu, mudah-mudahan, urang sadayana kalebet golongan jalmi-jalmi ahli fikir jeung tafakur anu mawa kana kataqwaan, nambah kana kuatna iman sarta tambah kandelna tauhid. &lt;i&gt;Amin Ya Allah Ya Rabbal ‘Alamin.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْالآيَاتِ وَالذِّّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَبِّّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. ….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى تَفَرَّدَ بِالْعِزِّ وَالْجَلاَلِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُنْقِدِ مِنَ الضَّلاَلِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ خَيْرِ آلٍ. ( اَمَّا بَعْدُ ) فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ : اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ اَمِيْن يَااَللهُ يَامُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ: &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اَللهمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ.اللهم إَنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْفَشَلِ وَمِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ. اَللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ، وَدَرْكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءْ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ اْلاَعْدَاءِ.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. اَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="contentheading"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Sifatan Jalma-Jalma Taqwa &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;السلام عليكم ………. الخ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى وَفَّقَنَا لأَدَاءِ اَفْضَلِ الْعِبَادَاتِ وَاَوْقَفَنَا عَلَى كَيْفِيَةِ اكْتِسَابِ اَكْمَلِ السَّعَادَاتِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ رَبُّ اْلأَرْضِيْنَ وَالسَّمَاوَاتِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْمُؤَيَّدُ بِأَفْضَلِ اْلآيَاتِ وَالْمُعْجِزَاتِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آَلِهِ وَاَصْحَابِهِ بِحَسَبِ تَعَاقُبِ اْلأَوْقَاتِ وَالسَّاعَاتِ.( اَمَّا بَعْدُ ) فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ عَلَى مَمَرِّ الدُّهُوْرِ وَاْلأَوْقَاتِ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ :اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِى جَنَّاتٍ وَعُيُوْنٍ آخِذِيْنَ مَاآتَاهُوْ رَبُّهُمْ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذَالِكَ مُحْسِنِيْنَ كَانُوْا قَلِيْلاً مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ. وَبِاْلأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ. وَفِى اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُوْمِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Ngalangkungan khutbah awal anu kalawan ringkeus ieu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ari sadaya puji eta tetep kagungan Allah swt, anu parantos mafarin taufek kaurang sadaya piken ngalakonan kana pangutamina pirang-pirang ibadah, sareng merenahkeun ka urang sadaya kana tata cara usaha anu pangsampurna-sampurna kabagjaan. Sim abdi nyaksian kana yen saestuna teu aya deui pangeran anu hak disembah anging gusti Allah, bari sahiji Dzatna teu aya anu ngarencangan kamanteNa anu ngurus pirang-pirang bumi sareng pirang-pirang langit, sareng sim abdi nyaksian kana yen saestunya kanjeng Nabi Muhammad saw. eta hambana Allah sareng RasulNa anu dikuatan kalawan pirang-pirang ayat sareng pirang-pirang mu’jizat. Mugia Allah maparin rahmat ka kanjeng Nabi Muhammad saw. ka kulawargina para sahabatna kalawan ngitung-ngitung gunta-gantina pirang2 waktu sareng pirang-pirang saat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saparantosna ngaoskeun basmalah, hamdalah shalawat miwah salam ka kanjeng Rolulullah saw. kawajiban anu janten khatib ngawasiatan khususna kanggo diri khatib umumna kanggo hadirin sadayana, kalawan wasiat taqwa, mangga urang sami-sami ningkatkeun kana kataqwaan, sabab taqwa hiji-hijina jalan kanggo kahontal kabahagiaan dunia sareng akherat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tina sapalih ajaran taqwa Allah swt nguningakeun sabagian sifat-sifat jalmi takwa anu kaunggel dina surat ad-dariyat ayat 15-19.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hartosna : saestuna jalma2 taqwa eta aya dina pirang2 patamanan surga sareng pirang2 sumber cai. Bari maranehna nyokot kani’matan anu dipaparinkeun ku pangerana, saenyana maranehna dina samemeh eta nyaeta dialam dunia kaasup jalma-jalma anu nyieun kahadean. nyaeta nyaetikeun kana sare dina waktu peuting, sareng dina waktu tungtung peting maranehna menta pangampura sareng dina harta-hartana aya hak jalma miskin anu menta sareng jalma miskin anu teu menang bagian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Ari Jalma2 taqwa dina poe kiamah bakal nempatan taman-taman surga sareng pirang2 mata air, kumaha kaayanana :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;آخِذِيْنَ مَاآتاهُمْ رَبُّهُمْ اى مِنَ النَّعِيْمِ وَالسُّرُوْرِ والْغِبْطَةِ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-style: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Jalma taqwa kenging anugrah nempatan taman2 surga sabab maranehna di alam duniana nyaeta tukang nyieun kahadean, diantara kahadeana :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;1.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Nyaetikeun sare dina waktu peting &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;كَانُوْا قَلِيْلاً مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اى كانوا ينامون قليلا من الليل ويصلون اكثَره اِنَّ رسولَ الله قال اِن فى الجنة غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِن بَاطِنِهَا وَبَاطِنُهَا من ظَاهِرِهَا فقال ابو موسى الأشعرى رضى الله عنه لمَنْ هى يارسُولَ اللهِ ؟ قال لمن ألانَ الكلاَمَ واطعم الطعام وبات لله قائما والناس نيام&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;2.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Istigfar /menta pangampura dina waktu janari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;وَبِاْلأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اى يصلون بالأسحار لطلب المغفرة قَال النبى : ان اللهَ يَنزِلُ كُلَّ ليلةٍ الى السماء الدُّنْيَا حتى يَبْقَى ثُلُثُ الليل الأخير فيقول هل من تائب فاتوبَ عليه هل من مستغفرٍ فَاغفِرَ له هل من سائل فيُعْطى سُؤْلُهُ ؟ حتى يطلُعَ الفجر&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;3.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Mikeun hak hartana pikeun jalma miskin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;وَفِى اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُوْمِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;السائل :قال الامام احمد: هو الذى يبتدئ بالسؤال وله حق. قال النبى للسائل حق وان جاء على فرس&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;المحروم :&amp;nbsp;قال ابن جرير : هُوَ الذى لاَمال له بأى سبب كان وقد ذهب ماله سواء كان لايقدر على الكسب او قد هلك ماله بآفة او نحوِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 200%;"&gt;ها&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ngalangkungan khutbah awal ieu, mudah-mudahan, urang sadayana kalebet golongan jalmi-jalmi anu taqwa ka Allah swt. &lt;i&gt;Amin Ya Allah Ya Rabbal ‘Alamin.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْالآيَاتَاتِ وَالذِّّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَبِّّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. ….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى تَفَرَّدَ بِالْعِزِّ وَالْجَلاَلِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُنْقِدِ مِنَ الضَّلاَلِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ خَيْرِ آلٍ. ( اَمَّا بَعْدُ ) فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ : اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ اَمِيْن يَااَللهُ يَامُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ: اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُوْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ&amp;nbsp;&amp;nbsp; رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ&amp;nbsp;رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. اَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;Ujian Jeung Cobaan Hirup&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 200%;"&gt;السلام عليكم ………. الخ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى خَلَقَ فَسَوَّى وَالَّذِى قَدَّرَ فَهَدَى. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَهُوَ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَى وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيَّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمَ اْلأَنْبِيَاء ( اَمَّا بَعْدُ ) فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ : زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهْوَاتِ&amp;nbsp; مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِرِ الْمُقَنْطَرَةِ…….الخ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Ngalangkungan khutbah awal anu kalawan ringkeus ieu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ari sadaya puji eta tetep kagungan Allah swt, anu
